Dari Langit ke Gelas, Rencana Besar Dharma Pongrekun Mengolah Air Hujan, Amankah?

Denada S Putri, Amelia Prisilia

Senin, 18 November 2024 | 18:05 WIB
Dari Langit ke Gelas, Rencana Besar Dharma Pongrekun Mengolah Air Hujan, Amankah?
Calon Gubernur Jakarta nomor urut 2 Dharma Pongrekun [YouTube]

Suara.com - Dalam debat Calon Gubernur Jakarta beberapa waktu lalu, cagub nomor urut dua, Dharma Pongrekun mengungkap rencananya untuk mengubah hujan menjadi air minum untuk warga Jakarta.

Menjawab pertanyaan mengenai cara memenuhi kebutuhan air minum warga Jakarta, Dharma Pongrekun mengungkap rencana besar dirinya jika terpilih sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta 2024 mendatang.

Dirinya berencana membuat kolam pipi monyet yang akan menampung air hujan. Kolam ini rencananya akan berada di taman-taman kota dan beberapa tempat umum lainnya.

Air hujan yang ditampung ini kemudian akan diolah untuk bisa dikonsumsi oleh warga Jakarta nantinya. Hal tersebut dirasa mampu menghemat pengeluaran sehingga tidak perlu memberi galon untuk kebutuhan air minum sehari-hari.

Apakah aman mengonsumsi air hujan yang dioleh menjadi air minum?

Ilustrasi hujan. (freepik/Kireyonok_Yuliya)
Ilustrasi hujan. (freepik/Kireyonok_Yuliya)

Laman Healthline menyebut jika air hujan memiliki kandungan bakteri, polutan dan parasit sehingga perlu untuk melalui proses penyaringan dan didesinfeksi sebelum dapat digunakan sebagai air minum.

Hingga saat ini, tidak ada penelitian resmi mengenai manfaat kesehatan yang bisa timbul jika mengonsumsi air hujan yang kemudian diolah. Namun, pemanfaatan air hujan untuk dikonsumsi ini sudah kian populer di seluruh dunia.

Air hujan akan aman untuk dikonsumsi jika melalui sistem penyaringan yang panjang. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa air yang akan dikonsumsi tersebut aman.

Biasanya, air yang digunakan untuk dikonsumsi melalui penyaringan sehingga tidak ada patogen dan polutan mikroba yang kemudian aman untuk diminum. Sebelum ditampung, air hujan mungkin mengandung patogen dan polutan mikroba di atap.

baca juga

Ketika ditampung, bakteri yang terkandung dalam air hujan ini dapat berkembang sehingga perlu sistem filter yang tepat guna menjaga kebersihan untuk kemudian dikonsumsi nantinya.

Air hujan memang bisa diolah untuk dikonsumsi sebagai air minum. Namun, proses ini membutuhkan perjalanan panjang guna membantu menghilangkan bakteri yang mengganggu dan terkandung di dalamnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut WHO Siapkan Pandemi Baru Pakai Senjata Biologis, Epidemiolog UI Skakmat Dharma Pongrekun: Gak Pantas jadi Cagub!

Sebut WHO Siapkan Pandemi Baru Pakai Senjata Biologis, Epidemiolog UI Skakmat Dharma Pongrekun: Gak Pantas jadi Cagub!

Kotak Suara | Senin, 18 November 2024 | 16:33 WIB

Jakarta Tanpa Lampu Merah? Ini Dia 4 Inovasi yang Bisa Diterapkan

Jakarta Tanpa Lampu Merah? Ini Dia 4 Inovasi yang Bisa Diterapkan

Otomotif | Senin, 18 November 2024 | 17:24 WIB

Apakah Kota Ini Jadi Inspirasi Dharma Pongrekun? Tak Ada Lampu Merah Sama Sekali

Apakah Kota Ini Jadi Inspirasi Dharma Pongrekun? Tak Ada Lampu Merah Sama Sekali

Otomotif | Senin, 18 November 2024 | 16:01 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×