Kominfo Mau Bentuk Satgas Khusus Cegah Hoaks Pilkada 2024

Dicky Prastya Suara.Com
Jum'at, 13 September 2024 | 15:14 WIB
Kominfo Mau Bentuk Satgas Khusus Cegah Hoaks Pilkada 2024
Dirjen IKP Kemenkominfo Prabu Revolusi saat konferensi pers di Kantor Kominfo pada Jumat (13/9/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]

Suara.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) rupanya sudah memiliki cara baru untuk mencegah hoaks selama Pemilihan Umum Kepala Daerah alias Pilkada 2024 mendatang.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo Prabu Revolusi menyebut kalau saat ini mereka bakal membuat satuan tugas (satgas) untuk mengatasi hoaks Pilkada 2024.

"Kalau sekarang, kami akan buat Satgas Bersama, semacam satgas tetapi namanya belum (ditetapkan)," kata Prabu saat acara Ngopi Bareng Kominfo di kantornya, Jumat (13/9/2024).

Ia menjelaskan kalau gabungan tim ini bakal menerapkan satu metode khusus agar calon kepala daerah ini bisa langsung dimasukkan ke dalam sistem baru buatan mereka.

"Mereka tagging, sehingga informasinya dipantau langsung oleh tim," lanjut dia.

Sehingga apabila ada hoaks atau disinformasi yang menyangkut para calon pemimpin daerah ini, Prabu menilai kalau itu bakal bisa lebih cepat diatasi.

"Kalau ada hoax atau disinformasi seputar para pimpinan daerah tersebut, akan ditangani lebih cepat," timpal dia.

Selain itu, Kominfo juga melakukan kesepakatan dengan para lembaga terkait seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hingga media massa.

Bahkan Kominfo sudah mulai menjajal kerja sama dengan para platform digital untuk meminimalisir hoaks. Prabu menyebut kalau pihaknya sudah mengumpulkan para pelaku platform digital di Indonesia.

Baca Juga: Punya Anggaran Rp 15 M, Kominfo Mau Sosialisasikan Program Makan Gratis lewat Teknologi AI

"Dengan platform baru kemarin kami rapatnya, semua platform kami kumpulkan. Jadi kami akan menempati, mungkin minggu depan atau dua minggu lagi, agar hoaks itu juga yang secara aktif oleh platform dimitigasi. Jadi bukan dari pemerintah saja, tetapi juga platform aktif melakukan tagging pada hoaks," papar dia.

Prabu melanjutkan, nama-nama calon kepala daerah ini juga akan didaftarkan di database platform. Jadi register tersebut tidak hanya dilakukan di basis data KPU.

Nah para platform ini akan mencocokkan data dengan para calon kepala daerah itu. Informasi seputar mereka pun diklaim Prabu bakal dijaga lebih ketat.

"Akan ada tim khusus untuk memantau sekian ratus calon pimpinan daerah tersebut. Sehingga kalau ada disinformasi atau hoaks itu bisa cepat direspons, bisa lebih cepat ditangani," imbuhnya.

"Sebelumnya belum pernah metode seperti ini. Jadi hoaks itu basisnya pelaporan, kemudian ditangani," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI