alexametrics

NASA Temukan 300 Exoplanet Asing Lewat AI

RR Ukirsari Manggalani | Lintang Siltya Utami
NASA Temukan 300 Exoplanet Asing Lewat AI
Teleskop Kepler NASA. [NASA]

Teleskop Luar Angkasa Kepler milik NASA temukan planet ekstrasurya asing.

Suara.com - Sistem kecerdasan buatan (AI) baru menemukan lebih dari 300 exoplanet atau planet ekstrasurya asing yang sebelumnya tidak diketahui dalam data Teleskop Luar Angkasa Kepler milik NASA.

Teleskop yang khusus memburu exoplanet pertama NASA itu telah mengamati ratusan ribu bintang dalam pencarian planet yang berpotensi layak huni di luar tata surya.

Katalog planet potensial yang disusun teleskop terus menghasilkan penemuan baru bahkan setelah teleskop itu tak berfungsi. Namun sekarang, algoritma baru yang disebut ExoMiner dapat meniru proses tersebut dan menganalisis katalog lebih cepat dan efisien.

Ilustrasi Exoplanet. [Shutterstock]
Ilustrasi Exoplanet. [Shutterstock]

ExoMiner adalah sejenis algoritma kecerdasan buatan yang dapat mempelajari dan meningkatkan kemampuannya saat memasukkan data dalam jumlah yang cukup.

Baca Juga: NASA Peringatkan, Asteroid Berukuran Raksasa Menuju Jalur Orbit Bumi

Teleskop Kepler memiliki banyak data. Dalam waktu kurang dari 10 tahun, teleskop mampu menemukan ribuan kandidat planet, dengan hampir 3.000 di antaranya telah dikonfirmasi. Itu mencakup sebagian besar dari keseluruhan 4.569 exoplanet yang diketahui saat ini.

Untuk setiap kandidat exoplanet, para ahli yang meneliti data Kepler akan melihat kurva cahaya dan menghitung seberapa besar bagian dari bintang yang ditutupi planet serta menganalisis berapa lama waktu yang dibutuhkan kandidat exoplanet untuk melintasi piringan bintang.

Algoritma ExoMiner pun mengikuti proses yang sama tetapi lebih efisien, memungkinkan para peneliti untuk menambahkan 301 exoplanet yang sebelumnya tidak diketahui ke dalam katalog planet Kepler sekaligus.

"ExoMiner sangat akurat dan dalam beberapa hal lebih dapat diandalkan daripada pengklasifikasi mesin yang ada serta ahli manusia sekalipun," kata Hamed Valizadegan, pemimpin proyek ExoMiner dan manajer pembelajaran mesin dengan Universities Space Research Association di NASA Ames Research Center, seperti dikutip Space.com pada Senin (29/11/2021).

Setelah ExoMiner membuktikan kemampuannya, para ilmuwan juga ingin menggunakannya untuk membantu menyaring data dari misi pencarian planet ekstrasurya yang ada dan yang akan datang, seperti Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) NASA saat ini atau Planetary Transits and Oscillations of Stars milik Badan Antariksa Eropa (ESA).

Baca Juga: Amerika Luncurkan Pesawat Antariksa Untuk Tabrak Asteroid

Sayangnya, tidak ada exoplanet yang baru dikonfirmasi memiliki potensi dapat menampung kehidupan karena berada di luar zona layak huni bintang induknya.

Komentar