Jepang Sebut, Penggunaan Limbah Nuklir untuk Bahan Bangunan Berbahaya

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 16 Juni 2023 | 22:35 WIB
Jepang Sebut, Penggunaan Limbah Nuklir untuk Bahan Bangunan Berbahaya
Ilustrasi nuklir untuk listrik (Shutterstock)

Suara.com - Baru-baru ini, para ahli dari negara Kepulauan Pasifik menyarankan penggunaan limbah nuklir untuk membangun infrastruktur beton kering. Jepang menentang usulan tersebut.

Para ahli dari Jepang menyatakan bahwa limbah nuklir dapat menyebabkan penguapan tritium radioaktif, yang berbahaya bagi manusia.  

Sebelumnya, Jepang mengklaim bahwa limbah nuklir tidak berbahaya dan bahkan dapat diminum. Namun posisi Jepang berubah ketika menyangkut penggunaan limbah nuklir untuk bahan bangunan.

Pemerintah Jepang mulai melakukan uji coba peralatan, dengan membuang air laut ke terowongan bawah air yang dibangun untuk pelapasan air terkontaminasi nuklir ke laut dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi. Uji coba ini dimulai Senin (5/6/2023) waktu setempat.  

Menurut Tokyo Electric Power Company (Tepco), selaku operator PLTN Fukushima Daiichi, terowongan yang strukturnya telah rampung dibangun pada April itu diisi sekitar 6.000 ton air laut, yang akan menyalurkan air yang terkontaminasi nuklir dari PLTN tersebut, ke titik sekitar satu kilometer di lepas pantai. Uji coba ini dilakukan Selasa (6/6/2023). 

Dilansir dari Antara, Selasa (13/6/2023), uji coba ini dilakukan di tengah protes keras dari dalam maupun luar negeri yang mencemaskan dampak lingkungan, yang tidak dapat diperbaiki. Terlepas dari ketidakpastian dan bahaya yang mengkhawatirkan perihal zat radioaktif seperti tritium di dalam air, Jepang telah bergegas untuk membuang air terkontaminasi itu ke laut, sehingga memicu protes dari sejumlah kelompok sipil setempat, sejumlah negara tetangga, dan masyarakat Kepulauan Pasifik. 

April 2021, pemerintah Jepang mengumumkan rencana kontroversialnya untuk membuang air limbah ke Samudra Pasifik dan menyampaikan pada Januari 2023 bahwa protes pembuangan itu akan dimulai pada musim semi atau panas. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Schneider Electric Dorong Transformasi Digital Pengelolaan Air dan Air Limbah

Schneider Electric Dorong Transformasi Digital Pengelolaan Air dan Air Limbah

Bisnis | Sabtu, 10 Juni 2023 | 08:29 WIB

Mahasiswa Unsoed Temukan Formula Pengurai Limbah Tekstil, Bawa Tim Raih Medali Emas Kompetisi Eropa

Mahasiswa Unsoed Temukan Formula Pengurai Limbah Tekstil, Bawa Tim Raih Medali Emas Kompetisi Eropa

Purwokerto | Kamis, 01 Juni 2023 | 12:45 WIB

Manisnya Keberhasilan UMKM Olahan Sorgum: Sulap Limbah Jadi Cuan

Manisnya Keberhasilan UMKM Olahan Sorgum: Sulap Limbah Jadi Cuan

Bisnis | Jum'at, 26 Mei 2023 | 15:26 WIB

Pejuang Waktu Mengadakan Pelatihan Kriya Kayu berbahan Baku Limbah.

Pejuang Waktu Mengadakan Pelatihan Kriya Kayu berbahan Baku Limbah.

Sukabumi | Kamis, 18 Mei 2023 | 14:16 WIB

Jepang Akan Buang Air Limbah Nuklir ke Laut, Warga Takut Makan Ikan

Jepang Akan Buang Air Limbah Nuklir ke Laut, Warga Takut Makan Ikan

Bisnis | Kamis, 30 Maret 2023 | 11:27 WIB

Jepang Akan Buang Jutaan Ton Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut

Jepang Akan Buang Jutaan Ton Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut

Tekno | Kamis, 15 April 2021 | 11:30 WIB

Terkini

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

×