Diabaikan Prabowo Demi Lahan Kelapa Sawit yang Lebih Luas, Ini Dampak Negatif Deforestasi Bagi Hutan Indonesia

Denada S Putri, Amelia Prisilia

Kamis, 02 Januari 2025 | 14:37 WIB
Diabaikan Prabowo Demi Lahan Kelapa Sawit yang Lebih Luas, Ini Dampak Negatif Deforestasi Bagi Hutan Indonesia
Presiden Prabowo Subianto melambaikan tangan usai menyampaikan keterangan pers terkait kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (31/12/2024). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww]

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengungkap gagasan untuk menambah lahan kelapa sawit tanpa mempedulikan ancaman deforestasi bagi hutan Indonesia. Tidak bisa dianggap sepele, berikut deretan dampak negatif deforestasi yang menjadi ancaman serius saat ini.

Dalam pidatonya di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Gedung Bappenas beberapa waktu lalu, Prabowo menyebut jika Indonesia perlu untuk menambah lahan kelapa sawit tanpa perlu takut bahaya deforestasi atau deforestation.

Menurut Prabowo, kelapa sawit merupakan bagian dari pepohonan dengan daun yang membuatnya dapat menyerap karbondioksida layaknya pohon-pohon lainnya.

"Saya kira ke depan kita harus tambah tanam kelapa sawit. Enggak usah takut apa itu katanya membahayakan, deforestation, namanya kelapa sawit ya pohon ya kan? Bener enggak, kelapa sawit itu pohon, ada daunnya kan? Dia menyerap karbondioksida," ujar Prabowo.

Alasan perluasan lahan kelapa sawit ini menurut Prabowo merupakan bagian dari keinginan beberapa negara lainnya yang bergantung pada Indonesia sebagai produsen sawit.

Dampak negatif deforestasi bagi hutan Indonesia

Ilustrasi pohon sawit. (Freepik)
Ilustrasi pohon sawit. (Freepik)

Sebagai negara penghasil sawit, deforestasi menjadi ancaman serius di Indonesia. Hal ini karena terjadi hilangnya area hutan akibat industri monokultur. Setiap tahunnya, perkebunan sawit terus meningkat hingga membuat deforestasi adalah hal yang perlu diperhatikan.

Laman Lindungi Hutan menyebut jika deforestasi merupakan perubahan yang terjadi di salah satu wilayah dari kondisi berhutan menjadi tidak berhutan. Hutan ini berkaitan dengan vegetasi pohon yang selama ini berada di area hutan.

Dalam periode 2021-2022, Indonesia mengalami deforestasi yang cukup tinggi. Hal ini menyebabkan emisi gas rumah kaca sebesar 200 juta ton metrik setiap tahunnya.

baca juga

Penyebab deforestasi sering kali disebabkan oleh kebakaran hutan, pembukaan lahan perkebunan, perambahan hutan, program transmigrasi hingga pertambahan sumber daya alam.

Dampak buruk deforestasi adalah terjadinya bencana alam, kepunahan flora dan fauna hingga pemanasan global dan perubahan iklim. Selain itu, perubahan kondisi hutan ini juga mempengaruhi siklus air.

Dipandang sepele, itu tadi beberapa ancaman serius dari deforestasi jika pemerintah masih menginginkan perluasan lahan kelapa sawit untuk produksi yang lebih besar nantinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sawit, Deforestasi, dan Konflik: Mengupas Visi Besar Presiden Prabowo

Sawit, Deforestasi, dan Konflik: Mengupas Visi Besar Presiden Prabowo

Your Say | Kamis, 02 Januari 2025 | 13:23 WIB

Tantangan Jokowi Usai Rilis OCCRP Jadi Uji Nyali KPK dan Presiden Prabowo

Tantangan Jokowi Usai Rilis OCCRP Jadi Uji Nyali KPK dan Presiden Prabowo

News | Kamis, 02 Januari 2025 | 11:15 WIB

Apakah PPN Jadi Naik 12%? Ini Penjelasan Detail Prabowo dan Sri Mulyani

Apakah PPN Jadi Naik 12%? Ini Penjelasan Detail Prabowo dan Sri Mulyani

Lifestyle | Kamis, 02 Januari 2025 | 10:46 WIB

Terkini

Suasana GBK Terkendali, Suporter Malaysia Merasa Lebih Aman Jelang Lawan Timnas Indonesia

Suasana GBK Terkendali, Suporter Malaysia Merasa Lebih Aman Jelang Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:16 WIB

Alasan PKB Patok Parliamentary Threshold 6 Persen di Revisi UU Pemilu

Alasan PKB Patok Parliamentary Threshold 6 Persen di Revisi UU Pemilu

News | Senin, 28 September 2026 | 19:12 WIB

Diklaim Tak Ada Pengunduran Diri Massal, 85% Manajer Kopdes Setuju Lokasi Kerja

Diklaim Tak Ada Pengunduran Diri Massal, 85% Manajer Kopdes Setuju Lokasi Kerja

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:11 WIB

Kembangkan Limbah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Nyalakan Masa Depan Anak Putus Sekolah

Kembangkan Limbah Sabut Kelapa, Nasabah PNM Nyalakan Masa Depan Anak Putus Sekolah

Riau | Senin, 28 September 2026 | 19:10 WIB

Rekam Jejak Ko Hyung-jin Wasit Timnas Indonesia vs Malayisa Malam Ini: Memori Kelam 2019

Rekam Jejak Ko Hyung-jin Wasit Timnas Indonesia vs Malayisa Malam Ini: Memori Kelam 2019

Bola | Senin, 28 September 2026 | 19:06 WIB

BEI Bantah Aturan Saham Minimum Rp1 Jadi Biang IHSG Anjlok ke 6.100

BEI Bantah Aturan Saham Minimum Rp1 Jadi Biang IHSG Anjlok ke 6.100

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 19:05 WIB

Bukan Habis Stok, Menkes Tegaskan Obat Influenza A Ada, Tapi Pemberian Tak Boleh Sembarang

Bukan Habis Stok, Menkes Tegaskan Obat Influenza A Ada, Tapi Pemberian Tak Boleh Sembarang

News | Senin, 28 September 2026 | 19:03 WIB

Paradoks Megapolitan Jakarta: Modal Manusia Melesat ke-23 Dunia, Tapi Kualitas Hidup Tercecer

Paradoks Megapolitan Jakarta: Modal Manusia Melesat ke-23 Dunia, Tapi Kualitas Hidup Tercecer

News | Senin, 28 September 2026 | 18:57 WIB

Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Malaysia: Mitchell Baker Cadangan, Haye Main Dari Awal

Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Malaysia: Mitchell Baker Cadangan, Haye Main Dari Awal

Bola | Senin, 28 September 2026 | 18:55 WIB

Erajaya Buka-bukaan Strategi Bisnis Ritel Makanan dan Minuman

Erajaya Buka-bukaan Strategi Bisnis Ritel Makanan dan Minuman

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 18:55 WIB

×