Drama Praperadilan Tom Lembong: Kuasa Hukum Bongkar Dugaan Rekayasa Kesaksian Ahli

Budi Arista Romadhoni, Lintang Siltya Utami

Sabtu, 23 November 2024 | 10:54 WIB
Drama Praperadilan Tom Lembong: Kuasa Hukum Bongkar Dugaan Rekayasa Kesaksian Ahli
Menteri Perdagangan tahun 2015-2016 Thomas Lembong dibawa menuju mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (29/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Kabar penangkapan Tom Lembong atas dugaan kasus korupsi impor gula saat ini telah masuk sidang praperadilan. Namun, kuasa hukum Tom Lembong, Ari Yusuf Amir menyebut bahwa kesaksian yang diberikan oleh saksi ahli sama persis dan mengarah pada dugaan penjiplakan.

Hal ini tersebar dalam video yang dibagikan oleh akun X @BosPurwa pada 22 November 2024. Dalam video berdurasi 6 menit 57 detik tersebut, terlihat Ari Yusuf Amir berbicara di hadapan para awak media terkait dukaan penjiplakan.

Menurutnya, tata bahasa hingga penggunaan tanda baca dalam kesaksian yang ditulis oleh dua saksi ahli menunjukkan kesamaan.

"Yang kami bingungkan adalah ketika kami membaca antara keterangan ahli yang pertama, dengan keterangan ahli yang selanjutnya, persis sama. Sama semua, kalimatnya sama, titik komanya sama semua. Penggunaan istilahnya sama semua. Kalau pendapat boleh saja sama, tapi kalau semua ketikannya sama, berarti ada yang menjiplak salah satunya. Siapa yang menjiplak? Itu yang saya tanyakan. Karena keduanya adalah akademisi, guru besar, harus kita hormati," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, dua saksi ahli yang dimaksud adalah Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.Hum dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Taufik Rachman, S.H., LLM., Ph.D.

Ari Yusuf Amir menambahkan bahwa pihaknya akan mempertanyakan kesaksian tersebut secara langsung ke universitas ahli yang bersangkutan.

"Ini merupakan permasalahan akademis yang serius, penjiplakan itu merupakan persoalan akademik yang serius, sehingga ini akan dianggap sebagai plagiator tentunya. Oleh karena beliau itu ahli-ahli, maka kami akan menanyakan ini kepada universitas masing-masing. Satu dari Unair, satu dari Unsoed. Kami menanyakan, siapa yang mencontoh siapa?" tambahnya.

Bahkan jika skenario terbutuknya adalah kesaksian dibuat oleh pihak Jaksa, Ari Yusuf Amir berharap persidangan selanjutnya akan menghadirkan ahli yang bertanggung jawab.

"Seandainya bukan mereka yang membuat, berarti kan pihak jaksa yang membuat. Loh ini kok rekayasa lagi? Itu yang kita pertanyakan, kita sudah capek dengan rekayasa-rekayasa. Ahli itu memberikan keterangan sesuai dengan keahliannya, bukan sesuai dengan keinginannya. Harapan kami, untuk sidang-sidang selanjutnya tolong hadirkan ahli yang benar-benar ahli. Jangan direkayasa, jangan diatur-atur," imbuhnya.

baca juga

Video yang disukai sebanyak lebih dari 3.500 kali oleh sesama pengguna X itu menuai beragam komentar dari warganet. Mayoritas netizen mempertanyakan kejujuran para ahli karena hal tersebut dapat mencoreng nama universitas.

"Malu-maluin dunia akademisi aja, nama baik kampusnya (Unair dan Unsoed) kena pulak! Dua kesaksian tertulis saksi ahli pidana sama persis di praperadilan Tom Lembong," cuit pemilik akun @BosPurwa.

Beberapa warganet lainnya pun curiga dengan gelar yang diterima oleh para ahli hukum dari salah satu universitas tersebut.

