BRIN Targetkan Kembangkan Puluhan Purwarupa Alkes dan Kendaraan Listrik hingga 2024

Liberty Jemadu

Senin, 13 Desember 2021 | 19:24 WIB
BRIN Targetkan Kembangkan Puluhan Purwarupa Alkes dan Kendaraan Listrik hingga 2024
Teknisi merapikan kendaraan listrik di salah satu dealer kendaraan listrik di Jakarta, Rabu (24/11/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menargetkan puluhan purwarupa mulai dari alat kesehatan (alkes), deteksi kesehatan hingga kendaraan listrik berbasis baterai berlisensi Indonesia pada periode 2022-2024.

"Untuk 2022 Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Teknik mengelola anggaran Rp 32 miliar untuk empat rumah program yaitu alat dan deteksi kesehatan, teknologi tepat guna, kendaraan listrik, dan material maju," kata Pelaksana tugas Kepala OR IPT BRIN Agus Haryono dalam Seminar Virtual (Webinar) Riset BRIN berseri di Jakarta, Senin (13/12/2021).

Agus menuturkan anggaran riset untuk rumah program alat dan deteksi kesehatan sebesar Rp 5 miliar dengan target utama 10 purwarupa, dan rumah program teknologi kendaraan listrik berbasis baterai berlisensi Indonesia mendapat pagu anggaran sebesar Rp 19 miliar dengan target utama 10 purwarupa.

Kemudian, rumah program teknologi tepat guna dengan anggaran Rp 4 miliar dan target utama 30 purwarupa, dan rumah program material maju dengan anggaran Rp 4 miliar dan target utama 20 purwarupa.

Agus menuturkan rumah program kendaraan listrik berbasis baterai berlisensi Indonesia bertujuan untuk menciptakan bus listrik dengan ukuran kendaraan sedang.

Saat ini OR IPT berfokus pada kendaraan listrik otonom dan pengembangan baterai untuk kendaraan listrik yang berlisensi Indonesia.

Ia berharap semua pihak termasuk periset di BRIN dan di seluruh Indonesia berpartisipasi untuk menciptakan kendaraan listrik berbasis baterai berlisensi Indonesia dan berkontribusi di tiga rumah program lain.

"Kita bersama-sama tidak hanya periset dari BRIN tapi periset dari seluruh Indonesia yang bergerak di teknologi kendaraan listrik diharapkan untuk ikut berpartisipasi bersama-sama menyongsong net zero emission di tahun 2060 seperti arahan dari Presiden Joko Widodo," tuturnya.

Demikian juga untuk rumah program teknologi tepat guna yang diharapkan tidak hanya fokus untuk sektor pertanian dan pangan tapi juga untuk berbagai sektor yang membutuhkan teknologi tepat guna seperti sektor energi dan mineral dan sektor transportasi.

baca juga

Agus juga berharap para peneliti Indonesia banyak menghasilkan kekayaan intelektual terkait pemanfaatan sumber daya alam yang ada di Indonesia berbasis teknologi lokal.

Ia mengatakan bahan alam di Indonesia yang melimpah perlu mendapat sentuhan teknologi dan inovasi untuk meningkatkan nilai tambah yang tinggi sehingga berdampak bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Agus juga mendorong para periset untuk berkreasi dan berkarya lebih lagi dalam menghasilkan produk alat dan deteksi kesehatan terutama untuk penanganan kesehatan di masa pandemi COVID-19.

Selain itu, diharapkan agar alat-alat kesehatan yang selama ini digunakan oleh fasilitas layanan kesehatan di Tanah Air dapat diganti dengan produk-produk buatan anak bangsa dan produksi dalam negeri. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skuter Listrik Indomobil eMotor Sprinto Perkuat Komitmen Berkelanjutan

Skuter Listrik Indomobil eMotor Sprinto Perkuat Komitmen Berkelanjutan

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:37 WIB

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:55 WIB

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

News | Senin, 14 September 2026 | 18:17 WIB

Genjot Investasi Lokal, Thailand Mulai Naikkan Pajak Impor Mobil Listrik

Genjot Investasi Lokal, Thailand Mulai Naikkan Pajak Impor Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 10:50 WIB

BAIC T1 Unjuk Gigi di GIIAS Bandung 2026

BAIC T1 Unjuk Gigi di GIIAS Bandung 2026

Otomotif | Rabu, 09 September 2026 | 20:04 WIB

Sinergi Komunitas dan Perusahaan Pembiayaan Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Sinergi Komunitas dan Perusahaan Pembiayaan Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional

Otomotif | Rabu, 09 September 2026 | 14:36 WIB

Lawan Abrasi, Bagaimana Limbah Plastik Disulap Jadi Alat Penahan Ombak?

Lawan Abrasi, Bagaimana Limbah Plastik Disulap Jadi Alat Penahan Ombak?

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 14:55 WIB

Kurangi Ketergantungan Fosil, Bagaimana BRIN Ubah Minyak Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat?

Kurangi Ketergantungan Fosil, Bagaimana BRIN Ubah Minyak Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat?

News | Senin, 07 September 2026 | 10:58 WIB

Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

News | Minggu, 06 September 2026 | 12:05 WIB

Kemenperin Dorong Produsen Otomotif yang Masih Numpang Segera Bangun Fasilitas Produksi Sendiri

Kemenperin Dorong Produsen Otomotif yang Masih Numpang Segera Bangun Fasilitas Produksi Sendiri

Otomotif | Jum'at, 04 September 2026 | 16:50 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×