BRIN Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Potensi Kekeringan di 2023

Liberty Jemadu

Kamis, 16 Februari 2023 | 17:49 WIB
BRIN Terapkan Teknologi Modifikasi Cuaca untuk Antisipasi Potensi Kekeringan di 2023
Sejumlah personel TNI AU memasang penampung garam atau consul pada Pesawat CN 295 dalam Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (3/1/2020). [Antara/Aprillio Akbar]

Suara.com - Direktur Kebijakan Pembangunan Lingkungan Hidup, Kemaritiman, Sumber Daya Alam, dan Ketenaganukliran, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), M. Abdul Kholiq menyatakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) akan diterapkan untuk mengantisipasi potensi kekeringan di 2023.

Sebelumnya BMKG memprediksi bahwa musim kemarau 2023 akan lebih kering dibandingkan dengan tiga tahun terakhir. Ini akan berdampak pada menyusutnya sumber daya air, kehutanan, pertanian, dan kebencanaan.

Untuk menjaga ketersediaan air di waduk-waduk irigasi dan PLTA, BRIN telah menjalin komunikasi dengan Kementerian PUPR dan beberapa pengelola waduk, di antaranya di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, DAS Cascade Citarum, dan Danau Toba untuk melaksanakan operasi TMC, guna mengantisipasi defisit air pada musim kemarau 2023.

"Hujan hasil TMC akan lebih besar intensitasnya dibandingkan dengan hujan alami tanpa intervensi TMC, sehingga diharapkan volume air yang dihasilkan juga akan lebih besar," kata Abdul Kholiq, saat konferensi pers 10th World Water Forum (WWF) Kick-Off Meeting, di Jakarta Convention Center, Rabu, 15 Februari 2023, seperti dikutip dari keterangan tertulis BRIN.

Dia menambahkan, TMC di sejumlah waduk akan dilaksanakan pada masa peralihan, dalam kondisi daya tampung waduk masih mencukupi dan awan-awan potensial layak semai masih tersedia.

Pihaknya juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) untuk keperluan pembasahan lahan gambut, guna mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kerja sama dengan KLHK dan BRGM sudah dilaksanakan sejak tahun 2021, dan masih akan dilanjutkan untuk mengantisipasi dampak iklim dan cuaca ekstrim pada tahun 2023," katanya.

"BRIN dengan SDM yang unggul dan TMC yang dimiliki, juga siap berperan serta membantu BNPB dalam upaya pemadaman karhutla," sambung Abdul Kholiq.

BRIN juga intensif melakukan riset dan inovasi di bidang pengelolaan sumber daya air, teknologi pengolahan air, dan teknologi pemantauan kualitas lingkungan.

"Hasil riset dan inovasi BRIN ini akan disampaikan oleh Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan dan Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi BRIN pada sesi diskusi kegiatan Kick off Meeting WWF ini, yaitu pada sub tema Knowledge and Innovation," ungkap Abdul Kholiq.

baca juga

Dia membeberkan, riset dan inovasi pengelolaan sumber daya air antara lain konservasi sumber daya air, yaitu perlindungan sumber-sumber air, baik air permukaan, air tanah, dan air bawah tanah. Kemudian konservasi lanskap untuk perbaikan kualitas siklus hidrologi atau peningkatan serapan dan mengurangi limpasan air permukaan.

"Ada juga pengembangan smart water management system atau sistem cerdas pengelolaan sumber daya air, dengan memanfaatkan teknologi informasi, dan dilanjutkan dengan Decision Support System (DSS)," jelasnya.

Teknologi pengolahan air yang dikembangkan BRIN juga meliputi pengolahan air limbah, pengolahan air bersih, dan pengolahan air minum atau air siap minum, serta teknologi pemantau kualitas air secara online.

"Sejauh ini sudah banyak dimanfaatkan untuk pemantauan kualitas air sungai, danau, dan buangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)," tambahnya.

Menurut Abdul Kholiq, 10th WWF Kick-Off Meeting ini menjadi momentum bagi BRIN untuk menyampaikan hasil riset dan inovasi dalam pengelolaan air.

"Ini menjadi kesempatan baik bagi BRIN untuk menyampaikan hasil riset dan inovasi selama ini, contohnya TMC yang terbukti sangat dibutuhkan, juga teknologi pengelolaan sumber daya air lainnya yang perlu dikenalkan kepada masyarakat luas. Kesempatan ini menjadi ajang untuk mengenalkan berbagai skema kerja sama di BRIN yang bisa ditawarkan, baik lingkup nasional, regional seperti ASEAN dan Asia Pasifik, maupun dunia," katanya.

