Hipotesis Silurian: Apakah Ada Peradaban Maju di Bumi Sebelum Manusia?

Muhammad Yunus

Selasa, 18 Februari 2025 | 15:29 WIB
Hipotesis Silurian: Apakah Ada Peradaban Maju di Bumi Sebelum Manusia?
Ilustrasi ChatGPT menggambarkan peradaban maju yang mungkin pernah ada di Bumi sebelum manusia. Suasananya misterius dengan bangunan futuristik yang sebagian hancur dan ditumbuhi vegetasi lebat [Suara.com/Muhammad Yunus]

Suara.com - Pernahkah terlintas dalam pikiran bahwa sebelum manusia menghuni Bumi, mungkin ada peradaban maju yang telah lama punah?

Hipotesis ini bukanlah plot film fiksi ilmiah semata, melainkan pertanyaan ilmiah yang diajukan dalam sebuah studi yang dikenal sebagai Hipotesis Silurian.

Pada tahun 2018, dua ilmuwan dari Universitas Cambridge menerbitkan makalah berjudul "The Silurian Hypothesis: Would It Be Possible to Detect an Industrial Civilization in the Geological Record?" dalam Journal of Astrobiology.

Mengutip dari iflscience.com, nama hipotesis ini diambil dari spesies reptil humanoid berteknologi tinggi dalam serial Doctor Who yang dikenal sebagai Silurian.

Dalam fiksi, mereka digambarkan hidup jauh sebelum manusia dan bersembunyi hingga ditemukan kembali oleh sang penjelajah waktu. Namun, dalam konteks ilmiah, hipotesis ini jauh lebih dalam dan serius.

Apa Itu Hipotesis Silurian?

Hipotesis Silurian bukanlah klaim bahwa ada peradaban maju sebelum manusia, melainkan pertanyaan spekulatif: Jika memang pernah ada peradaban industri jutaan tahun sebelum manusia, apakah kita bisa menemukannya sekarang?

Para ilmuwan bertanya apakah ada “sidik jari geologis” yang bisa menjadi petunjuk adanya peradaban kuno yang telah musnah jutaan tahun yang lalu.

Para penulis makalah, Gavin Schmidt dan Adam Frank, mengakui bahwa manusia saat ini adalah satu-satunya spesies yang diketahui memiliki peradaban industri.

Namun, mereka menunjukkan bahwa sejarah industri manusia sendiri sangat singkat dalam konteks waktu geologis. Sejak revolusi industri, kita baru meninggalkan jejak industri selama sekitar 300 tahun—waktu yang sangat singkat dibandingkan dengan usia Bumi yang mencapai 4,5 miliar tahun.

baca juga

Ini menimbulkan pertanyaan: Apakah mungkin ada peradaban lain yang muncul dan lenyap jauh sebelum manusia, meninggalkan jejak yang sangat sedikit di catatan geologis?

Jejak Geologis Peradaban

Manusia modern telah meninggalkan berbagai jejak di Bumi, mulai dari plastik, polutan, hingga perubahan iklim yang signifikan. Namun, apakah jejak ini akan bertahan jutaan tahun dari sekarang?

Para ilmuwan dalam makalah tersebut berpendapat bahwa meski manusia telah menyebabkan perubahan besar, lapisan sedimen yang merekam era kita mungkin hanya setebal beberapa sentimeter dalam catatan geologis masa depan.

Selain itu, mereka menjelaskan bahwa semakin lama suatu peradaban bertahan, semakin besar kemungkinan peradaban tersebut mengadopsi praktik yang lebih berkelanjutan.

Ironisnya, semakin berkelanjutan suatu peradaban, semakin kecil jejak yang ditinggalkannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Ungkap Jalur Tabrakan Asteroid 2024 YR4, Berpotensi Hantam Bumi pada 2032

Ilmuwan Ungkap Jalur Tabrakan Asteroid 2024 YR4, Berpotensi Hantam Bumi pada 2032

Tekno | Selasa, 18 Februari 2025 | 11:49 WIB

Lebih Besar dari Gajah: Mengungkap Batas Ukuran Hewan di Bumi

Lebih Besar dari Gajah: Mengungkap Batas Ukuran Hewan di Bumi

Tekno | Senin, 17 Februari 2025 | 18:20 WIB

Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami di Sidrap Dicuri, BMKG: Sudah 4 Kali!

Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami di Sidrap Dicuri, BMKG: Sudah 4 Kali!

News | Sabtu, 15 Februari 2025 | 20:00 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×