Viral Serangan Siber, Apa Itu Ransomware dan Bagaimana Mengatasinya?

Dythia Novianty

Sabtu, 21 Desember 2024 | 15:51 WIB
Viral Serangan Siber, Apa Itu Ransomware dan Bagaimana Mengatasinya?
Serangan siber Ransomware. [Shutterstock]

Suara.com - Belum lama ini, ramai kabar serangan siber berupa ransomware yang diduga membobol identitas pribadi.

Meskipun isu ini tidak terbukti, lantas apa itu Ransomware?

Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky menjelaskan cara kerja serangan siber Ransomware.

Ransomware adalah perangkat lunak pemerasan yang dapat mengunci komputer kamu dan kemudian meminta tebusan untuk melepaskannya.

Ancaman yang ditimbulkan oleh ransomware bergantung pada varian virusnya.

Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa ada dua kategori utama ransomware, yakni ransomware locker dan ransomware crypto.

Ilustrasi peretas sedang melancarkan serangan siber. [Shutterstock]
Ilustrasi peretas sedang melancarkan serangan siber. [Shutterstock]

Ransomware locker akan memengaruhi fungsi dasar computer, sedangkan Ransomware crypto, membuat file individual tetap terenkripsi.

Faktanya, ransomware dapat bersifat kompleks atau sederhana, tergantung pada korban yang ditargetkan.

Ransomware umum tersebar luas melalui kampanye spam berbahaya, exploit kit, dan lainnya.

baca juga

Sementara Ransomware kompleks digunakan dalam serangan yang ditargetkan.

Kebanyakan kasus, infeksi ransomware terjadi seperti ini. Pertama, malware pertama kali memperoleh akses ke perangkat.

Bergantung pada jenis ransomware, baik seluruh sistem operasi atau file individual dienkripsi.

Jika ransomware atau Trojan enkripsi masuk ke komputer kamu, ia mengenkripsi data atau mengunci sistem operasi kamu. Kemudian tebusan akan diminta dari korban.

Dengan munculnya tren Ransomware 3.0 saat ini, para penyerang telah mampu menghasilkan berbagai versi ancaman yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka, yang juga disebut (Ransomware-as-a-Service/RaaS).

Ransomware as a Service memberi kesempatan kepada pelaku kejahatan siber dengan kemampuan teknis yang rendah untuk melakukan serangan ransomware.

Malware tersebut tersedia bagi para pembeli, yang berarti risiko yang lebih rendah dan keuntungan yang lebih tinggi bagi para programmer perangkat lunak.

Ilustrasi Keamaan Data Pribadi/ist
Ilustrasi Keamaan Data Pribadi/ist

Data terbaru dari solusi keamanan siber Kaspersky mendeteksi 57.571 serangan ransomware dari Januari hingga Juni 2024 untuk bisnis di wilayah Asia Tenggara (SEA).

Ransomware yang menargetkan bisnis di wilayah ini tertinggi berada di Indonesia dengan 32.803 insiden yang diblokir oleh Kaspersky.

Diikuti oleh Filipina dengan 15.208 serangan ransomware dan Thailand dengan 4.841 kasus.

Malaysia berada di posisi keempat dengan 3.920 serangan berbahaya, diikuti oleh Vietnam dengan 692 serangan, dan Singapura dengan 107 serangan.

“Oleh karena itu, hal ini membuka banyak kemungkinan bagi pelaku kejahatan siber untuk membuat serangan mereka lebih efektif, karena memungkinkan untuk mengkonfigurasi opsi penyebaran jaringan dan fungsi penghentian pertahanan," jelasnya.

Sangat penting bagi organisasi untuk mempertimbangkan teknologi keamanan siber yang memberikan efektivitas anti-ransomware absolut dalam pengujian pihak ketiga.

Karena tidak semua solusi keamanan siber dibuat sama. Kaspersky sangat yakin bahwa berbagi intelijen antara lembaga publik dan swasta, pengembangan undang-undang yang relevan, dan kolaborasi erat dalam keamanan siber dapat meningkatkan pertahanan siber suatu negara secara signifikan.

Perusahaan dan organisasi perlu membentengi diri dari serangan ransomware dan berikut adalah rekomendasi Kaspersky:

  • Jangan mengekspos layanan desktop/manajemen jarak jauh (seperti RDP, MSSQL, dll.) ke jaringan publik kecuali benar-benar diperlukan dan selalu gunakan kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor, dan aturan firewall untuk jaringan tersebut.
  • Selalu perbarui perangkat lunak pada semua perangkat yang digunakan untuk mencegah ransomware mengeksploitasi kerentanan.
  • Fokuskan strategi pertahanan pada pendeteksian pergerakan lateral dan penyelundupan data ke Internet. Berikan perhatian khusus pada lalu lintas keluar untuk mendeteksi koneksi pelaku kejahatan siber.
  • Cadangkan data secara berkala dengan perhatian khusus pada strategi pencadangan offline.
  • Menilai dan mengaudit rantai pasokan dan mengelola akses layanan ke lingkungan.
  • Menyiapkan rencana tindakan untuk risiko pengendalian reputasi data kamu jika terjadi pencurian data.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kaspersky: Dua Serangan Siber Ini Bakal Jadi Tren dan Target di 2024

Kaspersky: Dua Serangan Siber Ini Bakal Jadi Tren dan Target di 2024

Tekno | Senin, 12 Agustus 2024 | 10:37 WIB

Imbas Serangan Hacker, Proyek Pusat Data Nasional Rp 2,7 T Baru Beroperasi Tahun Depan

Imbas Serangan Hacker, Proyek Pusat Data Nasional Rp 2,7 T Baru Beroperasi Tahun Depan

Tekno | Jum'at, 09 Agustus 2024 | 19:24 WIB

Mengenal Forensik Digital, Prosedur Penting Usai Terjadinya Serangan Siber

Mengenal Forensik Digital, Prosedur Penting Usai Terjadinya Serangan Siber

Tekno | Kamis, 01 Agustus 2024 | 16:46 WIB

Diserang Ransomware, Begini Nasib Proyek Pusat Data Nasional Rp 2,9 Triliun

Diserang Ransomware, Begini Nasib Proyek Pusat Data Nasional Rp 2,9 Triliun

Tekno | Jum'at, 26 Juli 2024 | 19:44 WIB

Lama Tak Muncul, Menkominfo Akhirnya Bicara Update Kasus Ransomware Pusat Data Nasional

Lama Tak Muncul, Menkominfo Akhirnya Bicara Update Kasus Ransomware Pusat Data Nasional

Tekno | Jum'at, 26 Juli 2024 | 16:39 WIB

Imbas Kasus Ransomware, Menkominfo Budi Arie Akhirnya Rajin Tinjau Pusat Data Nasional

Imbas Kasus Ransomware, Menkominfo Budi Arie Akhirnya Rajin Tinjau Pusat Data Nasional

Tekno | Minggu, 21 Juli 2024 | 19:04 WIB

Terkini

Antrean Jual Saham GOTO Tembus 1 Miliar Lot

Antrean Jual Saham GOTO Tembus 1 Miliar Lot

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:56 WIB

Temuan Lapas Mewah Cibinong, KPK Endus Potensi Pungli Hingga Suap

Temuan Lapas Mewah Cibinong, KPK Endus Potensi Pungli Hingga Suap

News | Senin, 28 September 2026 | 14:54 WIB

Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri, Kortastipidkor Bidik Pihak Coba Intervensi Saksi

Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri, Kortastipidkor Bidik Pihak Coba Intervensi Saksi

News | Senin, 28 September 2026 | 14:51 WIB

Bibir Makin Cerah dan Fresh! 4 Rekomendasi Lip Tint Mengandung Vitamin C

Bibir Makin Cerah dan Fresh! 4 Rekomendasi Lip Tint Mengandung Vitamin C

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:50 WIB

Baru 3 Bulan Latihan, Dua Pembalap Cilik Indonesia Sukses Imbangi Pace Rider Top Malaysia di Sepang!

Baru 3 Bulan Latihan, Dua Pembalap Cilik Indonesia Sukses Imbangi Pace Rider Top Malaysia di Sepang!

Sport | Senin, 28 September 2026 | 14:48 WIB

Komnas Perempuan Catat 225 Kasus Pemaksaan Aborsi, 90,7% Pelakunya Pasangan intim

Komnas Perempuan Catat 225 Kasus Pemaksaan Aborsi, 90,7% Pelakunya Pasangan intim

News | Senin, 28 September 2026 | 14:46 WIB

Tiket Timnas Indonesia vs Malaysia Malam Ini Ludes!

Tiket Timnas Indonesia vs Malaysia Malam Ini Ludes!

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:44 WIB

Tak Melulu Sudirman-Thamrin, DPRD DKI Dorong CFD Jakarta Rambah Slipi hingga Blok M

Tak Melulu Sudirman-Thamrin, DPRD DKI Dorong CFD Jakarta Rambah Slipi hingga Blok M

News | Senin, 28 September 2026 | 14:44 WIB

Anggota DPR PKS Cecar Kalapas Cibinong Soal Hilangnya Fasilitas Mewah

Anggota DPR PKS Cecar Kalapas Cibinong Soal Hilangnya Fasilitas Mewah

Video | Senin, 28 September 2026 | 14:44 WIB

Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar

Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:40 WIB

×