alexametrics

Terpisah saat Erupsi Semeru, Pertemuan Suami Istri Ini Bikin Haru

Dythia Novianty | Lintang Siltya Utami
Terpisah saat Erupsi Semeru, Pertemuan Suami Istri Ini Bikin Haru
Guguran lava pijar Gunung Semeru terlihat dari Desa Pranajiwo, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (4/3). [ANTARA FOTO/Umarul Faruq]

Sebuah video viral belakangan ini, seorang warganet tak sengaja merekam pertemuan sepasang suami istri yang terpisah saat melarikan diri dari amukan Semeru.

Suara.com - Gunung Semeru memuntahkan isi perutnya, membuat banyak orang panik dan harus berlari menyelamatkan diri. Hal itu menyebabkan beberapa anggota keluarga terpisah.

Sebuah video viral belakangan ini, seorang warganet tak sengaja merekam pertemuan sepasang suami istri yang terpisah saat melarikan diri dari amukan Semeru.

Dibagikan oleh akun TikTok @signs009 pada 6 Desember, terekam seorang lelaki memeluk istrinya.

Perempuan dalam dekapan suaminya tersebut tampak menangis, mengira bahwa ia tak bisa bertemu lagi dengan belahan jiwanya.

Baca Juga: Viral Cewek Bertahun-tahun Cari Ayah Kandung, Terakhir Kerja di FC Persita

Menurut keterangan pemilik akun, pasutri ini terpisah ketika melarikan diri.

Diketahui sang suami datang mengendarai motor, kemungkinan saat Semeru meletus, lelaki itu berada di luar rumah.

Pertemuan suami istri setelah terpisah akibat erupsi Gunung Semeru. [TikTok]
Pertemuan suami istri setelah terpisah akibat erupsi Gunung Semeru. [TikTok]

"Kisah mengharukan dari sepasang suami istri yang terpisah waktu melarikan diri dari rumah yang terdampak abu vulkanik suhu panas," tulis pemilik akun.

Keduanya terpisah selama 24 jam. Beruntung, suami istri ini dipertemukan kembali di pengungsian warga.

"Terpisah 24 jam tanpa komunikasi. Mengira satu sama lain tidak selamat dari bencana, tapi takdir akhirnya berhasil pertemukan kembali di pengungsian," tambah pemilik akun.

Baca Juga: XL dan Telkomsel Gratiskan Layanan di Daerah Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Dalam rekaman tersebut, tampak sang suami mengelus bagian belakang kepala istrinya, berusaha untuk menenangkan.

Pada detik-detik terakhir video, terdengar sang istri menanyakan keberadaan suaminya yang membuatnya khawatir.

"Lewat mana kamu itu? Bikin khawatir orang aja..." ucap sang istri dalam bahasa Jawa.

Video yang direkam di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tersebut direkam oleh pemilik akun yang merupakan salah satu relawan yang membantu mengevakuasi warga.

"Sepenggal kisah yang tidak sengaja saya rekam ketika membantu evakuasi warga," tutup pemilik akun.

Unggahan yang telah dilihat sebanyak lebih dari 929.500 penayangan dan disukai sebanyak lebih dari 74.200 kali oleh sesama pengguna TikTok itu pun menuai beragam komentar.

"Serasa dikasih kesempatan kedua untuk saling mengabdi dan memperbaiki diri," tulis akun @fitrisulastri55.

Pertemuan suami istri setelah terpisah akibat erupsi Gunung Semeru. [TikTok]
Pertemuan suami istri setelah terpisah akibat erupsi Gunung Semeru. [TikTok]

"Dulu pas Gunung Kelut meletus, aku kepisah sama ibuku. Tapi ketemu lagi di pengungsian, alhamdulillah," komentar @erna_kaylaazzahra.

"Ya Tuhan, nangis aku. Semoga semua saudara di sana cepat ketemu sama keluarga yaa," tambah @serly1232.

"Aku nggak bisa bayangain kalau aku di sana paniknya kayak apa," ungkap @imasiye83.

"Nggak kebayang saat mereka terpisah menyelamatkan diri masing-masing. Alhamdulillah masih dipertemukan dalam keadaan sehat walafiat," sahut @yasminmuntaz0.

Tercatat pada Selasa (7/12/2021) pukul 19.00 WIB, sebanyak 34 orang dinyatakan meninggal dunia, 22 orang dinyatakan hilang, dan 22 orang luka berat.

Sementara itu, jumlah rumah warga terdampak dilaporkan 5.205 unit sehingga mengakibatkan 4.250 warga harus mengungsi di 19 titik posko pengungsian.

Selain itu, bangunan terdampak lainnya berupa fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan terputus (Gladak Perak) 1 unit.

Pertemuan suami istri setelah terpisah akibat erupsi Gunung Semeru. [TikTok]
Pertemuan suami istri setelah terpisah akibat erupsi Gunung Semeru. [TikTok]

Menurut keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menginformasikan terjadi tujuh kali gempa guguran dengan durasi 50-120 detik.

Komentar