Waspada Scammers Menjerumuskan Pengguna ke Layanan Berbayar, Indonesia Jadi Target Trojan MobOk

Dythia Novianty

Rabu, 11 Mei 2022 | 15:10 WIB
Waspada Scammers Menjerumuskan Pengguna ke Layanan Berbayar, Indonesia Jadi Target Trojan MobOk
Ilustrasi serangan virus Trojan. [Shutterstock]

Suara.com - Peneliti Kaspersky telah mengamati scammers yang secara aktif menyebarkan Trojan dan secara diam-diam membuat pengguna berlangganan layanan berbayar.

Trojan ini menyamar sebagai berbagai aplikasi seluler, termasuk game populer, aplikasi perawatan kesehatan, dan editor foto.

Sebagian besar Trojan ini meminta akses ke pesan dan notifikasi pengguna, sehingga para scammers kemudian dapat mencegat pesan yang berisi kode konfirmasi.

Pengguna tidak secara sadar berlangganan layanan ini, tetapi justru menjadi korban para pelaku
kejahatan siber.

Para korban sering tidak menyadari bahwa langganan ini ada sampai akun ponsel mereka menunjukkan kejanggalan.

Menurut peneliti Kaspersky, Trojan yang paling banyak menyebar yang mendaftarkan pengguna ke
langganan yang tidak diinginkan adalah:

Aplikasi yang menyebabkan Trojan Jocker. [Kaspersky]
Aplikasi yang menyebabkan Trojan Jocker. [Kaspersky]

1. Jocker

Trojan dari keluarga Trojan.AndroidOS.Jocker dapat mencegat kode yang dikirim dalam pesan teks dan
mem-bypass solusi anti-fraud.

Mereka biasanya tersebar di Google Play, tempat para scammers mengunduh aplikasi yang sah dari toko, menambahkan kode berbahaya ke dalamnya, lalu mengunggahnya kembali dengan nama berbeda.

baca juga

Dalam kebanyakan kasus, aplikasi yang terinfeksi trojan ini memenuhi tujuannya dan pengguna tidak pernah curiga bahwa mereka adalah sumber ancaman.

Sejauh ini pada tahun 2022, Jocker paling banyak menyerang pengguna di Arab Saudi (21,20 persen),
Polandia, (8,98 persen), dan Jerman (6,01 persen).

2. MobOk

MobOk dianggap sebagai Trojan berlangganan paling aktif dengan lebih dari 70 persen pengguna ponsel telah berhadapan dengan ancaman ini.

Trojan MobOk sangat terkenal karena kemampuan tambahannya, selain membaca kode dari pesan, memungkinkannya untuk melewati CAPTCHA.

MobOK melakukan ini dengan mengirimkan gambar secara otomatis ke layanan yang dirancang untuk menguraikan kode yang ditampilkan.

Ilustrasi peretas sedang melancarkan serangan siber. [Shutterstock]
Ilustrasi peretas sedang melancarkan serangan siber. [Shutterstock]

Sejak awal tahun, MobOk Trojan paling sering menyerang pengguna di Rusia (31,01 persen), India (11,17 persen), dan Indonesia (11,02 persen).

3. Vesub

Trojan Vesub disebarkan melalui sumber tidak resmi dan meniru game hingga aplikasi populer, seperti
GameBeyond, Tubemate, Minecraft, GTA5, dan Vidmate.

Malware ini membuka jendela tak terlihat, meminta untuk berlangganan, dan kemudian memasukkan kode yang disadap dari pesan teks yang diterima korban.

Setelah itu, pengguna berlangganan layanan tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka.

Sebagian besar aplikasi ini tidak memiliki fungsionalitas yang sah.

Mereka langsung membuat pengguna berlangganan segera setelah diluncurkan, sementara korban hanya melihat jendela pemuatan.

Dua dari lima pengguna yang berhadapan dengan trojan Vesub berada di Mesir (40,27 persen).

Keluarga Trojan ini juga telah aktif di Thailand (25,88 persen) dan Malaysia (15,85 persen).

Aplikasi palsu yang sering digunakan Vesub. [Kaspersky]
Aplikasi palsu yang sering digunakan Vesub. [Kaspersky]

4. GriftHorse.l

Tidak seperti yang telah disebutkan di atas, Trojan satu ini tidak memasukkan korban ke layanan
berlangganan pihak ketiga, melainkan menggunakan miliknya sendiri.

