Startup Banyak Gunakan Layanan Chatbot, Lebih Efisien

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 22 Juni 2022 | 22:04 WIB
Startup Banyak Gunakan Layanan Chatbot, Lebih Efisien
Ilustrasi Chatbot. [Shutterstock]

Suara.com - Perusahaan rintisan atau startup menempati posisi kedua terbesar sebagai industri yang intensif menggunakan chatbot dalam kegiatan operasionalnya, menurut data dari jumlah bisnis yang dibantu oleh Kata.ai.

“Perusahaan startup merupakan kategori pelanggan kedua terbesar kami setelah segmen enterprise, jumlahnya mencapai 18,4 persen dari total bisnis yang kami dukung,” kata CEO & Co-Founder Kata.ai Irzan Raditya melalui siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Menurut Irzan, ragam bidang pada perusahaan rintisan tersebut bervariasi dan banyak, mulai dari e-commerce, edutech, healthcare, dan fintech. Kata.ai sendiri telah membantu lebih dari 150 bisnis lewat teknologi chatbot.

Salah satu alasan banyak perusahaan rintisan menggunakan chatbot, kata Irzan, berangkat dari kebutuhan mereka untuk bisa melakukan kegiatan operasional selama 24/7 dengan sumber daya serta investasi dana operasional yang lebih efisien.

Teknologi chatbot dapat difokuskan untuk melayani konsumen secara 24/7. Dengan teknologi ini, konsumen mampu berkomunikasi secara langsung dengan sebuah bisnis secara real time dengan tingkat akurasi pengenalan bahasa yang tinggi.

Walau pengembangan bahasa Indonesia dalam sistem memiliki tantangan sendiri karena banyaknya istilah serta slang yang berkembang, Irzan mengatakan produknya mempunyai ketepatan akurasi yang tinggi.

“Produk kami Kata Platform memiliki tingkat akurasi tinggi untuk mengenali bahasa Indonesia secara cepat dengan tingkat akurasi ketepatan mencapai 87 persen,” kata Irzan.

Dari sisi operasional, kehadiran manusia sebagai agen customer service dapat difokuskan kepada tingkat pekerjaan yang lebih sulit serta melibatkan sisi emosional terutama dalam kasus keluhan pelanggan.

Kecanggihan chatbot juga memberikan kesempatan bagi manusia untuk berfokus pada masalah yang belum bisa ditangani oleh chatbot sehingga penyusunan strategi operasional yang tepat mampu berorientasi ke arah bisnis yang semakin efisien serta produktif.

Baca Juga: Insinyur Google Diskors Usai Klaim Chatbot "Hidup" seperti Manusia

“Dengan menerapkan chatbot pada bisnis, riset internal kami membuktikan bisnis mampu menghemat biaya operasional sampai 70 persen,” ujar Irzan. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI