NASA Pilih 13 Daerah Pendaratan Astronaut di Bulan pada 2026

Dythia Novianty

Minggu, 21 Agustus 2022 | 07:50 WIB
NASA Pilih 13 Daerah Pendaratan Astronaut di Bulan pada 2026
Misi Artemis 3. [Wikipedia]

Suara.com - NASA mengungkap 13 daerah pendaratan di dekat Kutub Selatan Bulan yang akan dilakukan dalam misi Artemis 3 akan datang.

Rencananya pada 2026 mendatang, NASA akan mendaratkan dua astronaut lelaki dan perempuan di permukaan Bulan.

Setiap wilayah sekitar 10 kali 10 mil (15 kali 15 kilometer) dan masing -masing berisi beberapa lokasi pendaratan dengan jari -jari sekitar 328 kaki (100 meter).

"Sebuah wilayah dapat dianggap sebagai serangkaian tempat parkir, sedangkan sebuah situs adalah tempat parkir tunggal untuk pendarat," terang Jacob Bleacher, Kepala Ilmuwan Eksplorasi di NASA, dilansir laman Independent, Minggu (21/8/2022).

NASA mengumpulkan data di daerah-daerah tersebut menggunakan Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO), yang diluncurkan pada 2009 dan masih mengorbit Bulan.

LRO telah memetakan daerah kutub Bulan dan pengorbitnya sangat penting, dalam membantu NASA mencari tahu di mana ia dapat mendarat selama misi Bulan di masa depan.

Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO). [Earth, Planets and Space]
Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO). [Earth, Planets and Space]

Artemis 3 memiliki pandangan yang ditetapkan di Kutub Selatan Bulan, sebuah area yang sangat menarik karena mungkin mengandung es air di daerah yang dibayangi.

Air di Bulan dianggap sebagai keuntungan besar bagi eksplorasi ruang angkasa di masa depan.

Kutub Selatan memiliki area yang secara permanen terselubung dalam kegelapan dan area lain yang terus-menerus dimandikan di bawah sinar matahari.

baca juga

Rasio cahaya-ke-gelap ini bervariasi pada jarak yang sekecil beberapa mil.

"Menemukan lokasi jumlah cahaya yang lebih besar dari rata-rata, memungkinkan kita merancang sistem yang memanfaatkan cahaya untuk energi dan kontrol termal," kata Jacob Bleacher.

"Demikian pula, lokasi bayangan permanen yang unik untuk kutub memberikan peluang untuk air dan volatil lainnya yang terperangkap di sana," tambahnya.

Jadi sementara Kutub Selatan memang memiliki keunggulan tertentu, NASA juga memiliki banyak masalah teknis untuk dipertimbangkan ketika memutuskan di mana harus mendarat.

"Situs pendaratan Apollo berada di bagian tengah sisi dekat dan sekarang kita akan pergi ke suatu tempat yang sama sekali berbeda, di medan geologi yang berbeda dan kuno," kata Sarah Noble, Artemis Lunar Science.

NASA membentuk tim ilmuwan dan insinyur yang luas agar dapat melihat lebih dari beberapa dekade data untuk mengevaluasi aksesibilitas daerah pendaratan di Kutub Selatan.

Kutub Selatan Bulan. [WIkipedia]
Kutub Selatan Bulan. [WIkipedia]

Semua itu akan dilihat dari sisi pendaratan yang aman, kemudahan komunikasi, dan kondisi pencahayaan yang tepat.

Tim juga mempertimbangkan kemampuan sistem peluncuran luar angkasa NASA, Pesawat Luar Angkasa Orion, dan Sistem Pendaratan Manusia Starship SpaceX.

Setelah dua tahun musyawarah, tim datang dengan 13 daerah pendaratan yang dekat dengan Kutub Selatan.

Space Agency sedang bekerja untuk mempersempit daftar ini sebagai tanggal peluncuran Misi Artemis 3 semakin dekat.

Saat ini, misi itu tidak akan terjadi sebelum 2026.

Beberapa situs pendaratan hanya dapat diakses selama jendela peluncuran tertentu, sehingga memiliki opsi memberi Space Agency lebih fleksibel untuk meluncurkan misi Artemis 3 sepanjang tahun.

Roket SLS NASA saat ini duduk tinggi di Launchpad di Kennedy Space Center di Florida menunggu peluncurannya untuk Misi Artemis 1 yang tidak dikerjakan.

Misi saat ini dijadwalkan untuk 29 Agustus mendatang, dengan jendela cadangan tersedia pada 2 September dan 5 September nanti.

Artemis 2, yang saat ini dijadwalkan untuk akhir 2024, akan memiliki kru di atas kapsul Orion untuk perjalanan ke Bulan tetapi tidak akan mendarat di permukaan.

Logo NASA. [Shutterstock]
Logo NASA. [Shutterstock]

Itulah tugas Artemis 3, yang dapat diluncurkan segera setelah 2026.

Tidak seperti Apollo, program Artemis tidak hanya ingin mendaratkan manusia untuk tugas singkat.

Tujuannya adalah untuk membangun dan mempertahankan kehadiran di dan sekitar satelit alami Bumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Fakta Menarik Teleskop Luar Angkasa James Webb, Canggih Potret Keindahan Galaksi

6 Fakta Menarik Teleskop Luar Angkasa James Webb, Canggih Potret Keindahan Galaksi

Tekno | Senin, 18 Juli 2022 | 13:46 WIB

Melihat Keindahan Alam Semesta Hasil Bidikan Teleskop Luar Angkasa James Webb

Melihat Keindahan Alam Semesta Hasil Bidikan Teleskop Luar Angkasa James Webb

Foto | Senin, 18 Juli 2022 | 12:00 WIB

NASA Lilhat Objek Aneh di Mars, Apakah Itu?

NASA Lilhat Objek Aneh di Mars, Apakah Itu?

Tekno | Minggu, 17 Juli 2022 | 06:53 WIB

NASA Bagikan Foto Jupiter Pertama JWST

NASA Bagikan Foto Jupiter Pertama JWST

Tekno | Kamis, 14 Juli 2022 | 11:16 WIB

NASA Bagikan Gambar Pertama Diambil Teleskop James Webb

NASA Bagikan Gambar Pertama Diambil Teleskop James Webb

Tekno | Selasa, 12 Juli 2022 | 11:33 WIB

Stasiun Luar Angkasa Jadi Rebutan Rusia dan NASA

Stasiun Luar Angkasa Jadi Rebutan Rusia dan NASA

Tekno | Selasa, 12 Juli 2022 | 07:13 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×