Pemerintah Mau Buat Aplikasi AI untuk Ketahanan Pangan, Selesai Agustus 2025

Dicky Prastya | Suara.com

Senin, 28 April 2025 | 21:03 WIB
Pemerintah Mau Buat Aplikasi AI untuk Ketahanan Pangan, Selesai Agustus 2025
Menkomdigi Meutya Hafid saat konferensi pers soal merger XL Axiata dan Smartfren menjadi XLSmart di Kantor Komdigi, Jakarta, Kamis (17/4/2025). [Suara.com/Dicky Prastya]

Suara.com - Pemerintah RI tengah membangun aplikasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) untuk ketahanan pangan serta sistem perlindungan sosial. Platform itu bakal diluncurkan pada Agustus 2025 mendatang.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan kalau Pemerintah juga menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta 9 juta talenta digital di tahun 2030.

Meutya menjelaskan kalau hal ini sejalan dengan tiga aspek yang menjadi perhatian Pemerintah, yakni pendidikan, ketahanan pangan, dan penyediaan layanan publik.

Presiden Prabowo Subianto usai menghadiri Townhall Meeting Danantara bersama BUMN secara tertutup di JCC Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2025). (Suara.com/Novian)
Presiden Prabowo Subianto usai menghadiri Townhall Meeting Danantara bersama BUMN secara tertutup di JCC Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2025). (Suara.com/Novian)

“Keamanan pangan menjadi perhatian Presiden Prabowo, terutama di tengah situasi geopolitik saat ini. Dan juga pendidikan merupakan keyakinan mendasar yang dipegang teguh Indonesia, karena dengan AI, kita percaya bahwa AI tidak hanya itu, mereka yang merancang dan mengatur AI harus lebih pintar dari AI itu sendiri,” papar Meutya, dikutip dari siaran pers Komdigi, Senin (28/4/2025).

Selain itu, Meutya memamerkan kalau berbagai program AI telah dikembangkan untuk mendukung layanan publik, mulai dari sistem perlindungan sosial yang akan diluncurkan Agustus 2025 hingga layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan distribusi makanan bergizi untuk pelajar.

Sementara di bidang infrastruktur digital, Menkomdigi mengatakan bahwa ada tantangan besar dalam menghubungkan 17.000 pulau Indonesia secara merata.

Pemerintah kini sedang menyiapkan pelelangan spektrum 2,6 dan 3,5 gigahertz (GHz) serta memperluas jaringan serat optik dan kabel bawah laut.

Langkah lain yang sedang ditempuh termasuk konsolidasi industri telekomunikasi dan pengembangan pusat data nasional berlatensi rendah untuk mendukung integrasi AI yang optimal.

“Ini sebuah kemajuan, tetapi tetap mengingatkan kita tentang skala tantangan untuk membangun konektivitas yang cepat dan andal di 17.000 pulau di Indonesia,” ucapnya.

Peralatan makan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Suara.com/Lilis Varwati)
Peralatan makan yang digunakan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Suara.com/Lilis Varwati)

Isu diaspora digital turut menjadi perhatian Komdigi. Meutya menyampaikan bahwa sekitar 8 juta warga negara Indonesia kini tinggal di luar negeri, termasuk 20.000 di antaranya yang bekerja di Silicon Valley, Amerika Serikat.

“Jadi mereka sekarang berkecimpung dalam bidang inovasi perangkat lunak AI, sementara banyak dari mereka mungkin tidak lagi terhubung erat dengan lanskap domestik Indonesia. Tetapi kami masih melihat mereka sebagai bagian dari kekuatan nasional kami. Kami lebih suka menggunakan istilah brain link daripada brain drain,” papar dia.

Sebagai bagian dari semangat inklusivitas, lanjutnya, Indonesia juga tengah membangun pusat keunggulan AI di beberapa kota, termasuk Bandung, Surabaya, dan Papua.

“Menjadikan pusat keunggulan AI di Papua sangat penting bagi orang Indonesia untuk menunjukkan bahwa AI, bahwa kami percaya inklusivitas sangat penting ketika kita berbicara tentang AI,” terang Meutya.

