WhatsApp Rilis Fitur Pembayaran Berbasis Mata Uang Kripto

Bimo Aria Fundrika, Dicky Prastya

Minggu, 12 Desember 2021 | 20:50 WIB
WhatsApp Rilis Fitur Pembayaran Berbasis Mata Uang Kripto
Ilustrasi WhatsApp. (Unsplash)

Suara.com - WhatsApp menguji coba fitur pembayaran baru yang memungkinkan pengguna mengirim dan menerima uang lewat chat berbasis cryptocurrency atau mata uang kripto. Uji coba ini berlaku untuk beberapa pengguna WhatsApp di Amerika Serikat.

Fitur pembayaran ini menggunakan Novi, sebuah dompet digital buatan Meta (perusahaan induk Facebook) yang diluncurkan beberapa waktu lalu. Pembayaran ini dapat dilakukan dengan Pax Dollars (USDP), sebuah stablecoin yang nilainya mematok dolar AS dan dikeluarkan Paxos.

Melansir The Verge, Minggu (12/12/2021), opsi pembayaran mata uang kripto ini sama seperti mengirim lampiran lain yang ada di WhatsApp. Pengguna bisa mengakses ikon klip kertas di perangkat Android atau ikon tanda tambah (+) di iOS dan pilih opsi 'Payment'.

Situs resmi Novi menjelaskan bahwa pengguna tidak akan dipungut biaya saat mengirim maupun menerima uang. Jumlah uang yang ditransfer juga tidak akan dibatasi.

Ilustrasi WhatsApp. (Pixabay/Digitalpfade)
Ilustrasi WhatsApp. (Pixabay/Digitalpfade)

Pengguna juga tidak memerlukan biaya untuk menyimpan saldo di rekening Novi ataupun menarik saldonya ke rekening bank. Proses transfer ini juga dilakukan secara instan.

Novi awalnya tersedia di AS dan Guatemala, namun pengguna Guatemala tidak bisa mengakses fitur pembayaran tersebut. Sebagai pengganti, mereka hanya bisa mengakses aplikasi Novi yang terpisah dari WhatsApp.

Pembayaran ini juga tidak mempengaruhi privasi percakapan WhatsApp yang sudah terenkripsi end-to-end. Novi sendiri tersedia dalam bahasa Inggris dan Spanyol.

Penambahan fitur baru ini sebenarnya berawal dari rencana cryptocurrency Facebook yang diumumkan pada 2019 lalu. Saat itu, Facebook yang kini bernama Meta, mengumumkan peluncuran mata uang kripto bernama Libra yang diintegrasikan dengan dompet digital bernama Calibra.

Rencana ini kemudian diubah, Libra kini berganti nama menjadi Diem. Sementara Calibra berubah menjadi Novi. Akan tetapi, Novi tidak dirilis bersama mata uang kripto Diem.

baca juga

Selain di AS, WhatsApp sebenarnya sudah memiliki fitur pembayaran di Brazil dan India. Bedanya, aplikasi tidak menggunakan mata uang berbasis kripto, tapi fiat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komunitas Kripto di Jogja Menggeliat Tapi Terganjal Regulasi yang Tumpang Tindih

Komunitas Kripto di Jogja Menggeliat Tapi Terganjal Regulasi yang Tumpang Tindih

Jogja | Minggu, 12 Desember 2021 | 19:42 WIB

Transaksi Voucher Game di DANA Terus Meningkat, Ini Alasannya

Transaksi Voucher Game di DANA Terus Meningkat, Ini Alasannya

Tekno | Minggu, 12 Desember 2021 | 18:34 WIB

Denise Chariesta Tolak Tawaran Layani Anggota DPR, Nikita Mirzani Klarifikasi

Denise Chariesta Tolak Tawaran Layani Anggota DPR, Nikita Mirzani Klarifikasi

Jogja | Sabtu, 11 Desember 2021 | 16:57 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

×