Internet Dibatasi, Elon Musk Kirim Starlink ke Iran

Dythia Novianty | Dicky Prastya
Internet Dibatasi, Elon Musk Kirim Starlink ke Iran
Gambar pengambilan video SpaceX ini menunjukkan Starlink operasional pertama SpaceX selama peluncuran pada Falcon 9 yang digunakan kembali pada 11 November 2019 di Cape Canaveral, Florida. [HO/SPACEX/AFP]

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk telah mengirim layanan Starlink berbasis satelit ke Iran.

Suara.com - CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk telah mengirim layanan Starlink berbasis satelit ke Iran.

Pasalnya, pemerintah telah membatasi akses internet setelah protes makin meluas.

Pemerintah Iran telah memutus akses internet sejak Rabu waktu setempat, setelah meluasnya protes warga atas kematian seorang perempuan berusia 12 tahun, Mahsa Amini, yang diduga dilakukan polisi, seperti dilansir dari Gadgets360, Minggu (25/9/2022).

Jumat kemarin, Elon Musk telah mengisyaratkan bahwa dirinya bakal menyediakan layanan satelit Starlink agar tersedia di Iran.

Baca Juga: Kasus Gugatan Twitter, Elon Musk Akan Bersaksi Pekan Depan

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengutarakan soal memajukan kebebasan internet dan arus informasi bebas bagi rakyat Iran melalui akun Twitternya.

Dari sana ia mengeluarkan Lisensi Umum (General License) untuk memberi mereka akses yang lebih besar ke komunikasi digital, untuk melawan penyensoran yang dilakukan pemerintah Iran.

Ilustrasi internet. [fancycrave1/Pixabay]
Ilustrasi internet. [fancycrave1/Pixabay]

Dari cuitan tersebut, Elon Musk kemudian membalas 'Activating Starlink'.

Demonstran Iran sendiri menuntut hak-hak dasar kebebasan dan menggelar protes menentang aturan berpakaian wajib, termasuk wajib mengenakan jilbab.

Protes di Iran meletus akhir pekan lalu setelah Mahsa Amini meninggal menyusul penahanannya oleh polisi moral Iran.

Baca Juga: Arab Saudi Beli Sepasang Kursi Astronaut SpaceX dari Axiom

Dia meninggal beberapa hari setelah mengalami koma saat ditahan atas tuduhan melanggar undang-undang terkait jilbab.