"Emang saling mengendorse jadi harus saling bantu. Inget 2021 waktu pengukuhan jaksa agung jadi guru besar jalanan depan Unsoed macet didemo," komentar @pqn**_

"Peradilan direkayasa, masa PhD dari Unair dan Unsoed nurut-nurut aja. Negara ini sudah rusak di segala sendi," tambah @rah***********

"Kemarin UI kasus Bahlil, sekarang Unair dan Unsoed yang menggadaikan marwah mereka, dunia pendidikan dan akademisi sekarang benar-benar sudah sampai pada titik menjijikkan, benar-benar memuakkan, pendidikan nurasi seperti apa lagi yang bisa diharapkan bagi generasi muda dari kampus-kampus yang tidak punya marwah tersebut?" cuit @nel**********

"Bodoh banget itu tim di belakangnya main copas aja, nggak diutak-atik dulu. Sekarang nama akademisi yang dipake bingung ketar-ketir cuy," timpal @jengg*******

"Gawat, akademisi tergadaikan. Apa karena sesuap iming-iming? Bagaimana integritasmu? Maluu," sahut @bat******

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pandji Pragiwaksono Sindir Kejagung yang Tak Punya Bukti Audit BPKP di Kasus Tom Lembong: Pakai Feeling?

Pandji Pragiwaksono Sindir Kejagung yang Tak Punya Bukti Audit BPKP di Kasus Tom Lembong: Pakai Feeling?

Entertainment | Sabtu, 23 November 2024 | 10:00 WIB

Sidang Praperadilan Tom Lembong Ricuh, Gara-gara Persoalkan Naskah Ahli Hukum

Sidang Praperadilan Tom Lembong Ricuh, Gara-gara Persoalkan Naskah Ahli Hukum

News | Jum'at, 22 November 2024 | 13:37 WIB

Drama Impor Gula Tom Lembong: Dari Perintah Jokowi Hingga Isu Politisasi

Drama Impor Gula Tom Lembong: Dari Perintah Jokowi Hingga Isu Politisasi

News | Jum'at, 22 November 2024 | 11:10 WIB

Terkini

Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu

Fakta Pahit Buruh Pengupas Bawang di Jogja, Kerja Seharian Hanya Diupah Rp3 Ribu

Jogja | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:16 WIB

Dewa United Pertahankan Ivar Jenner di Tengah Beredarnya Rumor Transfer Persija Jakarta

Dewa United Pertahankan Ivar Jenner di Tengah Beredarnya Rumor Transfer Persija Jakarta

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Perbedaan Sunscreen vs Sunblock, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Sensitif?

Perbedaan Sunscreen vs Sunblock, Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Sensitif?

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:15 WIB

9 Rekomendasi Moisturizer Murah di Bawah Rp50 Ribu untuk Kulit Glowing

9 Rekomendasi Moisturizer Murah di Bawah Rp50 Ribu untuk Kulit Glowing

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Harga Sunblock Water Resistant, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Anti Luntur!

Harga Sunblock Water Resistant, Ini 5 Rekomendasi Produknya yang Anti Luntur!

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:11 WIB

PNM Bangun Ekosistem Pembiayaan Mekaar, Bunga 8 Persen

PNM Bangun Ekosistem Pembiayaan Mekaar, Bunga 8 Persen

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

ESDM Buka Tender PLTS 30 GW, Jadi Langkah Awal Proyek Energi Surya 100 GW

ESDM Buka Tender PLTS 30 GW, Jadi Langkah Awal Proyek Energi Surya 100 GW

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Indonesia Bullion Market Association Resmi Hadir, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional

Indonesia Bullion Market Association Resmi Hadir, Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Emas Nasional

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat

Karhutla di Kalimantan Kembali Meluas, Greenpeace Desak Pencegahan Diperkuat

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:10 WIB

Awas! 39 Anak di Jateng Terpapar Radikalisme Lewat Game Online dan Medsos

Awas! 39 Anak di Jateng Terpapar Radikalisme Lewat Game Online dan Medsos

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:08 WIB

×