Mitos Terbongkar, Bulan Ternyata Punya Atmosfer

Muhammad Yunus

Kamis, 12 Desember 2024 | 15:52 WIB
Mitos Terbongkar, Bulan Ternyata Punya Atmosfer
Ilustrasi Chat GPT permukaan Bulan dengan detail permukaan kawah, suasana eksosfer yang tipis, dan Bumi yang terlihat samar di kejauhan [Suara.com/Muhammad Yunus]

Suara.com - Mitos ilmiah sering kali hidup lebih lama dari fakta. Contohnya? Klaim bahwa orang Eskimo punya ribuan kata untuk salju atau keyakinan "kita hanya menggunakan 10% dari otak kita." Meski menarik, kedua pernyataan itu tak lebih dari mitos belaka.

Kesalahpahaman serupa juga sering menyelimuti pengetahuan kita tentang Bulan. Banyak yang percaya bahwa Bulan sepenuhnya hampa udara, tanpa atmosfer sama sekali. Tapi, apakah benar demikian?

Faktanya, Bulan memang memiliki atmosfer, meski sangat tipis dan jauh berbeda dari atmosfer Bumi. Atmosfer ini, disebut eksosfer, terdiri dari partikel-partikel gas yang jumlahnya sangat kecil sehingga nyaris tidak terasa.

Komposisinya mencakup helium, neon, hidrogen, dan jejak oksigen—tapi jangan berharap bisa bernapas di sana.

Mengutip scienceabc.com, eksosfer Bulan begitu tipis hingga tidak mampu mendukung kehidupan seperti yang kita kenal. Bahkan, atmosfer ini tidak cukup untuk menahan radiasi matahari atau membentuk langit biru seperti di Bumi.

Namun, keberadaan eksosfer tetap menjadi bukti bahwa Bulan bukanlah tempat sepenuhnya "kosong."

Jadi, lain kali ketika mendengar klaim tentang Bulan yang tanpa atmosfer, Anda tahu jawabannya: bukan tidak ada, hanya saja sangat berbeda dari apa yang kita bayangkan.

Fakta ilmiah memang sering lebih menarik daripada mitos!

Bagaimana Atmosfer Terbentuk?

baca juga

Atmosfer hanyalah ramuan dari berbagai gas. Awalnya, atmosfer asli di alam semesta hanya terdiri dari atom hidrogen dan helium, karena ini adalah gas yang paling melimpah di piringan berdebu di sekitar Matahari tempat terbentuknya planet-planet.

Kontributor utama lainnya adalah materi yang terakumulasi di kedalaman planet itu sendiri. Misalnya, sejumlah besar nitrogen di lingkungan bumi merupakan hasil reaksi antara sinar matahari dan amonia, yang dihasilkan oleh gunung berapi yang ganas sekitar ratusan juta tahun yang lalu.

Molekul-molekul gas ini berkeliaran dan lepas ke luar angkasa, namun sebagian besarnya tertahan oleh tarikan gravitasi planet. Inilah sebabnya mengapa planet besar seperti Jupiter, Saturnus, dan Neptunus memiliki atmosfer yang lebih tebal.

Massa atom hidrogen dan helium yang rendah dan kecepatan tinggi memungkinkan mereka melepaskan diri dari tarikan gravitasi kita dan melayang ke luar angkasa.

Namun, daya tarik planet-planet yang lebih besar begitu kuat sehingga, meskipun sifatnya sulit dipahami, mereka masih terjebak di atmosfer lain — komposisi atmosfer Saturnus dan Yupiter masih mengandung banyak hidrogen dan helium.

Pertanyaan apakah suatu planet dapat menampung kehidupan tergantung pada ketebalan atau kepadatan atmosfer dan jumlah gas yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Penemuan Luar Angkasa Ini Sulit Dijelaskan Ilmuwan

5 Penemuan Luar Angkasa Ini Sulit Dijelaskan Ilmuwan

Tekno | Rabu, 11 Desember 2024 | 12:18 WIB

4 Pertanyaan Besar Tentang Kehidupan Alien, Dijawab Ahli Astrobiologi

4 Pertanyaan Besar Tentang Kehidupan Alien, Dijawab Ahli Astrobiologi

Tekno | Kamis, 05 Desember 2024 | 13:30 WIB

10 Fakta Aneh Dan Menarik Tentang Perjalanan Luar Angkasa

10 Fakta Aneh Dan Menarik Tentang Perjalanan Luar Angkasa

Tekno | Selasa, 03 Desember 2024 | 14:05 WIB

Terkini

Tamparan Rp100 Ribu: Ironi Anak Guru di Blitar dalam Pusaran Perundungan

Tamparan Rp100 Ribu: Ironi Anak Guru di Blitar dalam Pusaran Perundungan

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:23 WIB

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:05 WIB

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:27 WIB

×