Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:08 WIB
Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut
Kehidupan laut yang berwarna-warni dan terumbu karang yang indah di bawah air jernih Papua Barat. (dok.Pexels/Tom Fisk)
baca 10 detik
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional mengkaji pemanfaatan polimer laut untuk kemasan pangan ramah lingkungan pada Selasa.
  • Peneliti BRIN dan IPB University menyatakan hasil samping ikan serta polimer laut berpotensi diolah secara optimal.
  • Pengembangan bahan kemasan alternatif tersebut masih memerlukan penelitian dan pengujian keamanan lanjutan sebelum diterapkan secara luas.

Suara.com - Sampah plastik terus menjadi tantangan karena plastik sintetis masih banyak digunakan untuk mengemas makanan. Salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan tersebut adalah mengembangkan alternatif kemasan dari sumber daya alam, termasuk potensi polimer yang berasal dari laut.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengkaji pemanfaatan sumber daya laut untuk mengembangkan bahan kemasan pangan yang lebih ramah lingkungan. Namun, bahan alternatif ini masih memerlukan penelitian dan pengujian sebelum dapat digunakan secara luas.

Peneliti Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) BRIN, Bakti Beriyanto Sedayu, menjelaskan bahwa kitosan dan alginat merupakan dua jenis polimer alami dari sumber daya laut yang berpotensi dikembangkan menjadi edible film dan kemasan aktif.

Hal tersebut disampaikan dalam Webinar Ngaji Teknologi dan Proses Pangan (NgajiTek) Seri ke-26 bertema “Inovasi Berkelanjutan Sumber Daya Laut untuk Pangan: Edible Polimer, Produk Pangan, dan Ekonomi Sirkular”, Selasa (20/10).

“Polimer dari sumber daya laut, seperti kitosan dan alginat, berpotensi dikembangkan menjadi kemasan pangan yang lebih ramah lingkungan,” kata Bakti.

Edible film merupakan lapisan tipis yang dapat dimakan dan digunakan untuk melapisi makanan. Sementara itu, kemasan aktif dirancang memiliki fungsi tambahan, misalnya membantu menjaga mutu dan keamanan pangan.

Meski demikian, Bakti menegaskan bahwa pengembangan bahan tersebut tetap membutuhkan pengujian untuk memastikan karakteristik material dan keamanannya saat bersentuhan dengan makanan.

Hasil Samping Ikan Bisa Dimanfaatkan

Selain mengembangkan bahan kemasan, sumber daya laut juga berpotensi dimanfaatkan melalui pengolahan bagian ikan yang selama ini belum digunakan secara optimal.

baca juga

Guru Besar Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Mala Nurilmala, menjelaskan bahwa kulit, tulang, sisik, dan gelembung renang ikan dapat menjadi sumber kolagen, gelatin, serta turunannya untuk berbagai keperluan, termasuk produk pangan.

“Pemanfaatannya perlu disertai pengujian mutu, keamanan, kandungan logam berat, dan potensi alergen,” jelas Mala.

Pengolahan hasil samping perikanan dapat meningkatkan nilai ekonomi bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Pendekatan ini juga sejalan dengan ekonomi sirkular, yaitu memaksimalkan pemanfaatan sumber daya dan mengurangi bahan yang terbuang.

Riset Perlu Diuji hingga Siap Digunakan

Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari, menekankan pentingnya kolaborasi untuk menghasilkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan memiliki nilai tambah ekonomi.

Sementara itu, Kepala PRTPP BRIN, Satriyo Krido Wahono, menyebut pemanfaatan sumber daya laut berpotensi mendukung pengembangan pangan fungsional, teknologi pengawetan dan pengemasan, serta peningkatan mutu pangan.

Pengembangan tersebut membutuhkan kolaborasi antara peneliti, perguruan tinggi, dan industri agar hasil penelitian dapat berlanjut ke tahap pembuatan prototipe, validasi, hingga penerapan.

Meski menawarkan peluang, polimer laut belum bisa dianggap sebagai pengganti plastik sintetis secara langsung. Pengujian keamanan, kinerja kemasan, dan penerapannya dalam skala nyata tetap diperlukan untuk menilai manfaatnya, termasuk potensinya dalam mengurangi sampah plastik.

Penulis: Chairunisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRIN Paparkan Riset ke Prabowo: Potensi Limbah Sawit Jadi Listrik

BRIN Paparkan Riset ke Prabowo: Potensi Limbah Sawit Jadi Listrik

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Progres Tol Semarang-Demak Tembus 79 Persen, Ditarget Beroperasi Saat Nataru 2027

Progres Tol Semarang-Demak Tembus 79 Persen, Ditarget Beroperasi Saat Nataru 2027

Foto | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Prabowo Panggil Kepala BRIN ke Istana, Minta Update Perkembangan Riset

Prabowo Panggil Kepala BRIN ke Istana, Minta Update Perkembangan Riset

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:51 WIB

Terkini

Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut

Kurangi Ketergantungan Plastik, BRIN Kembangkan Potensi Kemasan dari Sumber Daya Laut

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:08 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Gabriel Prince Ajak Gen Z Berani Berkarya dan Berdampak

Semangat Sumpah Pemuda, Gabriel Prince Ajak Gen Z Berani Berkarya dan Berdampak

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:06 WIB

Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI

Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:01 WIB

1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Terharu Lihat Siswa Lebih Sehat dan Pede Menatap Masa Depan

1 Tahun Sekolah Rakyat, Gus Ipul Terharu Lihat Siswa Lebih Sehat dan Pede Menatap Masa Depan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Konspirasi Lintas Batas dan Intrik Politik Dua Negara dalam Film Udta Teer

Konspirasi Lintas Batas dan Intrik Politik Dua Negara dalam Film Udta Teer

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun

MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Mahasiswa UHAMKA Dihadang Polisi saat Long March ke Bundaran HI, TransJakarta Ikut Tertahan

Mahasiswa UHAMKA Dihadang Polisi saat Long March ke Bundaran HI, TransJakarta Ikut Tertahan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Sahroni Ungkap Progres RUU Perampasan Aset: Masih RDPU, Awal November Bahas Substansi

Sahroni Ungkap Progres RUU Perampasan Aset: Masih RDPU, Awal November Bahas Substansi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Dashboard ACS Pelindo Buka Akses Pemantauan Transparansi Dana Pelabuhan

Dashboard ACS Pelindo Buka Akses Pemantauan Transparansi Dana Pelabuhan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:57 WIB

Prabowo Sebut Lula Sahabat Seperjuangan Usai Menang Pilpres Brasil

Prabowo Sebut Lula Sahabat Seperjuangan Usai Menang Pilpres Brasil

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:55 WIB

×