Peneliti Temukan Cara Baru Tes Covid-19 lewat Kamera HP

Liberty Jemadu, Dicky Prastya

Selasa, 01 Februari 2022 | 22:40 WIB
Peneliti Temukan Cara Baru Tes Covid-19 lewat Kamera HP
Ilmuwan di AS menemukan cara tes Covid-19 yang diklaim akurat menggunakan kamera ponsel. Foto: Petugas kesehatan melakukan tes usap antigen kepada calon penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/12/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Para peneliti dari University of California, Santa Barbara, Amerika Serikat, menemukan cara baru untuk tes Covid-19 berbasis kamera smartphone. Cara ini diklaim memiliki akurasi setara tes PCR yang berbasis laboratorium.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Network Open, para peneliti mengaku tes baru itu hanya memerlukan waktu selama 25 menit dan dapat diandalkan ketimbang tes yang saat ini ada di pasaran.

"Tes antigen cepat yang dibeli orang-orang memang tidak mahal dan cepat, namun belum tentu akurat," kata Michael Mahan selaku Profesor di Department of Molecular, Cellular, and Developmental Biology di University of California, dikutip dari NBC News, Selasa (1/2/2022).

"Sementara tes PCR adalah yang ideal karena hasilnya akurat dan sensitif, namun sangat mahal dan memerlukan banyak waktu," sambung Mahan.

Sistem tes Covid-19 yang dinamai smaRT-LAMP ini memerlukan kamera smartphone, aplikasi khusus, dan test kit untuk mengukur reaksi dari sampel air liur yang dicampur larutan kimia.

Test kit ini terdiri dari wadah untuk menampung ludah, hot plate, lampu LED, dan campuran bahan kimia yang diformulasikan secara khusus yang mencakup pewarna fluoresen. Bahan kimia itu nantinya menjadi tolak ukur untuk melihat reaksi dari hasil tes.

Sampel ludah dicampur dengan larutan dan ditempatkan di wadah, kemudian hot plate memanaskan campuran tersebut. Kemudian sampel ini dilihat dari aplikasi smartphone yang memanfaatkan kamera ponsel untuk mengambil foto setiap 10 detik untuk melihat hasilnya.

Mahan mengaku alat-alat tersebut memang memerlukan biaya sekitar 100 dolar AS atau Rp 1,4 jutaan. Namun pengujian tes tidak memerlukan peralatan atau keahlian khusus.

Setelah semuanya lengkap, tes bisa dijalankan dengan biaya sekitar 7 dolar AS atau Rp 100.000 untuk membeli larutan kimia yang diperlukan.

baca juga

Untuk membuktikan keampuhan tes, para peneliti mengumpulkan sampel dari 20 pasien Covid bergejala di Rumah Sakit Santa Barbara Cottage dan 30 orang tanpa gejala.

"Hasil pengujian dari total 50 sampel itu cocok dengan hasil tes PCR yang memiliki akurasi 100 persen," kata Mahan.

Mahan dan timnya akan mengembangkan sistem pengujian ini untuk penyedia layanan kesehatan. Tes ini juga diklaim bisa menjadi alternatif bagi mereka yang kekurangan biaya untuk tes PCR berbasis laboratorium.

Aplikasi yang dikembangkan Mahan bersama timnya ditujukan untuk perangkat Android yang bisa diunduh di Google Play Store. Ia berharap ke depannya aplikasi versi iOS juga bisa dirilis.

Selain Covid-19, Mahan mengklaim tes itu juga bisa dipakai untuk mendeteksi penyakit flu. Bahkan, teknologi bisa digunakan di masa depan untuk mendeteksi patogen lain seperti salmonella atau E.coli.

"Ide kami bukan untuk dipatenkan. Ini gratis dan bersifat open source. Orang-orang sedang berjuang, dan kami hanya ingin itu menjadi sesuatu yang baik bagi dunia," jelas Mahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Zamannya Pakai Lampu Pintar yang Bisa Berubah Warna Sesuai Mood Anda, Ini 5 Produk Terbaiknya

Zamannya Pakai Lampu Pintar yang Bisa Berubah Warna Sesuai Mood Anda, Ini 5 Produk Terbaiknya

Lifestyle | Kamis, 10 Juli 2025 | 11:41 WIB

Diam-diam Donald Trump Pernah Kirim Tes COVID-19 kepada Vladimir Putin

Diam-diam Donald Trump Pernah Kirim Tes COVID-19 kepada Vladimir Putin

News | Rabu, 09 Oktober 2024 | 10:22 WIB

Dharma Pongrekun: Mengapa Tes PCR Harus Dicolok-colok ke Hidung?

Dharma Pongrekun: Mengapa Tes PCR Harus Dicolok-colok ke Hidung?

Lifestyle | Senin, 07 Oktober 2024 | 13:58 WIB

Cegah Varian XBB Meluas, Reisa Broto Minta Tes Covid-19 Kembali Digalakkan

Cegah Varian XBB Meluas, Reisa Broto Minta Tes Covid-19 Kembali Digalakkan

News | Senin, 07 November 2022 | 21:06 WIB

Hal yang Diperbolehkan dan Dilarang saat Nonton Piala Dunia 2022 Langsung di Qatar, Jangan Coba-coba Melanggar

Hal yang Diperbolehkan dan Dilarang saat Nonton Piala Dunia 2022 Langsung di Qatar, Jangan Coba-coba Melanggar

Bola | Sabtu, 05 November 2022 | 10:10 WIB

Mantap! Nonton Piala Dunia 2022 di Qatar Bisa Lepas Masker

Mantap! Nonton Piala Dunia 2022 di Qatar Bisa Lepas Masker

Bola | Kamis, 27 Oktober 2022 | 16:04 WIB

Ketua AOC Kualanamu: Aturan Vaksin Booster Membebani Penumpang

Ketua AOC Kualanamu: Aturan Vaksin Booster Membebani Penumpang

Bisnis | Jum'at, 02 September 2022 | 07:51 WIB

Kasus Turun, Korsel Akan Hapus Syarat Tes Covid-19 Bagi Pendatang dari Luar Negeri

Kasus Turun, Korsel Akan Hapus Syarat Tes Covid-19 Bagi Pendatang dari Luar Negeri

News | Kamis, 01 September 2022 | 10:03 WIB

Amerika Serikat Tak Lagi Bagikan Alat Tes Covid-19 Mandiri, Ini Alasannnya

Amerika Serikat Tak Lagi Bagikan Alat Tes Covid-19 Mandiri, Ini Alasannnya

Health | Selasa, 30 Agustus 2022 | 14:00 WIB

Update Covid-19 Global: Jepang Bebaskan Tes Covid-19 untuk Turis Asing yang Sudah Vaksinasi Booster

Update Covid-19 Global: Jepang Bebaskan Tes Covid-19 untuk Turis Asing yang Sudah Vaksinasi Booster

Health | Jum'at, 26 Agustus 2022 | 07:45 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×