Penemuan Suara Mirip "Kicauan Burung" di Luar Angkasa Picu Pertanyaan Baru

Budi Arista Romadhoni

Selasa, 28 Januari 2025 | 09:40 WIB
Penemuan Suara Mirip "Kicauan Burung" di Luar Angkasa Picu Pertanyaan Baru
Ilustrasu luar angkasa bintang dan planet. [Pixabay]

Suara.com - Para ilmuwan dibuat terkejut setelah mendeteksi suara yang menyerupai kicauan burung di luar angkasa. Penelitian itu menyoroti fenomena gelombang paduan suara (chorus waves), yang merupakan emisi elektromagnetik terkuat yang secara alami terjadi di ruang angkasa. Gelombang ini dapat memicu radiasi berbahaya bagi manusia dan satelit.

Menyadur dari UNILAD, gelombang ini bergerak sepanjang garis medan magnet Bumi dan mentransfer energi ke elektron, mempercepatnya hingga mendekati kecepatan cahaya.

Proses ini kadang-kadang menciptakan aurora seperti Cahaya Utara. Meski menghasilkan keindahan, gelombang paduan suara juga dijuluki "elektron pembunuh" karena ancaman yang ditimbulkan terhadap satelit, astronot, dan sistem komunikasi vital.

Namun, yang mengejutkan para ilmuwan adalah deteksi gelombang ini di lokasi yang tak terduga, yaitu lebih dari 100.000 km dari Bumi. Biasanya, gelombang paduan suara ditemukan pada jarak sekitar 51.000 km dari planet kita.

Penemuan ini dilakukan oleh para peneliti di Universitas Beihang, Tiongkok, menggunakan data dari satelit Magnetospheric Multiscale (MMS) milik NASA.

Saat gelombang ini diubah menjadi sinyal audio, mereka menghasilkan suara mirip kicauan burung, sesuatu yang pernah didengar sebelumnya, tetapi belum pernah terdeteksi sejauh ini.

Ilustrasi luar angkasa. (Pixabay/Free-Photos)
Ilustrasi luar angkasa. (Pixabay/Free-Photos)

Allison Jaynes, fisikawan luar angkasa dari Universitas Iowa yang tidak terlibat dalam penelitian, mengomentari penemuan ini: "Ini membuka banyak pertanyaan baru tentang fisika yang mungkin terjadi di wilayah ini."

Richard Horne, ahli cuaca luar angkasa dari British Antarctic Survey, menyebut hasil ini sebagai "penemuan yang mengejutkan di wilayah yang tak terduga."

Implikasi penemuan ini cukup besar. Menurut laporan BBC Science Focus, lokasi baru ini menunjukkan bahwa gelombang paduan suara tidak memerlukan kondisi lingkungan Bumi untuk terbentuk, bertentangan dengan pemahaman sebelumnya.

baca juga

Namun, Horne menambahkan bahwa teori yang ada belum sepenuhnya gugur, tetapi memerlukan pengamatan lebih mendalam.

Penelitian ini diharapkan dapat menyelesaikan kontroversi lama terkait asal-usul gelombang paduan suara sekaligus meningkatkan pemahaman tentang transportasi energi di ruang angkasa dan lingkungan astrofisika lainnya.

Penemuan ini tidak hanya menantang teori yang ada tetapi juga membuka peluang untuk memahami bagaimana energi bergerak di luar angkasa. Dengan teknologi satelit yang terus berkembang, para ilmuwan berharap untuk mengungkap lebih banyak misteri dari "suara burung" di luar angkasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SLB dan Star Energy Geothermal Umumkan Kolaborasi Teknologi

SLB dan Star Energy Geothermal Umumkan Kolaborasi Teknologi

Bisnis | Kamis, 23 Januari 2025 | 14:55 WIB

Gempa Bumi M 5,7 Guncang Talaud, Pusat Gempa di Kedalaman 94 Km Pagi Ini

Gempa Bumi M 5,7 Guncang Talaud, Pusat Gempa di Kedalaman 94 Km Pagi Ini

News | Kamis, 23 Januari 2025 | 07:46 WIB

Bahas Harga Gas Bumi, Prabowo Panggil Airlangga dan Agus Gumiwang: HGBT akan Diperpanjang dan Diperluas

Bahas Harga Gas Bumi, Prabowo Panggil Airlangga dan Agus Gumiwang: HGBT akan Diperpanjang dan Diperluas

News | Selasa, 21 Januari 2025 | 16:33 WIB

Terkini

Bisakah Melacak iPhone yang Mati Total? Ini Jawaban dan Cara Lengkapnya

Bisakah Melacak iPhone yang Mati Total? Ini Jawaban dan Cara Lengkapnya

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 19:15 WIB

Imbas Lonjakan Harga Memori, Nothing Batalkan Peluncuran CMF Phone Terbaru

Imbas Lonjakan Harga Memori, Nothing Batalkan Peluncuran CMF Phone Terbaru

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 19:15 WIB

4 Adaptor Fast Charging yang Awet dan Tak Bikin HP Panas

4 Adaptor Fast Charging yang Awet dan Tak Bikin HP Panas

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 17:58 WIB

5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol

5 Rekomendasi HP Murah Baterai Jumbo dan Fast Charging, Cocok untuk Driver Ojol

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 17:47 WIB

ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!

ASUS ExpertBook P1 PM1403, Laptop Bisnis dengan Berat Hanya 1,4kg!

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 15:37 WIB

4 HP Xiaomi yang Terbukti Laris: Kamera Saingi iPhone, Harga Kompetitif

4 HP Xiaomi yang Terbukti Laris: Kamera Saingi iPhone, Harga Kompetitif

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 15:35 WIB

4 Portable Power Station Terbaik dengan Solar Panel, Cocok untuk Cadangan Daya saat Mati Listrik

4 Portable Power Station Terbaik dengan Solar Panel, Cocok untuk Cadangan Daya saat Mati Listrik

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 15:21 WIB

Harga Fitbit Air Gelang Pintar Google, Lengkap dengan Spesifikasi dan Review

Harga Fitbit Air Gelang Pintar Google, Lengkap dengan Spesifikasi dan Review

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 15:15 WIB

55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 14:40 WIB

Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn

Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn

Tekno | Senin, 22 Juni 2026 | 14:31 WIB