Pada kesempatan terpisah, Presiden World Water Council, Loic Fauchon, mengatakan, air merupakan salah satu elemen alam yang tidak bisa direpoduksi. Berbeda dengan udara atau tanah yang bisa dihasilkan kembali, sehingga sangat penting untuk menjaga ketersediaannya. The 10th WWF menjadi momentum untuk meningkatkan kerja sama pengelolaan air secara global.

"Sudah seharusnya air menjadi agenda prioritas. Kita membutuhkan political will yang nyata di semua tingkat pengambilan keputusan. Berhenti mengabaikan air! Mari kenali, hormati, lestarikan, dan selamatkan air," pungkasnya.

Perhelatan 10th WWF Kick-off Meeting, merupakan rangkaian dari persiapan menuju WWF. WWF ke-10 akan diselenggarakan di Bali pada 18 hingga 24 Mei 2024, mengangkat tema "Water For Shared Prosperity", untuk menjawab tantangan dan potensi global yang diakibatkan oleh peningkatan pertumbuhan penduduk dan urbanisasi.

WWF merupakan wadah pertemuan para pemimpin negara, korporasi, NGO, media, dan masyarakat umum, untuk mencari solusi yang berkaitan dengan manajemen air yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

News | Minggu, 06 September 2026 | 12:05 WIB

Memanen Panas yang Terbuang, Bagaimana BRIN Kembangkan Teknologi Termoelektrik?

Memanen Panas yang Terbuang, Bagaimana BRIN Kembangkan Teknologi Termoelektrik?

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:52 WIB

Mengenal Ubi Bombing, Alternatif Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

Mengenal Ubi Bombing, Alternatif Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:03 WIB

BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla Dinilai Sangat Memungkinkan

Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla Dinilai Sangat Memungkinkan

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Di Depan Presiden Timor Leste, Megawati Ungkap Salju Abadi Papua Bakal Lenyap 3 Tahun Lagi

Di Depan Presiden Timor Leste, Megawati Ungkap Salju Abadi Papua Bakal Lenyap 3 Tahun Lagi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Indonesia dan Malaysia Garap Proyek Baterai Nusantara untuk Kendaraan Listrik

Indonesia dan Malaysia Garap Proyek Baterai Nusantara untuk Kendaraan Listrik

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Hadapi Perubahan Iklim, BRIN Dorong Riset Kelautan Indonesia-Tiongkok

Hadapi Perubahan Iklim, BRIN Dorong Riset Kelautan Indonesia-Tiongkok

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:16 WIB

Bukan Water Bombing! Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong untuk Atasi Karhutla

Bukan Water Bombing! Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong untuk Atasi Karhutla

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 17:24 WIB

Punya Potensi Air Hujan Besar: Mengapa Semarang Hanya Bisa Manfaatkan 27 Persen?

Punya Potensi Air Hujan Besar: Mengapa Semarang Hanya Bisa Manfaatkan 27 Persen?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:59 WIB

Terkini

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

Update Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Malam Ini: Bergerak ke Timur, Sumsel Bersiap Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:45 WIB

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Darurat Abu Vulkanik, Bupati Bogor Instruksikan Sekolah Daring dan Penyemprotan Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 23:30 WIB

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:11 WIB

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 23:01 WIB

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50

Sumsel | Minggu, 06 September 2026 | 22:36 WIB

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor Diselimuti Abu Vulkanik, 11 Sektor Damkar Lakukan Penyemprotan Light Water Spray Masif

Bogor | Minggu, 06 September 2026 | 22:29 WIB

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

BRI: Teknologi Digital Harus Bantu Generasi Muda Kelola Keuangan

Surakarta | Minggu, 06 September 2026 | 22:27 WIB

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

BRI Dorong Generasi Muda Kelola Penghasilan untuk Bangun Aset Masa Depan

Malang | Minggu, 06 September 2026 | 22:24 WIB

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

BRI Dorong Financial Growth Mindset Bagi Masa Depan Generasi Muda

Kaltim | Minggu, 06 September 2026 | 22:21 WIB

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

BRI: Semakin Awal Menabung dan Investasi, Semakin Panjang Waktu Bangun Aset

Kalbar | Minggu, 06 September 2026 | 22:18 WIB

×