Kaspersky Blokir Lebih dari 260 Ribu Serangan RDP per Hari di Asia Pasific, Semester I 2022

Dythia Novianty

Senin, 03 Oktober 2022 | 13:18 WIB
Kaspersky Blokir Lebih dari 260 Ribu Serangan RDP per Hari di Asia Pasific, Semester I 2022
Ilustrasi bekerja dari rumah. [Pexel/Andrea Piacquadio]

Suara.com - Seiring sistem bekerja hybrid dan jarak jauh terus diterapkan di Asia Tenggara (SEA), Kaspersky telah menggagalkan lebih dari 47 juta serangan Remote Desktop Protocol (RDP) di wilayah tersebut selama
Semester I 2022.

Jumlah Bruteforce.Generic.RDP yang menargetkan pekerja jarak jauh di wilayah tersebut mencatat sebanyak 47.802.037 insiden dari Januari hingga Juni tahun ini.

Rata-rata, solusi Kaspersky memblokir 265.567 serangan brute force di Asia Tenggara per hari-nya.

Pada periode tersebut, Kaspersky telah mengamankan sebagian besar pengguna dari Vietnam, Indonesia, dan Thailand dari jenis ancaman ini.

Statistik ini didasarkan pada hasil deteksi produk Kaspersky yang diterima dari pengguna yang menyetujui untuk memberikan data statistik.

RDP adalah protokol milik Microsoft yang enyediakan pengguna dengan antarmuka grafis untuk terhubung ke komputer lain melalui jaringan.

Serangan RDP Semester I 2022. [Kaspersky]
Serangan RDP Semester I 2022. [Kaspersky]

RDP banyak digunakan oleh administrator sistem dan pengguna yang tidak terlalu-teknis untuk mengontrol server dan PC lain dari jarak jauh.

Serangan Bruteforce.Generic.RDP mencoba menemukan pasangan login/sandi RDP yang valid, dengan cara sistematik memeriksa semua kemungkinan sandi hingga ditemukan yang benar.

Serangan Bruteforce.Generic.RDP yang berhasil memungkinkan penyerang untuk mendapatkan akses jarak jauh ke komputer host yang ditargetkan.

baca juga

Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky melihat, bekerja dari rumah atau di mana pun di luar kantor, mengharuskan karyawan untuk masuk ke sumber daya perusahaan dari jarak jauh dari perangkat pribadi mereka.

Menurutnya, salah satu alat yang paling umum digunakan untuk menjawab kebutuhan ini adalah RDP.

Dia menambahkan, Microsoft 365 masih merupakan perangkat lunak pilihan yang digunakan oleh perusahaan dan Asia Tenggara memiliki lebih dari 680 juta orang, setengahnya berusia di bawah 30 tahun dan sangat paham teknologi.

"Oleh karena itu, kami melihat penggunaan protokol ini terus berlanjut karena kerja jarak jauh tetap menjadi norma dan potensi pelaku kejahatan siber akan terus melanjutkan pengejaran mereka untuk berkompromi dengan perusahaan dan organisasi di wilayah ini melalui serangan brutal,” jelas Yeo Siang Tiong.

Sementara serangan RDP secara konseptual bukanlah hal baru, Kaspersky mencatat bahwa pelaku kejahatan siber mengeksploitasi tren terkini dan lingkungan jarak jauh dan hibrida untuk menargetkan perusahaan.

Serangan brute force pada RDP bukanlah hal baru, tetapi belum pernah ada begitu banyak
karyawan yang menggunakan protokol ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset: Sektor Energi Indonesia Akan Jadi Sasaran Serangan Siber

Riset: Sektor Energi Indonesia Akan Jadi Sasaran Serangan Siber

Tekno | Senin, 19 September 2022 | 14:11 WIB

BSSN Bantu Universitas Brawijaya Atas Serangan Siber yang Incar Data Alumni

BSSN Bantu Universitas Brawijaya Atas Serangan Siber yang Incar Data Alumni

Tekno | Selasa, 13 September 2022 | 21:33 WIB

Kepala BSSN: Serangan Siber Bjorka Termasuk Intensitas Rendah

Kepala BSSN: Serangan Siber Bjorka Termasuk Intensitas Rendah

Tekno | Selasa, 13 September 2022 | 19:25 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×