Terlalu Bergantung pada AI? Ini Dampaknya bagi Otak Kita

Denada S Putri | Suara.com

Selasa, 11 Februari 2025 | 16:55 WIB
Terlalu Bergantung pada AI? Ini Dampaknya bagi Otak Kita
Ilustrasi AI dan otak manusia. [Ist]

Suara.com - Para peneliti dari Microsoft dan Carnegie Mellon University baru-baru ini menerbitkan sebuah studi yang meneliti bagaimana penggunaan AI generatif di tempat kerja memengaruhi keterampilan berpikir kritis.

“Jika digunakan secara tidak tepat, teknologi dapat dan memang menyebabkan penurunan kemampuan kognitif yang seharusnya dipertahankan,” tulis makalah tersebut, dikutip dari techcrunch.com, Selasa (11/02/2025).

Ketika orang mengandalkan AI generatif di tempat kerja, upaya mereka bergeser ke arah memverifikasi apakah respons AI cukup baik untuk digunakan, daripada menggunakan keterampilan berpikir kritis tingkat tinggi seperti menciptakan, mengevaluasi, dan menganalisis informasi.

Jika manusia hanya turun tangan ketika respons AI dianggap tidak memadai, menurut makalah tersebut, maka pekerja kehilangan “kesempatan rutin untuk melatih penilaian mereka dan memperkuat kemampuan kognitif mereka, yang pada akhirnya membuatnya melemah dan tidak siap ketika menghadapi situasi yang tidak biasa.”

Dengan kata lain, ketika kita terlalu bergantung pada AI untuk berpikir bagi kita, kita menjadi lebih buruk dalam memecahkan masalah sendiri ketika AI gagal.

Dalam studi terhadap 319 orang yang melaporkan menggunakan AI generatif setidaknya sekali seminggu di tempat kerja, responden diminta untuk membagikan tiga contoh bagaimana mereka menggunakan AI generatif dalam pekerjaan mereka. Penggunaan ini terbagi dalam tiga kategori utama:

Ilustrasi ChatGPT dan Deepseek. [Ist]
Ilustrasi ChatGPT dan Deepseek. [Ist]
  1. Pembuatan (misalnya menulis email dengan format tertentu untuk rekan kerja)
  2. Informasi (meneliti suatu topik atau meringkas artikel panjang)
  3. Saran (meminta panduan atau membuat grafik dari data yang sudah ada)

Kemudian, mereka diminta menjawab apakah mereka menggunakan keterampilan berpikir kritis saat melakukan tugas tersebut, serta apakah penggunaan AI generatif membuat mereka lebih atau kurang berusaha dalam berpikir kritis. Untuk setiap tugas yang disebutkan, responden juga diminta membagikan tingkat kepercayaan mereka terhadap diri sendiri, terhadap AI generatif, dan terhadap kemampuan mereka dalam mengevaluasi keluaran AI.

Sekitar 36% peserta melaporkan bahwa mereka menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk mengurangi potensi dampak negatif dari penggunaan AI. Seorang peserta mengatakan bahwa ia menggunakan ChatGPT untuk menulis ulasan kinerja, tetapi tetap memeriksa ulang hasil AI karena takut secara tidak sengaja mengirimkan sesuatu yang bisa membuatnya diskors.

Peserta lain melaporkan bahwa ia harus mengedit email yang dihasilkan AI sebelum mengirimkannya ke atasannya—yang berasal dari budaya yang sangat menekankan hierarki dan usia—agar tidak melakukan kesalahan sosial. Dalam banyak kasus, peserta juga memverifikasi respons AI dengan pencarian web yang lebih umum dari sumber seperti YouTube dan Wikipedia, yang ironisnya justru bisa membuat penggunaan AI menjadi kurang efisien.

Agar pekerja dapat mengatasi kekurangan AI generatif, mereka perlu memahami bagaimana kekurangan tersebut terjadi. Namun, tidak semua peserta memahami batasan AI.

Ilustrasi berbagai macam AI. [Ist]
Ilustrasi berbagai macam AI. [Ist]

“Potensi dampak negatif dari respons AI generatif dapat mendorong pemikiran kritis, tetapi hanya jika pengguna secara sadar menyadari dampak tersebut,” tulis makalah tersebut.