Pengguna akhirnya berlangganan salah satu layanan ini hanya dengan tidak membaca perjanjian pengguna dengan cermat.

Misalnya, ada aplikasi yang baru-baru ini menyebar secara intensif di Google Play, menawarkan untuk menyesuaikan rencana penurunan berat badan pribadi dengan biaya token.

Aplikasi tersebut berisi cetakan kecil yang menyebutkan biaya berlangganan dengan penagihan otomatis. Ini berarti uang akan dipotong dari rekening bank pengguna secara otomatis tanpa perlu konfirmasi lebih lanjut dari pengguna.

“Aplikasi dapat membantu kita tetap terhubung, bugar, terhibur, dan secara umum membuat hidup kita lebih mudah. Sayangnya, penjahat dunia maya menggunakan ini untuk keuntungan mereka," ujar Igor Golovin, pakar keamanan di Kaspersky.

Beberapa aplikasi dirancang untuk mencuri uang dengan membuat pengguna berlangganan layanan yang tidak diinginkan.

"Ancaman ini dapat dicegah, itulah sebabnya penting untuk mengetahui tanda-tanda yang menunjukkan aplikasi Trojan," katanya dalam keterangan resminya, Rabu (11/5/2022).

Bahkan jika memercayai aplikasi tersebut, kamu harus menghindari untuk memberikan terlalu banyak izin dan akses.

Ilustrasi notifikasi pada smartphone. [Shutterstock]
Ilustrasi notifikasi pada smartphone. [Shutterstock]

"Hanya izinkan akses ke notifikasi untuk aplikasi yang membutuhkannya dan untuk melakukan tujuan yang dimaksudkan, misalnya, untuk mentransfer notifikasi ke perangkat wearable," tukas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Jerman, Italia Batasi Penggunaan Antivirus Kaspersky dari Rusia

Usai Jerman, Italia Batasi Penggunaan Antivirus Kaspersky dari Rusia

Tekno | Selasa, 22 Maret 2022 | 12:51 WIB

Ponsel Android dengan Chip Unisoc Disebut Lebih Rentan Dibobol Peretas

Ponsel Android dengan Chip Unisoc Disebut Lebih Rentan Dibobol Peretas

Tekno | Senin, 21 Maret 2022 | 22:16 WIB

33 Kerentanan Ditemukan dalam Transfer Data Telehealth, Waduh!

33 Kerentanan Ditemukan dalam Transfer Data Telehealth, Waduh!

Tekno | Minggu, 20 Maret 2022 | 06:12 WIB

Tips Tetap Aman Secara Digital saat Bekerja dengan Freelancer

Tips Tetap Aman Secara Digital saat Bekerja dengan Freelancer

Tekno | Minggu, 13 Maret 2022 | 09:57 WIB

Bahaya, Peneliti Sebut 43% Bisnis Tidak Melindungi Rangkaian IoT Mereka

Bahaya, Peneliti Sebut 43% Bisnis Tidak Melindungi Rangkaian IoT Mereka

Tekno | Rabu, 09 Maret 2022 | 09:34 WIB

Peneliti Temukan Malware SharkBot di Aplikasi Antivirus Android, Bisa Rampok Rekening Bank

Peneliti Temukan Malware SharkBot di Aplikasi Antivirus Android, Bisa Rampok Rekening Bank

Tekno | Selasa, 08 Maret 2022 | 17:10 WIB

Terkini

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Review Dream To You: Romansa Hangat Cinta Pertama, Luka dan Impian

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

Kota Makin Padat, Banjir Mengintai: Akademisi Soroti Teknologi Pengendalian Air di PIK2

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Gen Z Fasih Bahasa Inggris, tapi Makin Asing dengan Bahasa Ibu, Mengapa?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:35 WIB

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

3,28 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Tol Banyumanik, Negara Berpotensi Rugi Rp3,17 Miliar

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Menjelang Snoopy Run 2026, Saatnya Menjelajah Dunia Peanuts Selama 54 Hari di Sini!

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:28 WIB

The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam

The Last House: Pesan Moral Mendalam tentang Hubungan Manusia dan Alam

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:25 WIB

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim, Ada yang Dijual Rp42 Ribu/Kg

Bisnis | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!

Belanja Mewah di SEIBU Dapat Voucher Gratis? Cek Promo BRI Ini!

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:22 WIB

Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777

Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta

Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta

Jakarta | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×