Kasus iPhone 16, Ekonom UI Buka-bukaan Alasan Apple Lebih Pilih Investasi di Vietnam Ketimbang Indonesia

Dicky Prastya | Suara.com

Kamis, 05 Desember 2024 | 17:35 WIB
Kasus iPhone 16, Ekonom UI Buka-bukaan Alasan Apple Lebih Pilih Investasi di Vietnam Ketimbang Indonesia
Ilustrasi pekerja Indonesia. Foto: Sejumlah pekerja pabrik berjalan di luar area pabrik saat jam istirahat di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2020). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/hp.

Suara.com - Ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky blak-blakan menyebut kalau Apple lebih memilih investasi di Vietnam ketimbang Indonesia.

Sebagai perbandingan, Apple hanya menanamkan investasi Rp 158 miliar ke Indonesia dengan skema pelatihan bernama Apple Developer Academy. Sedangkan di Vietnam, Apple jor-joran investasi dengan nilai Rp 256,2 triliun berupa pabrik yang membuka 200 ribu lapangan kerja.

Riefky menjelaskan kalau Apple sejatinya adalah perusahan bisnis. MAka dari itu mereka tentu akan memilih tempat investasi yang menguntungkan perusahaan.

“Apple akan melakukan investasi dan menempatkan uangnya jika mereka merasa mendapatkan keuntungan dan mereka melihat Vietnam lebih baik daripada Indonesia,” ungkapnya dalam diskusi publik bertajuk Menghitung Untung Rugi Larangan iPhone 16 Bagi Masyarakat dan Negara yang digelar Selular Business Forum (SBF) di Jakarta, Kamis (5/12/2024).

Riefky menjelaskan bahwa perusahaan mengalami sejumlah hambatan jika ingin berinvestasi di Indonesia, mulai dari sektor ketenagakerjaan, inovasi, pembiayaan, kepastian hukum, hingga tingkat korupsi.

Ekonom UI itu menyebut, apabila dibandingkan dengan Vietnam, prosedur administrasi untuk memulai usaha di Indonesia ternyata lebih panjang dan lebih ribet.

Ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky (kiri) saat diskusi publik soal kisruh Apple dan Pemerintah soal larangan iPhone 16 di Jakarta, Kamis (5/12/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]
Ekonom dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Teuku Riefky (kiri) saat diskusi publik soal kisruh Apple dan Pemerintah soal larangan iPhone 16 di Jakarta, Kamis (5/12/2024). [Suara.com/Dicky Prastya]

Mengutip data World Bank, Riefky menyatakan ada 11 dokumen untuk memulai usaha di Indonesia. Sedangkan di Vietnam hanya memerlukan delapan dokumen.

Bahkan, jumlah dokumen perpajakan di Indonesia mencapai 26, sementara di Vietnam hanya enam. Belum lagi durasi untuk melengkapi dokumen ekspor impor di Indonesia bisa berhari-hari, sedangkan di Vietnam hanya hitungan jam.

“Itu baru dengan Vietnam, dan Indonesia masih jauh lagi tertinggal dari negara-negara lain seperti China, Arab Saudi bahkan Singapura,” papar dia.

Riefky melanjutkan, faktor sulitnya investasi di Indonesia yakni peraturan yang ternyata berbeda antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

Selanjutnya yakni faktor index law supremacy atau supremasi hukum. Menurut dia, kepastian hukum di Indonesia masih tertinggal dari rata-rata, bahkan negara Timur Tengah dan North Africa.

"Masih tertinggal dengan rata-rata negara-negara Pasifik lainnya. Bahkan lebih rendah dari rata-rata negara Latin Amerika. Jadi kalau mau investasi tapi misalnya perizinannya enggak keluar-keluar, regulasi perdagangannya itu berubah cukup sering," imbuhnya.

Dia mencontohkan berubahnya Peraturan Menteri Perdagangan yang menyoal regulasi impor. Aturan tersebut nyatanya diubah hingga empat kali hanya dalam jangka tiga bulan.

"Itu adalah regulasi yang paling cepat dan sering berubah di dunia sepanjang sejarah. Bayangkan Apple melakukan investasi di sini enggak tahu bulan ke depan apakah mereka bisa impor bahan baku yang mereka butuhkan atau enggak? Mereka enggak tahu apakah kemudian mereka bisa kemudian mendapatkan input yang mereka butuhkan untuk produksi atau enggak? Dan itu sangat costly untuk bisnis gitu," tuturnya.