Faktanya, studi ini menemukan bahwa peserta yang melaporkan kepercayaan tinggi terhadap AI justru menggunakan lebih sedikit upaya berpikir kritis, dibandingkan mereka yang lebih percaya pada kemampuan mereka sendiri.

Meskipun para peneliti tidak secara langsung menyatakan bahwa alat AI generatif membuat penggunanya menjadi lebih bodoh, studi ini menunjukkan bahwa ketergantungan berlebihan pada AI generatif dapat melemahkan kapasitas kita dalam memecahkan masalah secara mandiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trading Volume di Pintu Melonjak 150 Persen, AI dan Meme Token Kuasai Pasar Crypto 2024

Trading Volume di Pintu Melonjak 150 Persen, AI dan Meme Token Kuasai Pasar Crypto 2024

Bisnis | Selasa, 11 Februari 2025 | 16:28 WIB

DMMX Perluas Jangkauan Digital Cloud Signage Berbasis AI ke Gerai Xiaomi di Seluruh Amerika Selatan

DMMX Perluas Jangkauan Digital Cloud Signage Berbasis AI ke Gerai Xiaomi di Seluruh Amerika Selatan

Bisnis | Selasa, 11 Februari 2025 | 14:48 WIB

BigSocial Beri Solusi Digital Berbasis AI Untuk Pengembangan Bisnis

BigSocial Beri Solusi Digital Berbasis AI Untuk Pengembangan Bisnis

Bisnis | Selasa, 11 Februari 2025 | 14:08 WIB

Terkini

Game Zombie State of Decay 3 Bangkit Lagi, Fase Uji Coba Segera Dibuka

Game Zombie State of Decay 3 Bangkit Lagi, Fase Uji Coba Segera Dibuka

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 19:20 WIB

Redmi G25 2026 Resmi Debut, Monitor Gaming Termurah dengan Refresh Rate 300 Hz

Redmi G25 2026 Resmi Debut, Monitor Gaming Termurah dengan Refresh Rate 300 Hz

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 19:10 WIB

7 Rekomendasi HP Memori 256 GB Terbaru April 2026: Harga Terjangkau, Chipset Ngebut!

7 Rekomendasi HP Memori 256 GB Terbaru April 2026: Harga Terjangkau, Chipset Ngebut!

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 19:07 WIB

63 Kode Redeem FF Max Terbaru 5 April 2026: Ada Scar Shadow, Diamond, dan Bundel Funny

63 Kode Redeem FF Max Terbaru 5 April 2026: Ada Scar Shadow, Diamond, dan Bundel Funny

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 18:18 WIB

Film Super Mario Galaxy Hadirkan Hadiah Digital, Bawa Ponsel untuk Klaim

Film Super Mario Galaxy Hadirkan Hadiah Digital, Bawa Ponsel untuk Klaim

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 16:23 WIB

Sampah Antariksa Dikira Rudal dan Meteor di Lampung, Roket China CZ-3B Punya Misi Apa?

Sampah Antariksa Dikira Rudal dan Meteor di Lampung, Roket China CZ-3B Punya Misi Apa?

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 16:21 WIB

5 HP Android Bebas Iklan Terbaik di April 2026, Pengalaman Lebih Smooth

5 HP Android Bebas Iklan Terbaik di April 2026, Pengalaman Lebih Smooth

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 15:56 WIB

5 Rekomendasi HP Murah Tanpa Iklan, Mulai dari Rp1 Jutaan

5 Rekomendasi HP Murah Tanpa Iklan, Mulai dari Rp1 Jutaan

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 14:26 WIB

Game Ninja Turtles Empire City Segera Debut, Padukan Fitur Canggih di Platform VR

Game Ninja Turtles Empire City Segera Debut, Padukan Fitur Canggih di Platform VR

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 14:20 WIB

Duel Performa Poco X8 Pro vs X8 Pro Max, Mana yang Paling Worth It untuk Gaming?

Duel Performa Poco X8 Pro vs X8 Pro Max, Mana yang Paling Worth It untuk Gaming?

Tekno | Minggu, 05 April 2026 | 13:46 WIB