Misteri Sinyal Radio dari Galaksi Mati yang Membingungkan Ilmuwan

Muhammad Yunus

Kamis, 20 Februari 2025 | 16:39 WIB
Misteri Sinyal Radio dari Galaksi Mati yang Membingungkan Ilmuwan
Ilustrasi ChatGPT yang menggambarkan sinyal radio misterius yang terlacak berasal dari pinggiran sebuah galaksi yang seharusnya sudah lama mati [Suara.com/Muhammad Yunus]

Suara.com - Alam semesta menyimpan banyak misteri, salah satunya adalah galaksi mati—tempat di mana bintang-bintang tidak lagi terbentuk dan kehidupan kosmik seharusnya sudah berhenti.

Namun, para ilmuwan baru saja menemukan sesuatu yang mengejutkan. Sebuah sinyal radio misterius terlacak berasal dari pinggiran sebuah galaksi yang seharusnya sudah lama mati.

Mengutip dari LiveScience.com, fenomena ini membingungkan para astronom karena bertentangan dengan pemahaman yang ada.

Apa Itu Fast Radio Burst (FRB)?

Sinyal yang ditemukan ini termasuk dalam kategori fast radio burst (FRB) — semburan cahaya radio yang sangat kuat tetapi berlangsung sangat singkat, hanya beberapa milidetik.

Biasanya, FRB dikaitkan dengan ledakan supernova, yaitu peristiwa di mana bintang besar meledak di akhir hidupnya. Oleh karena itu, FRB umumnya ditemukan di galaksi muda yang masih aktif membentuk bintang baru.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa FRB ini justru berasal dari galaksi yang telah mati selama 11 miliar tahun. Temuan ini diterbitkan dalam The Astrophysical Journal Letters pada 21 Januari 2025.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Northwestern University dan McGill University, yang menggunakan data dari teleskop radio CHIME di Kanada.

Sumber Sinyal yang Tak Terduga

baca juga

Biasanya, FRB ditemukan di pusat galaksi aktif yang memiliki banyak bintang baru. Namun, sinyal yang satu ini datang dari pinggiran galaksi mati.

Tarraneh Eftekhari, salah satu peneliti, menyebutkan bahwa temuan ini bertentangan dengan pemahaman sebelumnya mengenai asal-usul FRB.

"Dari ribuan FRB yang telah ditemukan, hanya sekitar seratus yang telah dilacak ke galaksi asalnya, dan kebanyakan berasal dari galaksi yang masih aktif membentuk bintang," kata Eftekhari.

Dengan kata lain, sumber sinyal ini adalah sebuah anomali kosmik. Hal ini membuat para ilmuwan bertanya-tanya: bagaimana mungkin sebuah galaksi yang seharusnya tidak memiliki bintang baru masih bisa menghasilkan semburan FRB?

Kemungkinan Penjelasan

Para ilmuwan memiliki beberapa teori untuk menjelaskan fenomena ini. Salah satu kemungkinan adalah adanya tabrakan antara dua bintang tua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stop Tunda PR! 3 Tips Belajar dari Ahli Syaraf untuk Nilai Maksimal

Stop Tunda PR! 3 Tips Belajar dari Ahli Syaraf untuk Nilai Maksimal

Video | Minggu, 16 Februari 2025 | 07:00 WIB

AI Jadi Harapan Baru untuk Selamatkan Great Barrier Reef dari Pemanasan Global

AI Jadi Harapan Baru untuk Selamatkan Great Barrier Reef dari Pemanasan Global

Tekno | Jum'at, 14 Februari 2025 | 17:30 WIB

Inti Bumi Berubah Bentuk? Ini Penjelasan Para Ilmuwan

Inti Bumi Berubah Bentuk? Ini Penjelasan Para Ilmuwan

Tekno | Kamis, 13 Februari 2025 | 16:06 WIB

Terkini

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

×