Patahan Baribis - Kendeng Ancam Jakarta, BRIN Gelar Ekspedisi Sesar Aktif Jawa

Liberty Jemadu

Kamis, 04 April 2024 | 03:15 WIB
Patahan Baribis - Kendeng Ancam Jakarta, BRIN Gelar Ekspedisi Sesar Aktif Jawa
Sesar Barbis - Kendeng yang memanjang dari Jawa Timur hingga mendekati Jakarta. BRIN akan menggelar ekspedisi sesar aktif Pulau Jawa pada 2024 ini. [Antara]

Suara.com - Sesar Baribis - Kendeng, yang jalur patahannya melintas samar ke arah Jakarta, bisa memicu gempa yang mengancam Ibu Kota, demikian dikatakan Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN dalam jumpa pers peluncuran ekspedisi sesar aktif Pulau Jawa pada Rabu (3/4/2024).

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Sonny Aribowo menjelaskan patahan Baribis - Kendeng merupakan sebuah patahan naik yang berlokasi di belakang busur vulkanik Pulau Jawa.

"Ini sangat penting untuk dilakukan penelitian karena Jakarta adalah salah satu daerah dengan penduduk sangat padat dan infrastruktur yang mewah," beber Sonny.

Baca juga: Sumedang Dikepung Sesar-sesar Aktif Besar, Potensi Gempa Magnitudo 7
 
Sonny menuturkan meski patahan samar yang terhubung dengan patahan Baribis - Kendeng itu mayoritas berada di Jawa Barat, namun saat terjadi gempa bumi pada patahan itu akan sangat mengganggu Jakarta.

Sesar Baribis - Kendeng sendiri memanjang dari Jawa Timur hingga mendekati Jakarta, melintas pesisir utara Jawa. Beberapa kota besar padat penduduk bisa terdampak jika terjadi gempa di jalur ini, termasuk Surabaya, Semarang, Cirebon, Bandung hingga Jakarta.

Sesar Sumedang yang memicu gempa Sumedang pada 31 Desember 2023. [Antara]
Sesar Sumedang yang memicu gempa Sumedang pada 31 Desember 2023. [Antara]

Ekspedisi sesar aktif Jawa

BRIN, pada Rabu, menyatakan tahun ini bakal menggelar ekspedisi sesar aktif di Pulau Jawa untuk mempelajari berbagai ancaman gempa bumi yang dapat membahayakan penduduk dan mengganggu sektor perekonomian.

Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN Ocky Karna Radjasa mengatakan ekspedisi itu diharapkan membuka peluang kerja sama semua pemangku kepentingan di Indonesia.

"BRIN pada tahun 2024 ini meluncurkan satu program strategis terkait kolaborasi, yaitu skema riset inovasi untuk Indonesia maju ekspedisi sesar aktif Jawa," ujar Ocky.

baca juga

Ocky mengungkap tiga gempa besar yang terjadi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir yakni gempa Cianjur, gempa Sumedang, dan gempa Bawean, terjadi pada lokasi yang kebetulan belum terpetakan dengan baik.

Oleh karena itu, kata dia, hasil ekspedisi sesar aktif nantinya dapat menjadi pedoman mitigasi risiko bencana geologi.

"Kita ketahui meskipun Pulau Jawa bukan merupakan pulau terbesar, tetapi pulau yang memiliki banyak penduduk hampir 50 persen penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa," kata Ocky.

Lebih lanjut ia menyampaikan ancaman gempa bumi di Pulau Jawa tidak hanya berasal dari jalur subduksi, tetapi juga perlunya mengembangkan riset yang menunjukkan adanya ancaman bencana sesar darat yang mana lokasinya berdekatan dengan kota-kota besar, seperti Jakarta, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Bandung.

Baca juga: Sesar Baribis Aktif, Kawasan Selatan Jakarta Rentan Diguncang Gempa Bumi
 
Kota-kota besar itu notabene memiliki nilai strategis, kata dia, karena ada banyak fasilitas perekonomian sangat penting yang mendukung pemerintah dalam kaitannya menggerakkan ekonomi secara nasional.
 
Saat ini salah satu fokus Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN adalah melakukan riset-riset pemetaan secara aktif melalui berbagai metode kebumian, seperti geologi, geofisika, survei lapangan, serta struktur survei bawah permukaan.

"Banyak periset BRIN yang aktif terlibat dalam riset dan inovasi pemetaan sesar aktif dilakukan secara kolaboratif dengan BMKG, Badan Geologi, perguruan tinggi, dan juga Kementerian PUPR yang memfasilitasi pusat studi gempa nasional, yang terus melakukan perkembangan dan pemutakhiran studi sesar aktif," kata Ocky.

Sesar Kendeng, salah satu sesar aktif di Jawa (Koulali dkk., 2016 "The Kinematics of Crustal Deformation in Java from GPS Observations: Implications for Fault Slip Partitioning")
Sesar Kendeng, salah satu sesar aktif di Jawa (Koulali dkk., 2016 "The Kinematics of Crustal Deformation in Java from GPS Observations: Implications for Fault Slip Partitioning")

Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Edy Hidayat mengungkapkan Pulau Jawa secara geologi memang menarik dari segi potensi sumber daya, tetapi di balik itu potensi sumber bencana juga tidak kalah besar mengintai.

Menurutnya, potensi gempa bumi di Pulau Jawa terkait dengan sesar aktif yang ada di daratan.
 
"Hal ini menjadi penting karena data sesar aktif di Pulau Jawa belum banyak secara data dan itu belum maksimal, sehingga penelitian perlu terus dilanjutkan untuk mengungkap potensi sumber gempa yang berasal dari sesar aktif yang ada di daratan," ucap Edi.

75 Sesar Aktif

Sementara Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Nuraini Rahmah Hanifa menjelaskan pihaknya mengidentifikasi 75 sesar aktif di sepanjang Pulau Jawa yang berpotensi kembali menimbulkan guncangan gempa bumi di masa mendatang.
 
Dalam peta gempa tahun 2017 tercatat jumlah sesar di Pulau Jawa sebanyak 31 sesar aktif dan total seluruh Indonesia saat itu mencapai 295 sesar aktif.

Berdasarkan pemutakhiran data terbaru pada tahun 2024, jumlah sesar aktif di Pulau Jawa mencapai 75 titik dan total seluruh Indonesia sebanyak 400-an sesar aktif. Nuraini mengatakan sesar aktif yang sudah diketahui parameternya dengan baik tidak sampai 30 persen.

Menurutnya, jumlah 75 sesar itu menandakan bukan sesar aktif yang bertambah tetapi pengetahuan manusia yang bertambah. Selama tujuh tahun terakhir, para ilmuwan berhasil menemukan sesar baru yang sebelumnya tidak diketahui akibat keterbatasan teknologi dan ilmu.

Baca juga: Warga Bekasi Wajib Waspada, Ada Ancaman Gempa Besar Akibat Sesar Baribis

"Contohnya kalau enggak ada gempa Cianjur, mungkin kita juga lupa pernah ada gempa Cianjur. Artinya kita juga belum melupakan dengan baik gempa Cianjur," kata Nuraini.

Bencana gempa di Cianjur, Jawa Barat, yang terjadi pada tahun 2022 bukan kali pertama mengguncang wilayah tersebut. Pada tahun 1897, gempa bumi juga pernah mengguncang wilayah Cianjur dan merusak berbagai bangunan pada massa itu.

Zona berbahaya Sesar Cugenang yang memicu gempa Cianjur pada 21 November 2022. [Antara]
Zona berbahaya Sesar Cugenang yang memicu gempa Cianjur pada 21 November 2022. [Antara]

Di Indonesia sepanjang tahun 2000 hingga 2018, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam mencapai 185.677 jiwa. Indonesia menjadi salah satu negara dengan korban bencana alam paling besar selama periode tahun 2000 sampai 2018.

Aktivitas tektonik Indonesia yang sangat aktif memicu rata-rata 2.000 gempa bumi setiap tahun dengan kekuatan di atas 4,5 magnitudo.

Lebih lanjut Nuraini menyampaikan bahwa sekitar 206 juta penduduk Indonesia atau 77 persen dari total penduduk bisa mengalami guncangan gempa dengan intensitas VI MMI. Kemudian, sebanyak 4,1 juta jiwa bermukim di atas patahan.

“Melakukan riset sesar aktif tidak mudah apalagi Pulau Jawa sudah banyak penduduk. Padahal (riset) geologis itu perlu menggali (tanah). Kalau sudah banyak rumah susah juga (melakukan riset),” pungkasnya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Mendadak Panggil Kepala BRIN ke Istana Malam Ini, Ada Apa?

Prabowo Mendadak Panggil Kepala BRIN ke Istana Malam Ini, Ada Apa?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla, Siapa Saja yang Hadir?

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla, Siapa Saja yang Hadir?

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 13:42 WIB

Kemenyan Berpotensi Jadi Bahan Parfum dan Aromaterapi, Bagaimana Manfaatnya bagi Masyarakat?

Kemenyan Berpotensi Jadi Bahan Parfum dan Aromaterapi, Bagaimana Manfaatnya bagi Masyarakat?

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Kemensos dan BRIN Tandatangani MoU untuk Perkuat Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

Kemensos dan BRIN Tandatangani MoU untuk Perkuat Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 15:23 WIB

92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan

92 Persen Sampah Laut Berakhir di Pantai Indonesia, BRIN Dorong Pencegahan dari Daratan

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Canggih! BRIN Ciptakan Detektor MBG Basi, Begini Cara Kerjanya

Canggih! BRIN Ciptakan Detektor MBG Basi, Begini Cara Kerjanya

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:40 WIB

Lapas Over Kapasitas, BRIN Kembangkan Alat Deteksi Murah hingga Kajian Rehabilitasi Narkoba

Lapas Over Kapasitas, BRIN Kembangkan Alat Deteksi Murah hingga Kajian Rehabilitasi Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:51 WIB

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:36 WIB

Tandan Kosong Sawit Bisa Jadi Sumber Energi, Bagaimana BRIN Mengolahnya?

Tandan Kosong Sawit Bisa Jadi Sumber Energi, Bagaimana BRIN Mengolahnya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 11:46 WIB

BRIN Kembangkan Teknologi Gasifikasi untuk Ubah Sampah Plastik Jadi Energi; Apa Itu?

BRIN Kembangkan Teknologi Gasifikasi untuk Ubah Sampah Plastik Jadi Energi; Apa Itu?

News | Rabu, 23 September 2026 | 15:55 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×