Suara.com - Meta terus memperluas operasional asisten kecerdasan buatan (AI) mereka, Meta AI, dengan ekspansi ke lebih banyak negara dan penambahan dukungan bahasa.
Negara-negara terbaru yang mendapat akses ke Meta AI termasuk Inggris, Bolivia, Brazil, Guatemala, Paraguay, dan Filipina. Kini, Meta AI juga mendukung Bahasa Tagalog, menjadikannya lebih relevan bagi pengguna di Filipina.
Langkah ini memperkuat posisi Meta dalam kompetisi AI global, dengan fokus pada aksesibilitas bahasa dan penyebaran AI ke lebih banyak pasar.
Menurut pernyataan resmi yang dirilis di blog Meta, AI ini bertujuan membantu pengguna untuk menjawab pertanyaan, mengembangkan ide, dan berbagi konten dengan jaringan lokal maupun komunitas global.
Dalam beberapa pekan mendatang, Meta berencana menambah dukungan untuk lebih banyak bahasa, termasuk Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Bahasa Thailand, dan Bahasa Vietnam.
Ekspansi ini akan diikuti oleh peluncuran di negara-negara baru, seperti Indonesia, Mesir, Saudi Arabia, dan beberapa lainnya di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara. Total, Meta AI diharapkan tersedia di 43 negara dan mendukung 12 bahasa.
Meta AI dapat diakses dengan mudah di platform populer seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger, di mana pengguna cukup mengetik @Meta AI atau mengklik ikon khusus di grup obrolan.
Dengan metode yang sederhana ini, Meta bertujuan untuk menjadikan AI lebih inklusif dan mudah diakses oleh pengguna global.
Sejak diluncurkan pada pertengahan tahun ini, Meta AI telah digunakan oleh 500 ribu pengguna aktif di 22 negara. Ekspansi ini menandai fase penting dalam pengembangan teknologi AI Meta, yang dirancang untuk memudahkan interaksi dan kolaborasi di berbagai bahasa dan budaya, memperluas potensi AI sebagai alat produktivitas dan kreativitas.