Mahasiswa UB Sukses Bikin Pendeteksi Dini Kematian Jantung Mendadak, Raih Juara 1 di Samsung SFT 2024

Dicky Prastya

Jum'at, 01 November 2024 | 14:44 WIB
Mahasiswa UB Sukses Bikin Pendeteksi Dini Kematian Jantung Mendadak, Raih Juara 1 di Samsung SFT 2024
Konferensi pers Tim Solyd Ias dari Universitas Brawijaya yang berhasil meraih juara pertama di kompetisi Samsung SFT 2024 di Jakarta, Jumat (1/11/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]

Suara.com - Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) sukses membuat alat pendeteksi dini kematian jantung mendadak bernama Portable Kit D-Dimer Level Detector untuk membantu penderita kardiovaskular dengan risiko sudden cardiac death.

Alat yang dikembangkan tim mahasiswi UB yang bernama Solyd Ias ini pun berhasil mengantarkan mereka menjadi juara pertama kategori universitas di Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2024 , sebuah kompetisi sains, STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) tahunan bergengsi yang diselenggarakan Samsung.

Safina Amelia Khansa selaku perwakilan tim Solys Ias bercerita kalau alat ini dikembangkan sejak 2020 lalu. Tujuannya, mereka berkaca dari kematian Ashraf Sinclair yang merupakan mantan suami Bunga Citra Lestari.

"Kami terinspirasi dari Ashraf yang meninggal tiba-tiba padahal beliau aktif berolahraga. Hal yang kami tahu adalah beliau meninggal karena sudden cardiac death (SCD) atau kematian jantung mendadak, jadi saat tidur beliau meninggal," kata Safina saat konferensi pers bersama Samsung Indonesia di Jakarta, Jumat (1/11/2024).

Mahasiswi semester lima ini, beserta teman-teman tim Solyd Ias, kemudian mencari tahu lebih lanjut soal penyakit tersebut. Mereka menemukan kalau penyakit sudden cardiac death dapat dideteksi melalui kadar D-dimer.

D-dimer adalah produk degenerasi fibrin yang berguna untuk mengetahui abnormalitas pembentukan bekuan darah atau kejadian trombotik serta untuk menilai adanya pemecahan bekuan atau proses fibrinolisis.

D-dimer juga menjadi bahasan yang vital dalam dunia medis akhir-akhir ini dalam fungsinya sebagai marker, utamanya terhadap penyakit-penyakit kardiovaskular.

Sayangnya, masalah yang kemudian timbul adalah tidak efisiennya proses pemeriksaan kadar D-dimer. Sebab kadar itu hanya bisa dilakukan di rumah sakit, klinik, ataupun laboratorium dengan bantuan tenaga medis, sampel yang digunakan pun hanya plasma darah.

Penggunaan plasma darah dengan metode pengambilan darah pasien melalui suntikan dinilai tidak singkat. Makanya, dibutuhkan teknologi yang lebih simple dan dapat berfungsi semacam rapid test untuk mendeteksi kadar D-dimer.

baca juga

Maka dari itu, tim Solyd Ias mengembangkan Portable KIT D-dimer Level Detector berbentuk strip rapid test dengan mengadopsi metode ELISA KIT dan lateral flow immunosorbent assay. Alat ini tidak menggunakan sampel darah, tapi lewat saliva (liur) dan urin.

Safina bercerita kalau mereka juga mengembangkan aplikasi bernama D-App untuk mengintegrasi citra warna yang muncul pada rapid test. D-App ini dirancang berbasis deep learning dengan metode Convolutional Neural Network (CNN). 

"Penggunaan alat ini dalam pengujian kadar D-dimer dapat dilakukan di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun," papar dia.

Lebih lanjut Safina mengungkapkan kalau tim Solyd Ias telah menguji coba alat ini kepada 40 orang dan menghasilkan 11 ribu sampel. Ia mengklaim kalau tingkat akurasi alat tersebut mencapai 94,7 persen.

Berkat alat ini, tim Solyd Ias selaku pemenang SFT 2024 berhak mendapatkan hadiah berupa produk-produk Samsung senilai Rp 170 juta.

Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, Ennita Pramono menyatakan, kompetisi Samsung Solve for Tomorrow mengajak generasi muda bangsa mengembangkan ide-ide inovatif yang memberikan dampak positif dan bermanfaat untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. 

"Melalui SFT, Samsung berkontribusi dalam mendukung program-program pemerintah yang berfokus pada peningkatan literasi digital dan pengembangan keterampilan teknologi generasi muda, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin inovasi masa depan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawan iPhone 17 Air, Samsung Siapkan Galaxy S25 Versi Super Tipis!

Lawan iPhone 17 Air, Samsung Siapkan Galaxy S25 Versi Super Tipis!

Tekno | Jum'at, 01 November 2024 | 14:27 WIB

Dorong Inovasi Bisnis Ramah Lingkungan, Mahasiswa Universitas Brawijaya Gelar Seminar Ekonomi dan Kewirausahaan

Dorong Inovasi Bisnis Ramah Lingkungan, Mahasiswa Universitas Brawijaya Gelar Seminar Ekonomi dan Kewirausahaan

Lifestyle | Rabu, 30 Oktober 2024 | 18:14 WIB

Dapat Uang Donasi Rp1,5 Miliar, Istri Agus Salim Diduga Tampil Mentereng Pakai HP Samsung Rp15 Jutaan

Dapat Uang Donasi Rp1,5 Miliar, Istri Agus Salim Diduga Tampil Mentereng Pakai HP Samsung Rp15 Jutaan

Tekno | Selasa, 29 Oktober 2024 | 11:34 WIB

Tekan Harga, Samsung Galaxy S25 Diprediksi Hadirkan Teknologi Layar Lawas

Tekan Harga, Samsung Galaxy S25 Diprediksi Hadirkan Teknologi Layar Lawas

Tekno | Senin, 28 Oktober 2024 | 14:45 WIB

Suguhkan 6 Tahun Pembaruan, Samsung Galaxy A56 Superior dengan Chipset Exynos 1580

Suguhkan 6 Tahun Pembaruan, Samsung Galaxy A56 Superior dengan Chipset Exynos 1580

Tekno | Senin, 28 Oktober 2024 | 11:13 WIB

Persaingan Pasar Smartphone Makin Ketat, Samsung Mulai Bidik Kalangan Gamers Indonesia

Persaingan Pasar Smartphone Makin Ketat, Samsung Mulai Bidik Kalangan Gamers Indonesia

Tekno | Minggu, 27 Oktober 2024 | 15:22 WIB

Terkini

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

Pembalut Dikenai PPN 11 Persen, Bu Tejo 'Tilik' Kritik Keras Pemerintah: Ora Duwe Utek!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

CASA Maybank Indonesia Tumbuh 16,7%, Rasio Dana Murah Capai 64,1%

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

×