Asal Usul Nada Dering Ikonik Nokia: Kembali ke Abad 20 dan Sejarah Musik Gitar

Budi Arista Romadhoni

Kamis, 10 Oktober 2024 | 11:54 WIB
Asal Usul Nada Dering Ikonik Nokia: Kembali ke Abad 20 dan Sejarah Musik Gitar
Ilustrasi Nokia. (Shutterstock)

Suara.com - Nada dering asli Nokia, yang pernah mendominasi era ponsel di awal 2000-an, kembali menjadi sorotan setelah seorang musisi di TikTok mengungkapkan asal usulnya.

Alexandra Whittingham, seorang gitaris, memainkannya di gitarnya sambil membagikan kisah di balik nada dering ikonik tersebut.

Menyadur dari Unilad, pada Oktober tahun lalu, Whittingham mengunggah video di TikTok yang mengajak para penontonnya bernostalgia dengan memainkan nada dering Nokia.

Namun, bukan sekadar memainkan, ia juga mengungkap bahwa nada dering tersebut memiliki sejarah yang jauh lebih panjang dari yang mungkin diketahui banyak orang.

Sejarah Nada Dering Nokia

Ternyata, nada dering Nokia, yang juga dikenal sebagai 'Grande Valse', berasal dari karya gitar solo berjudul Gran Vals karya Francisco Tárrega yang dibuat pada tahun 1902. Nada dering ini sebenarnya hanya merupakan potongan singkat dari komposisi Tárrega, tetapi berhasil menjadi simbol ponsel Nokia yang mendunia.

Nada dering tersebut pertama kali digunakan pada iklan ponsel Nokia 1011 pada tahun 1992 dan pada tahun 1999, nama Grande Valse diubah menjadi “Nada Dering Nokia”, mengukuhkan posisinya dalam sejarah teknologi.

Reaksi Pengguna TikTok

Penampilan Whittingham di TikTok berhasil memicu nostalgia di antara para pengikutnya. Banyak yang tidak menyadari bahwa nada dering yang mereka kenal dari ponsel Nokia memiliki hubungan dengan karya musik klasik.

baca juga

"Nada dering Nokia begitu ikonik, rasanya sangat berbeda dari karya aslinya," ujar seorang pengguna TikTok di kolom komentar. Pengguna lain menambahkan, "Saya baru saja memeriksa saku saya karena mendengar bunyi itu."

Beberapa bahkan berbagi pengalaman mereka dalam belajar gitar klasik dan merasa terkejut bahwa musik yang mereka kenal sebagai nada dering ternyata adalah karya seorang maestro gitar. "Saya sudah memainkan karya Tárrega sejak kecil, dan baru sekarang saya tahu ini!" ujar seorang pengguna TikTok.

Pilihan Musik Nokia: Faktor Hak Cipta

Salah satu alasan mengapa Nokia memilih karya Tárrega sebagai nada dering adalah karena hukum hak cipta di Eropa. Menurut laporan dari Classic FM, Nokia memilih musik dari seorang komposer yang telah meninggal lebih dari 70 tahun sebelumnya, sehingga bebas dari komplikasi hak cipta yang mahal. Tárrega, yang meninggal pada 1909, menjadi pilihan yang sempurna untuk digunakan secara bebas oleh Nokia.

Nada dering Nokia, meskipun hanya potongan singkat dari sebuah karya musik klasik, telah mengukir sejarahnya sendiri dalam dunia teknologi. Asal usulnya yang tidak banyak diketahui orang kini menjadi perbincangan, menghubungkan dunia teknologi modern dengan warisan musik klasik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Tak Disadari, Ini Jenis File Yang Dapat Menyebabkan Memori HP Penuh

Sering Tak Disadari, Ini Jenis File Yang Dapat Menyebabkan Memori HP Penuh

Tekno | Senin, 07 Oktober 2024 | 15:44 WIB

Pembaruan Perangkat Lunak Bikin HP Samsung Rusak, Ini Ponsel yang Terkena Dampak

Pembaruan Perangkat Lunak Bikin HP Samsung Rusak, Ini Ponsel yang Terkena Dampak

Tekno | Minggu, 06 Oktober 2024 | 13:51 WIB

Terungkap, Aplikasi Ini Paling Kuras Baterai HP Kamu!

Terungkap, Aplikasi Ini Paling Kuras Baterai HP Kamu!

Tekno | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 13:19 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×