facebook

Dukung Kebijakan Satu Peta, Badan Informasi Geospasial Gandeng Grab

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Dukung Kebijakan Satu Peta, Badan Informasi Geospasial Gandeng Grab
Kebijakan Satu Peta. [Grab Indonesia]

Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Grab mendukung kesuksesan Kebijakan Satu Peta atau One Map Policy (OMP) yang digagas pemerintah.

Suara.com - Badan Informasi Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Grab mendukung kesuksesan Kebijakan Satu Peta atau One Map Policy (OMP) yang digagas pemerintah.

Kebijakan ini dilakukan demi mewujudkan tata kelola hutan dan pertanahan yang baik.

Grab akan mengumpulkan lebih dari 10.000 POI (Point of Interest) atau titik koordinat di tiga kota dan kabupaten yang menjadi pilot project, yakni Sukabumi, Sumedang, dan Tasikmalaya.

Dalam kolaborasi ini, pengumpulan POI didukung oleh mitra pengemudi dengan teknologi pengumpulan data yang dihadirkan oleh Grab.

Baca Juga: Gandeng Grab, Kominfo Dorong Literasi Digital di Indonesia

Data POI yang didapatkan tersebut akan masuk ke dalam peta dasar BIG yang akan dijadikan acuan dasar pembangunan ekonomi daerah.

Data POI juga akan masuk ke peta Grab. Sehingga ini memudahkan pelaku ekonomi seperti UMKM untuk diakses oleh masyarakat melalui layanan Grab.

Kebijakan Satu Peta. [Grab Indonesia]
Kebijakan Satu Peta. [Grab Indonesia]

Rudy Prawiradinata selaku Deputi Bidang Pengembangan Regional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan, perjanjian kerja sama ini merupakan langkah awal yang baik dalam mewujudkan Kebijakan Satu Peta (KSP) serta Satu Data Indonesia (SDI), guna mendukung pembangunan nasional.

"Kami berharap kolaborasi BIG dan Grab dalam pemanfaatan data toponimi Point of Interest (POI) dapat bermanfaat bagi masyarakat secara luas," kata Rudy dalam keterangan resminya, Senin (17/1/2022).

Selain itu, memperkuat dan memperkaya data toponimi yang ada melalui data yang diperoleh dari mitra pengemudi dan pengguna layanan Grab di Indonesia.

Baca Juga: Grab, Emtek, dan Bukalapak Kolaborasi Siapkan Solo Jadi Smart City

Kepala Badan Informasi Geospasial, Muh Aris Marfai mengatakan, kerja sama ini merupakan bentuk kontribusi bersama BIG dan Grab untuk memajukan perekonomian Indonesia.

Khususnya, dalam investasi dan perencanaan pembangunan melalui penyediaan data geospasial yang andal, cepat, dan akurat.

Menurutnya, kolaborasi pilot project pengumpulan POI terbaru di Sukabumi, Sumedang, dan Tasikmalaya diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan di kota lain ke depannya.

"Sekaligus bahan evaluasi untuk mengidentifikasi potensi-potensi baru. Dengan semangat gotong royong, kita membangun informasi geospasial yang lebih baik di Indonesia," ujarnya.

Neneng Goenadi selaku Country Managing Director of Grab Indonesia menyampaikan, suatu kehormatan bagi Grab yang dipercaya oleh BIG untuk turut menyukseskan Kebijakan Satu Peta melalui pengumpulan data POI di kota dan kabupaten yang ditargetkan.

Dengan ini, ujar Neneng, tersedianya data POI yang aktual dan akurat dapat membantu pembangunan ekonomi di tiap kota dan kabupaten serta nasional.

Aplikasi Grab. [Screenshot/ Tivan Rahmat]
Aplikasi Grab. [Screenshot]

"Kolaborasi ini sejalan dengan misi Grab For Good untuk memberikan dampak positif lewat teknologi, dan harapannya kami bisa melanjutkan pilot project ini dan menjalankannya di lebih banyak kota di tanah air," jelasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar