Suara.com - Uni Eropa bersiap menyelesaikan undang-undang baru yang memaksa produsen ponsel menggunakan kabel USB-C. Aturan ini bisa memaksa Apple untuk menerapkan USB-C untuk menggantikan kabel lightning di seri iPhone terbarunya.
Menurut laporan Gizchina, Senin (6/6/2022), negara dan anggota parlemen Uni Eropa bakal bertemu pada Selasa besok untuk membahas dan menyelesaikan proposal regulasi baru.
Aturan ini nantinya bakal mengharuskan perangkat elektronik untuk menggunakan port USB-C, entah itu smartphone, tablet, ataupun headphone.
Uni Eropa beralasan kalau regulasi baru ini diberlakukan demi faktor lingkungan. Penyeragaman port USB-C ke perangkat ini diperkirakan mampu mengurangi limbah elektronik dan menghemat biaya konsumen hingga 250 juta euro atau Rp 3,8 triliun di tiap tahunnya.
Bahkan Uni Eropa telah menggodok aturan penyeragaman USB-C ini selama lebih dari 10 tahun. Jika aturan ini berhasil diterapkan, maka ini jadi langkah kedua Uni Eropa yang sebelumnya sukses menyamakan port micro USB ke perangkat elektronik.
Menurut laporan,diskusi minggu depan yang dilakukan Uni Eropa adalah pertemuan kedua dan mungkin jadi yang terakhir. UE juga bertekad untuk menerapkan aturan USB-C ini dalam skala besar, yang kemungkinan juga bakal dihadirkan untuk laptop.
Di sisi lain, Apple disebut jadi satu-satunya pihak yang menentang regulasi ini. Perusahaan asal Cupertino itu justru lebih menyukai wireless charger ketimbang memasang port USB-C di iPhone.
Namun laporan terbaru mengatakan kalau Apple perlahan mulai mengikuti regulasi ini. Itu artinya, iPhone terbaru Apple kemungkinan bakal dirilis dengan port USB-C alih-alih Lightning.
Meskipun iPhone belum menerapkan port USB-C, produk buatan Apple lainnya saat ini sudah menggunakan port tersebut. Perangkat itu adalah MacBook dan iPad terbaru yang kini sudah memakai USB-C.