Bukan Sekadar Pasar! Indonesia Ingin Jadi Inovator AI Global

Denada S Putri Suara.Com
Minggu, 16 Februari 2025 | 15:47 WIB
Bukan Sekadar Pasar! Indonesia Ingin Jadi Inovator AI Global
Ilustrasi AI (pexels/Nemuel Sereti)

Suara.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin dalam penerapan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di antara negara-negara berkembang.

Hal ini dia sampaikan dalam pembukaan Kongres Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) yang digelar secara daring, Minggu (16/02/2025).

"Ini membuka peluang juga untuk Indonesia menjadi salah satu pemimpin khususnya untuk embracing atau menerima, mengadopsi AI bagi negara-negara berkembang," ujar Meutya, disadur dari ANTARA, di hari yang sama.

Pernyataan ini datang setelah dirinya menghadiri AI Action Summit di Paris, Prancis, dan bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Dalam forum tersebut, dia menyoroti bagaimana Eropa, terutama Prancis, berupaya mengambil posisi strategis dalam pengembangan AI, bersaing dengan Amerika Serikat dan Tiongkok yang saat ini mendominasi sektor tersebut.

Menurut Meutya, pengembangan AI global tidak boleh hanya didikte oleh negara-negara besar. Sebaliknya, negara berkembang seperti Indonesia harus memiliki peran yang signifikan dalam menentukan arah teknologi ini.

"AI ini bukan menjadi diktean negara-negara besar, tapi justru harus memperhatikan negara berkembang seperti Indonesia, harus memperhatikan global south, kerja sama selatan, sebagaimana yang kita gaungkan di Asia-Afrika," tegasnya.

Indonesia menginginkan agar negara-negara berkembang di kawasan Asia, Afrika, dan Pasifik Selatan tidak hanya dijadikan sebagai pasar bagi teknologi AI, tetapi juga dilibatkan sebagai inovator dalam pengembangannya.

Menurut Meutya, diperlukan pendekatan berbasis kesetaraan agar negara-negara Global South bisa berkontribusi secara aktif dalam ekosistem AI global.

Baca Juga: AI Jadi Harapan Baru untuk Selamatkan Great Barrier Reef dari Pemanasan Global

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya edukasi dalam pemanfaatan AI, khususnya bagi jurnalis perempuan. Meutya berharap Kongres FJPI 2025 dapat menjadi ajang untuk meningkatkan literasi digital dan adaptasi terhadap AI di industri media.

"Jadi orientasinya bukan kepada teknologi AI-nya, tapi bagaimana masyarakat bisa diuntungkan di situ, khususnya dalam hal ini yang terkait dengan bagaimana informasi bisa menjadi lebih aksesibel kepada semua orang, bagaimana informasi bisa menjadi lebih baik, dan bagaimana AI ini juga bisa mengikuti etika-etika yang berlaku di negara-negara," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI