Bukan Lagi Fiksi Ilmiah, Astronom Gunakan AI untuk Mengungkap Rahasia Langit

Muhammad Yunus

Minggu, 06 Oktober 2024 | 16:51 WIB
Bukan Lagi Fiksi Ilmiah, Astronom Gunakan AI untuk Mengungkap Rahasia Langit
Gambar hasil jepretan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) menunjukkan Kuintet Stephan yang terdiri dari lima galaksi yang saling terikat dalam pergerakan hingga menimbulkan tarian kosmik. Kelima galaksi dari Stephan's Quintet ini juga dikenal sebagai Hickson Compact Group 92 (HCG 92), dirilis NASA pada Selasa (12/7/2022). [NASA / ESA / Webb / AFP]

Suara.com - Astronom dari Institut Teknologi Sumatera (Itera) Dr Robiatul Muztaba menjelaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bisa dimanfaatkan untuk mengamati dan meneliti objek astronomi.

"Di dalam astronomi sudah banyak orang yang menggunakan AI untuk membantu riset mereka. Ada yang dimanfaatkan untuk identifikasi kawah bulan dan identifikasi galaksi, banyak sekali pemanfaatannya di bidang astronomi," kata Robiatul dalam sebuah diskusi daring pekan lalu.

Ia mengatakan, saat ini dunia telah memasuki era big data di mana tantangan data untuk penelitian astronomi didorong oleh kemajuan teknologi kamera serta sistem penyimpanan data yang memungkinkan penyimpanan data berukuran besar dengan satuan petabyte (satu petabyte setara dengan satu juta gigabyte).

"Oleh karena itu, tren pemanfaatan AI mulai digunakan di bidang astronomi untuk memahami data yang berkembang pesat," ujarnya.

Astronom yang juga dosen Program Studi Sains Atmosfer dan Keplanetan di Itera itu juga mengatakan AI bermanfaat untuk membantu manusia dalam mengidentifikasi serta mengamati gambar atau citra objek astronomi secara otomatis.

"Secara manual biasanya kita melihat citra atau gambar secara visual, ada objekkah di sana, ada bentuk apa di citra itu. Sekarang kita menggunakan artificial intelligence untuk bisa mengenali objek di dalam citra itu tanpa harus menggunakan identifikasi visual oleh mata manusia," katanya.

Robiatul menjelaskan kemampuan AI untuk mengidentifikasi objek astronomi diperoleh berkat metode pembelajaran data dan algoritma yang dimilikinya.

Pertama ada machine learning di mana peneliti terlebih dahulu memasukkan fitur-fitur dari objek astronomi terekam dalam gambar atau citra. Kemudian, sistem akan mempelajari objek astronomi tersebut menggunakan input fitur yang telah dimasukkan lalu menghasilkan hasil identifikasinya.

"Jadi, klasifikasi ini secara tidak langsung bergantung pada input objek yang mau kita masukan. Jadi, komputer itu kita kasih tahu dia mau belajar apa? Mau belajar hanya satu objek seperti bulan purnama atau ada objek pembanding lain? Semakin banyak objek yang kita inginkan maka semakin kompleks algoritmanya," kata dia.

baca juga

Kemudian ada metode deep learning di mana proses input identifikasi fitur serta mempelajari objek tersebut dilakukan secara bersamaan. Pada metode ini peneliti tidak perlu memasukkan input fitur-fitur objek secara konvensional.

Proses pembelajaran data pada metode ini juga bersifat berlapis atau multitingkat. Oleh karena itu, semakin banyak dan kompleks datanya maka lapisan pembelajarannya semakin banyak.

"Kalau kita menggunakan deep learning untuk pengenalan sebuah benda dalam sebuah foto atau citra, maka metode deep learning itu lebih cocok. Kita bisa mengidentifikasi secara otomatis objek dalam sebuah citra," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Pionir AI di Asia Tenggara, UNESCO Acungi Jempol

Indonesia Pionir AI di Asia Tenggara, UNESCO Acungi Jempol

Tekno | Minggu, 06 Oktober 2024 | 15:47 WIB

Samsung Mulai Produksi Massal SSD PC Diklaim Tercepat

Samsung Mulai Produksi Massal SSD PC Diklaim Tercepat

Tekno | Sabtu, 05 Oktober 2024 | 16:34 WIB

BAT Kembali Cari Inovator Muda lewat Kompetisi Bisnis Global

BAT Kembali Cari Inovator Muda lewat Kompetisi Bisnis Global

Bisnis | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 17:10 WIB

Terkini

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Ahmad Luthfi Pimpin Doa untuk Syabila Rizkia, Jateng Kehilangan Salah Satu Atlet Berprestasi

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Setahun Usai Rusak Diterjang Bencana, Jembatan Teupin Mane Segera Berfungsi

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

×