Faktor lainnya yakni infrastruktur hingga produktivitas. Riefky menilai kalau kualitas infrastruktur Indonesia tertinggal jauh dari semua aspek, mulai dari logistik hingga tracking dan tracing.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin Ungkap Apple Segera Investasi Pabrik Demi Jualan iPhone 16 di Indonesia

Menperin Ungkap Apple Segera Investasi Pabrik Demi Jualan iPhone 16 di Indonesia

Tekno | Kamis, 05 Desember 2024 | 16:19 WIB

3 Alasan Kenapa iPhone 16 Ilegal Justru Merugikan Konsumen Indonesia

3 Alasan Kenapa iPhone 16 Ilegal Justru Merugikan Konsumen Indonesia

Tekno | Kamis, 05 Desember 2024 | 15:59 WIB

Bocoran Media Vietnam: Aerox 2025 Hadir dengan 4 Pilihan Memikat, Mana Favoritmu?

Bocoran Media Vietnam: Aerox 2025 Hadir dengan 4 Pilihan Memikat, Mana Favoritmu?

Otomotif | Kamis, 05 Desember 2024 | 16:15 WIB

Kronologi Warga Tolak Proyek Gedung Kedubes India dan Dugaan Pelangaran Hukum

Kronologi Warga Tolak Proyek Gedung Kedubes India dan Dugaan Pelangaran Hukum

News | Kamis, 05 Desember 2024 | 15:46 WIB

BPKN: Apple Harus Patuhi Aturan Jika Ingin Masuk Indonesia

BPKN: Apple Harus Patuhi Aturan Jika Ingin Masuk Indonesia

Tekno | Kamis, 05 Desember 2024 | 15:31 WIB

iPad Pro Siap Meluncur, Andalkan Chipset Canggih Ini

iPad Pro Siap Meluncur, Andalkan Chipset Canggih Ini

Tekno | Kamis, 05 Desember 2024 | 14:25 WIB

Terkini

43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 16 April 2026: Hadiah OVR Tinggi, Gems, dan Kompensasi Bug

43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 16 April 2026: Hadiah OVR Tinggi, Gems, dan Kompensasi Bug

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 09:32 WIB

HP Infinix Apa yang Kameranya Bagus? Ini 5 Rekomendasi dengan Harga Termurah

HP Infinix Apa yang Kameranya Bagus? Ini 5 Rekomendasi dengan Harga Termurah

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 07:58 WIB

Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini

Berapa Harga HP Nokia Jadul Sekarang? Simak Daftar Harganya di Sini

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 07:36 WIB

Harga RAM Naik, Intel Pastikan Inovasi Tak Terhambat

Harga RAM Naik, Intel Pastikan Inovasi Tak Terhambat

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 07:35 WIB

Game Star Trek Resurgence Dihapus dari Toko Digital, Lisensi Berakhir

Game Star Trek Resurgence Dihapus dari Toko Digital, Lisensi Berakhir

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 07:35 WIB

75 Kode Redeem FF Max Terbaru 16 April 2026: Raih M1014 Laut Ganas, AK47, dan VSK94

75 Kode Redeem FF Max Terbaru 16 April 2026: Raih M1014 Laut Ganas, AK47, dan VSK94

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 06:54 WIB

Terpopuler: 7 HP Realme dengan NFC Termurah 2026, Tecno Siap Rilis HP Murah Mirip iPhone

Terpopuler: 7 HP Realme dengan NFC Termurah 2026, Tecno Siap Rilis HP Murah Mirip iPhone

Tekno | Kamis, 16 April 2026 | 06:50 WIB

7 HP Gaming Murah Dibawah Rp1 Jutaan, Kuat Main Gim Berat Tanpa Lag

7 HP Gaming Murah Dibawah Rp1 Jutaan, Kuat Main Gim Berat Tanpa Lag

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 21:16 WIB

Daftar Harga HP Vivo Terbaru 2026 Lengkap, Mana Paling Worth It Sesuai Budget Kamu?

Daftar Harga HP Vivo Terbaru 2026 Lengkap, Mana Paling Worth It Sesuai Budget Kamu?

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 21:12 WIB

Daftar 6 iPhone Paling Worth It Dibeli di Tahun 2026 dan Harganya

Daftar 6 iPhone Paling Worth It Dibeli di Tahun 2026 dan Harganya

Tekno | Rabu, 15 April 2026 | 19:22 WIB