Publik Temukan Anggaran TNI untuk Beli Celana Dalam, Nilainya Tembus Rp 172 Juta

Cesar Uji Tawakal, Lintang Siltya Utami

Selasa, 18 Maret 2025 | 09:35 WIB
Publik Temukan Anggaran TNI untuk Beli Celana Dalam, Nilainya Tembus Rp 172 Juta
Ilustrasi TNI (Pexels/chaikong2511)

Suara.com - Publik belakangan ini tengah dihebohkan dengan agenda DPR RI dan pemerintah yang akan merevisi Undang-Undang (UU) Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Hal tersebut menjadi semakin disorot setelah rapat dilaksanakan di hotel mewah Fairmont. Pasalnya, isu ini muncul di tengah pemerintah sedang melakukan pemangkasan anggaran untuk efisiensi.

Mayoritas warganet menilai bahwa publik harus menolak revisi UU TNI karena akan melegimitasi praktik dwifungsi ABRI.

Di tengah polemik tersebut, publik kini menemukan anggaran TNI dalam portal Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Bigbox.

Anggaran tersebut menuai atensi warganet karena digunakan untuk membeli celana dalam dengan nilai Rp 172 juta.

Hal ini dibeberkan melalui menfess pada akun X @BaseBDG pada 17 Maret 2025.

"Euy sempak apa yang harganya 170 jutaan. Gelo beli make duit rakyat pula. TolakRUUTNI," bunyi menfess tersebut.

Cuitan warganet soal anggaran TNI untuk pembelian celana dalam. [X/@BaseBDG]
Cuitan warganet soal anggaran TNI untuk pembelian celana dalam. [X/@BaseBDG]

Saat ditelusuri melalui situs resmi LKPP Bigbox, tercatut nama Kodiklat TNI MB TNI dalam kolom Nama Satker dengan kode 11340722 dan kode RUP 54311304.

Keterangan "Nama Paket" tertulis "Celana Dalam Pria" dengan "Total Pelaksanaan" Rp 172.081.000.

baca juga

Tak hanya itu, kolom di bagian atas yang merinci Nama Satker Makodam III SLW TNI AD dengan kode 11626564 dan kode RUP 56594515 juga memiliki pengeluaran anggaran untuk celana dalam.

Keterangan "Nama Paket" yang tertulis adalah "Celana Dalam GT Man" dengan Total Pelaksanaan Rp 297.000.

Warganet menyoroti anggaran tersebut karena dinilai masih menggunakan uang rakyat, namun untuk pembelian barang-barang yang tidak jelas dan bersifat pribadi.

Di sisi lain, sejumlah lembaga seperti Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) juga menentang revisi UU TNI karena berkebalikan dengan agenda reformasi TNI yang seharusnya mendukung TNI sebagai alat pertahanan negara.

Jika UU TNI direvisi, maka DPR RI dan pemerintah akan menarik kembali TNI ke dalam peran sosial politik. Sejumlah warganet bahkan secara terang-terangan menyebut khawatir dan takut jika masa Orde Baru akan bangkit kembali.

Media sosial seperti X pun diramaikan dengan penolakan publik. Bahkan hingga hari ini, Selasa (18/3/2025), tagar #TolakRUUTNI masih menduduki Trending Topik X Indonesia dengan jumlah cuitan lebih dari 102.000 tweet.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

THR TNI Polri 2025 Kapan Cair? Segera Cek Rekeningmu Sekarang!

THR TNI Polri 2025 Kapan Cair? Segera Cek Rekeningmu Sekarang!

News | Selasa, 18 Maret 2025 | 06:58 WIB

Duduk Perkara 3 Polisi Way Kanan Tewas Ditembak di Kepala saat Gerebek Sabung Ayam di Lampung

Duduk Perkara 3 Polisi Way Kanan Tewas Ditembak di Kepala saat Gerebek Sabung Ayam di Lampung

News | Selasa, 18 Maret 2025 | 06:25 WIB

Tragis! 3 Polisi Tewas Ditembak saat Gerebek Sabung Ayam di Lampung, Pelaku Diduga Oknum TNI

Tragis! 3 Polisi Tewas Ditembak saat Gerebek Sabung Ayam di Lampung, Pelaku Diduga Oknum TNI

News | Selasa, 18 Maret 2025 | 06:43 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×