facebook

Pernah Serang Indonesia, Peretas Rusia Ancam Gulingkan Pemerintahan Kosta Rika

Liberty Jemadu
Pernah Serang Indonesia, Peretas Rusia Ancam Gulingkan Pemerintahan Kosta Rika
Kelompok peretas Rusia, Conti mengancam akan menggulingkan pemerintah Kosta Rika. Foto: Ilustrasi seorang peretas menyerahkan kunci untuk membuka data setelah korban ransomware menyerahkan sejumlah uang tebusan. (Shutterstock)

Kelompok peretas Rusia, Conti mengancam menggulingkan pemerintah Kosta Rika yang baru memerintah selama satu pekan.

Suara.com - Conti, sebuah kelompok peretas asal Rusia, mengancam akan menggulingkan pemerintah Kosta Rika setelah berhasil menguasai sistem komputer di sejumlah besar lembaga pemerintahan dengan ransomware.

Gang ransomware yang juga pernah meretas sistem komputer Bank Indonesia itu mengancam Presiden Rodrigo Chavez, yang baru dilantik sepekan lalu, untuk membayar tebusan sebesar Rp 20 juta. Jika tidak, maka rezimnya akan dilengserkan.

Menanggapi ancaman itu Chavez mengatakan bahwa serangan peretas itu turut dibantu oleh orang dalam pemerintah. Ia juga menyalahkan pendahulunya, Carlos Alvarado yang dinilai kurang berinvestasi di bidang keamanan siber.

"Kita sedang berperang dan saya tidak sedang membesar-besarkan masalah," kata Chavez seperti dilansir dari AP Selasa (17/5/2022).

Baca Juga: Permintaan Tebusan Ransomware Naik Tajam di 2021

Ia juga mengatakan bahwa serangan siber yang melumpuhkan sistem komputer di 27 lembaga negara itu adalah bentuk serangan kelompok teroris.

Sementara Conti, dalam pesan yang disebarkan Senin kemarin mengatakan bahwa mereka memiliki kaki tangan di dalam pemerintah Kosta Rika.

"Selain punya orang dalam, kami juga sedang berusaha merebut akses sistem lain milik pemerintah. Kalian tak punya pilihan selain membayar tebusan. Kami tahu kalian menyewa ahli pemulihan data, jangan macam-macam," ancam Conti.

Meski demikian para ahli menilai ancaman untuk melengserkan pemerintah hanya omong kosong belaka.

"Ancaman untuk menggulingkan pemerintah hanya upaya mereka membuat keributan dan tak layak dianggap serius," kata pakar ransomware dari perusahaan keamanan siber Emsisoft, Brett Callow.

Baca Juga: Waspada Ransomware BlackCat, Metodenya Canggih

Callow mengatakan ancaman Conti soal peretasan sistem harus diseriusi, karena ada potensi sistem-sistem komputer serta data-datanya disandera oleh kelompok tersebut.

Conti menyerang Kosta Rika pada April lalu. Kelompok itu menerobos sistem komputer milik kementerian keuangan. Belakangan semakin banyak komputer di lembaga negara lain yang dikuasai dan tak bisa berfungsi.

Gang ransomware Conti sendiri menjadi buruan di berbagai negara. Per Januari 2022, sudah lebih dari 1000 korban serangan siber dari kelompok ini. Korban-korbannya diperkirakan sudah membayar tebusan hingga lebih dari 150.000.000 juta dolar AS.

Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah 10 juta dolar untuk informasi tentang para pemimpin Conti.

Komentar