Ada Perbedaan Nama Dosen Pembimbing di Skripsi Jokowi, Warganet: Masa Dospem Sendiri Lupa?

Budi Arista Romadhoni, Lintang Siltya Utami

Jum'at, 27 September 2024 | 09:05 WIB
Ada Perbedaan Nama Dosen Pembimbing di Skripsi Jokowi, Warganet: Masa Dospem Sendiri Lupa?
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (tangkapan layar/Novian)

Suara.com - Keganjilan dalam riwayat pendidikan Presiden Jokowi yang mengaku lulusan Fakultas Kehutanan di Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga saat ini masih mendapat tanda tanya besar dari sejumlah publik.

Bahkan beberapa waktu lalu, warganet menyoroti keanehan pada foto ijazah dan buku nikah Jokowi karena foto tersebut juga digunakan di biodata dalam buku kenangan alumni UGM.

Terbaru, warganet kembali mempertanyakan nama dosen pembimbing skripsi Jokowi ketika berkuliah di Fakultas Kehutanan UGM. Kejanggalan ini disorot oleh pemilik akun X @DokterTifa pada 26 September 2024.

Pemilik akun tersebut mengunggah sebuah video singkat yang merekam pernyataan Jokowi ketika berkuliah di UGM. Dalam rekaman lawas tersebut, Jokowi berbicara di stasiun TV tentang pengalamannya saat menghadapi dosen pembimbing skripsi kala itu.

Presiden Jokowi mengatakan bahwa ketika ia menyerahkan skripsi miliknya, sang dosen pembimbing yang diketahui bernama Kasmudjo justru membentaknya.

"Begitu maju, dibentak 'balik!', begitu maju, dibentak, kok galak sekali? Tapi alhamdulillah, sekarang berkat bantuan Pak Kasmudjo..." ucap Presiden Jokowi dalam video tersebut.

Hal ini kemudian menarik atensi warganet karena rupanya nama dosen pembimbing yang tertera pada skripsi Jokowi berbeda.

Pemilik akun X tersebut juga menunggah gambar tangkapan layar judul skripsi dari arsip situs resmi UGM. Judul skripsi yang ditulis oleh Jokowi berbunyi, "Studi Tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis Pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta."

Pada bagian bawah, terdapat keterangan tahun 1985, nama Jokowi, dan nama dosen pembimbingnya, yaitu Achmad Soemitro. Perbedaan nama dosen pembimbing yang disebut oleh Jokowi dan yang tertera pada laman UGM itu pun menjadi sorotan.

baca juga

"Joko Widodo yang kuliah di Fakultas Kehutanan UGM TAHUN 1980, tidak pernah memiliki dosen pembimbing skripsi bernama Ir. Kasmudjo. Karena berdasarkan repository UGM, untuk skripsi mahasiswa bernama Joko Widodo, pembimbingnya adalah Prof, Ir. Achmad Soemitro (almarhum). Jadi, ketika Mulyono mengatakan bahwa dia dibimbing oleh Ir. Kasmudjo, berarti dia lupa ingatan dan sembarangan memanggil dosen untuk dia akui sebagai dosen pembimbing. Padahal, kalau benar dia pemilik skripsi yang termuat di repository UGM, tidak mungkin seorang mahasiswa lupa siapa dosen pembimbingnya, kecuali dia penderita lupa ingatan," cuit pemilik akun.

Tak hanya itu, warganet tersebut juga menyoroti sikap dosen pembimbing Jokowi ketika menerima skripsi yang akan diperiksa. Pasalnya, Jokowi mengaku dibentak oleh dosen pembimbing tersebut.

Cuitan soal skripsi Jokowi. [X/DokterTifa]
Cuitan soal skripsi Jokowi. [X/DokterTifa]

"Kalau seseorang pernah menjadi mahasiswa betulan, pernah dibimbing betulan oleh pembimbing skripsi, tidak pernah dalam sejarah mana pun ada dosen pembimbing skripsi yang galak sampai bentak-bentak mahasiswanya. Kecuali mahasiswa itu tol** atau gila. Atau sebetulnya tidak pernah jadi mahasiswa, cuma halusinasi aja," tambahnya.

Unggahan yang kini telah dibagikan sebanyak lebih dari 700 kali ke sesama pengguna X itu pun menuai beragam komentar. Sejumlah warganet mempertanyakan bagaimana bisa seorang mahasiswa lupa dengan nama dosen pembimbing skripsinya.

Tak hanya itu, beberapa warganet lainnya pun menyoroti tampilan skripsi Jokowi pada tahun 1980-an tersebut.

"Dosen pembimbing tuh fix nggak bakal bisa dilupain namanya. Aku aja hapal di luar kepala selengkap-lengkapnya nama dospemku," cuit @reall****_*****

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tersenyum Soal Rencana Bertemu Prabowo, Megawati Mau Ketemu Jokowi Juga?

Tersenyum Soal Rencana Bertemu Prabowo, Megawati Mau Ketemu Jokowi Juga?

News | Kamis, 26 September 2024 | 20:39 WIB

Tak Mau Ikut-ikutan Kaesang Pakai Rompi Mulyono, Joman: Tak Ada Gunanya

Tak Mau Ikut-ikutan Kaesang Pakai Rompi Mulyono, Joman: Tak Ada Gunanya

News | Kamis, 26 September 2024 | 20:40 WIB

Ketua Joman Tak Dimarahi saat Panggil Jokowi Mulyono, Malah Begini Responsnya

Ketua Joman Tak Dimarahi saat Panggil Jokowi Mulyono, Malah Begini Responsnya

News | Kamis, 26 September 2024 | 19:40 WIB

Terkini

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:32 WIB

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×