Apa itu CrowdStrike, Biang Kerok Tumbangnya Layanan Microsoft?

Agung Pratnyawan Suara.Com
Sabtu, 20 Juli 2024 | 10:43 WIB
Apa itu CrowdStrike, Biang Kerok Tumbangnya Layanan Microsoft?
Logo CrowdStrike. [CrowdStrike]

Suara.com - Nama CrowdStrike sedang ramai disebut-sebut sebagai biang kerok tumbangnya sejumlah layanan Microsoft pada Jumat (9/7/2024) kemarin. Namun apa itu CrowdStrike sebenarnya?

Dilaporkan sebelumnya, sejumlah layanan Microsoft terjadi gangguan akses atau down. Dampaknya sejumlah penerbangan, saluran televisi hingga perbankan sempat mengalami kelumpuhan.

Belakangan diketahui sistem keamanan dari CrowdStrike yang disebut-sebut sebagai dalang masalah yang melanda sistem operasi Microsoft di berbagai negara.

Dilaporkan jika masalah pada sistem komputer global ini terjadi karena adanya pembaruan perangkat lunak yang dilakukan oleh CrowdStrike.

Apa Itu CrowdStrike

CrowdStrike merupakan perusahaan keamanan siber asal Amerika Serikat. Perusahaan ini didirikan oleh mantan karyawan McAfee, George Kurtz pada 2012 silam.

Perusahaan ini mengelola keamanan IT berbagai perusahaan, salah satunya adalah Microsoft yang mempercayai CrowdStrike.

"CrowdStrike mengamankan area risiko yang paling kritis - endpoints dan beban kerja cloud, identitas, dan data - untuk menjaga pelanggan tetap terdepan dalam menghadapi serangan dan menghentikan penerobosan" tulis keterangan dalam situs resmi CrowdStrike.

CrowdStrike mengklaim memberikan keuntungan bagi pelanggan dari layanan mereka yang melakukan perlindungan keamanan siber.

Baca Juga: Gangguan Akses, Ini Sejumlah Layanan Microsoft yang Bermasalah

Tidak hanya Microsoft yang menjadi klien CrowdStrike, banyak dari perusahaan yang masuk Fortune 500 juga mempercayai perusahaan keamanan ini.

Berbagai perusahaan di berbagai bidang, dari bank, layanan kesehatan, perusahaan teknologi hingga energi menjadi klien CrowdStrike.

Perusahaan ini juga mendapatkan kepercayaan dari pemerintah AS untuk menjalankan investigasi keamanan siber yang menimpa mereka.

Salah satu kasus yang ditangani CrowdStrike adalah melacak peretas Korea Utara yang menyerang AS dari satu dekade ini.

CrowdStrike juga yang direkrut untuk melacak kelompok peretas yang melakukan serangan pada Sony Pictures pada 2014 silam.

Itulah CrowdStrike, perusahaan keamanan siber yang menjadi penyebab lumpuhnya sejumlah layanan Microsoft kemarin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI