NASA Temukan Planet Lebih Besar dari Bumi dengan Gas yang Diduga Hanya Diproduksi oleh Kehidupan

Budi Arista Romadhoni

Senin, 30 Desember 2024 | 15:57 WIB
NASA Temukan Planet Lebih Besar dari Bumi dengan Gas yang Diduga Hanya Diproduksi oleh Kehidupan
Penampakan eksoplanet yang dikenal sebagai K12-18 b [Unilad/NASA, ESA, CSA, Joseph Olmsted (STScI)]

Suara.com - NASA telah menemukan sebuah planet yang lebih besar dari Bumi dengan gas unik yang dianggap hanya dapat dihasilkan oleh kehidupan. Penemuan luar biasa ini semakin menambah daftar temuan signifikan dalam eksplorasi luar angkasa.

Dikutip dari UNILAD, Planet yang dinamakan K2-18 b, atau dikenal juga sebagai EPIC 201912552 b, mengorbit bintang katai merah K2-18 di zona yang disebut NASA sebagai "zona layak huni". Planet ini berjarak 124 tahun cahaya dari Bumi, memiliki radius 2,6 kali lipat dari Bumi, dan massanya 8,6 kali lebih besar.

Penemuan awal K2-18 b dilakukan oleh Teleskop Antariksa Kepler NASA pada 2009. Namun, misi Teleskop James Webb memberikan pandangan lebih rinci terhadap atmosfer planet tersebut, membuka wawasan baru tentang potensi kehidupan di luar angkasa.

Atmosfer dengan Jejak Molekul Unik

Pada tahun 2023, NASA mengungkapkan bahwa atmosfer K2-18 b mengandung molekul pembawa karbon seperti metana dan karbon dioksida. Penemuan ini semakin menguatkan dugaan bahwa K2-18 b adalah eksoplanet Hycean, yaitu planet yang diduga memiliki atmosfer kaya hidrogen dan permukaan yang mungkin tertutup oleh lautan air.

"Pengamatan awal Webb juga mengindikasikan adanya molekul dimetil sulfida (DMS), yang di Bumi hanya diproduksi oleh kehidupan, khususnya fitoplankton di lingkungan laut," jelas NASA.

Namun, NASA juga mencatat bahwa ukuran besar K2-18 b mungkin membuatnya tidak dapat dihuni oleh kehidupan seperti yang kita kenal. Kemungkinan adanya mantel es bertekanan tinggi atau lautan yang terlalu panas menjadi faktor yang dapat menghalangi habitabilitas.

Penelitian Mendalam

Astronom dari Universitas Cambridge, Nikku Madhusudhan, menegaskan pentingnya mempertimbangkan beragam lingkungan layak huni dalam pencarian kehidupan.

baca juga

"Secara tradisional, pencarian kehidupan di eksoplanet berfokus pada planet berbatu kecil, tetapi dunia Hycean yang lebih besar memberikan peluang yang lebih baik untuk pengamatan atmosfer," ujarnya.

Pada 26 April, Teleskop James Webb sepenuhnya memfokuskan pengamatannya pada K2-18 b selama delapan jam untuk menyelidiki tanda-tanda kehidupan lebih lanjut. Observasi lanjutan ini diharapkan dapat mengonfirmasi keberadaan DMS dalam atmosfer planet pada tingkat yang signifikan.

Mencari Kehidupan di Alam Semesta

"Tujuan utama kami adalah mengidentifikasi kehidupan di eksoplanet yang layak huni, yang akan mengubah pemahaman kita tentang tempat kita di alam semesta," tambah Madhusudhan.

Penemuan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam pencarian kehidupan di luar Bumi. Dengan teknologi seperti Teleskop James Webb, manusia semakin dekat untuk menjawab pertanyaan besar tentang eksistensi kehidupan di luar tata surya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Objek Buatan Manusia Tercepat Pecahkan Rekor Perjalanan di Luar Angkasa, Jelajahi 'Wilayah Tak Terpetakan'

Objek Buatan Manusia Tercepat Pecahkan Rekor Perjalanan di Luar Angkasa, Jelajahi 'Wilayah Tak Terpetakan'

Tekno | Sabtu, 28 Desember 2024 | 08:07 WIB

NASA Pecahkan Misteri Kenapa Bulan Jupiter Io Begitu Aktif Secara Vulkanik

NASA Pecahkan Misteri Kenapa Bulan Jupiter Io Begitu Aktif Secara Vulkanik

Tekno | Kamis, 19 Desember 2024 | 15:00 WIB

Gambar NASA Menunjukkan Antartika Menjadi Lebih Hijau Saat Es Mencair

Gambar NASA Menunjukkan Antartika Menjadi Lebih Hijau Saat Es Mencair

Tekno | Selasa, 10 Desember 2024 | 09:56 WIB

Terkini

WiFi Terbaik untuk Rumah, Kos, dan UMKM, Ini Tips Memilih Internet yang Stabil

WiFi Terbaik untuk Rumah, Kos, dan UMKM, Ini Tips Memilih Internet yang Stabil

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:54 WIB

Grab Genjot Kendaraan Listrik, Armada EV Ditargetkan Melampaui 3 Kali Lipat Tahun Ini

Grab Genjot Kendaraan Listrik, Armada EV Ditargetkan Melampaui 3 Kali Lipat Tahun Ini

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:55 WIB

Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen

Komdigi Ungkap Modus Baru Judi Online 2026, Spam Bot di Instagram hingga TikTok Naik 128 Persen

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 19:47 WIB

7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo

7 HP Murah untuk Live Streaming TikTok dengan RAM Besar dan Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 17:25 WIB

5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan

5 HP 5G Termurah dengan RAM hingga 8 GB, Harga Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 17:14 WIB

Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam

Tak Takut Listrik Padam, Chest Freezer Ini Punya Teknologi Menjaga Makanan Beku hingga 150 Jam

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 16:47 WIB

5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak

5 HP Midrange dengan Kamera Rasa Flagship, Resolusi Tinggi Didukung OIS dan Baterai Badak

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 16:15 WIB

Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma

Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 14:58 WIB

4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi

4 Tablet Murah dengan Fitur Palm Rejection, Menggambar dan Mencatat Lebih Rapi

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 14:42 WIB

Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad

Dampak Krisis Memori Global, Apple Terpaksa Menaikkan Harga MacBook dan iPad

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 14:35 WIB

×