Lebih lanjut Meutya menekankan bahwa Indonesia sedang berada dalam fase yang sangat strategis secara demografis, digital, dan geopolitik.

Dengan lebih dari 212 juta pengguna internet aktif dan status sebagai negara berpenduduk keempat terbanyak di dunia, Indonesia berkomitmen untuk menjadi bagian aktif dalam membentuk masa depan teknologi global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Literasi Teknologi untuk Guru: Kunci Pendidikan Berkualitas

Literasi Teknologi untuk Guru: Kunci Pendidikan Berkualitas

Your Say | Senin, 28 April 2025 | 16:56 WIB

eSIM Bisa Jadi Langkah Awal Cegah Kejahatan Siber

eSIM Bisa Jadi Langkah Awal Cegah Kejahatan Siber

Tekno | Senin, 28 April 2025 | 16:49 WIB

Teknologi AI Bikin Serangan Siber Makin Berbahaya

Teknologi AI Bikin Serangan Siber Makin Berbahaya

Tekno | Senin, 28 April 2025 | 16:05 WIB

UTBK 2025: Ketika Kecurangan Ujian Lebih Canggih dari 'Bad Genius'

UTBK 2025: Ketika Kecurangan Ujian Lebih Canggih dari 'Bad Genius'

Your Say | Senin, 28 April 2025 | 11:38 WIB

Tren Masa Depan AI Action Figure: Mainan dengan Kecerdasan Buatan

Tren Masa Depan AI Action Figure: Mainan dengan Kecerdasan Buatan

Your Say | Minggu, 27 April 2025 | 06:43 WIB

Alibaba Cloud Luncurkan AI Qwen 2.5-Max: Siap Rebut Pasar Kecerdasan Buatan?

Alibaba Cloud Luncurkan AI Qwen 2.5-Max: Siap Rebut Pasar Kecerdasan Buatan?

Video | Sabtu, 26 April 2025 | 23:37 WIB

Terkini

31 Kode Redeem FF Terbaru 18 April 2026: Raih Kesempatan Kendaraan Kuda Hingga MP40 Cobra

31 Kode Redeem FF Terbaru 18 April 2026: Raih Kesempatan Kendaraan Kuda Hingga MP40 Cobra

Tekno | Sabtu, 18 April 2026 | 17:05 WIB

5 HP Redmi Note 5G RAM 12 GB Termurah, Kencang Buat Multitasking dan Gaming Berat

5 HP Redmi Note 5G RAM 12 GB Termurah, Kencang Buat Multitasking dan Gaming Berat

Tekno | Sabtu, 18 April 2026 | 16:11 WIB

Acer Aspire C24A, PC All-in-One untuk Kerja Hybrid dengan Performa Kencang

Acer Aspire C24A, PC All-in-One untuk Kerja Hybrid dengan Performa Kencang

Tekno | Sabtu, 18 April 2026 | 16:00 WIB

Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G, Punya Fitur AI Baru dan Kamera Nightography Lebih Canggih

Samsung Galaxy A57 5G dan A37 5G, Punya Fitur AI Baru dan Kamera Nightography Lebih Canggih

Tekno | Sabtu, 18 April 2026 | 15:11 WIB

IndiHome Hadirkan Ultra Mesh Wi-Fi, Solusi Internet Stabil untuk Rumah Banyak Sekat dan Lantai

IndiHome Hadirkan Ultra Mesh Wi-Fi, Solusi Internet Stabil untuk Rumah Banyak Sekat dan Lantai

Tekno | Sabtu, 18 April 2026 | 13:40 WIB

LG Siap Hadapi Gempuran Produk China, Fokus Inovasi Bukan Perang Harga

LG Siap Hadapi Gempuran Produk China, Fokus Inovasi Bukan Perang Harga

Tekno | Sabtu, 18 April 2026 | 12:45 WIB

35 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 April 2026, Klaim Skin Blue Angelic dan Tiket Luck Royale

35 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 April 2026, Klaim Skin Blue Angelic dan Tiket Luck Royale

Tekno | Sabtu, 18 April 2026 | 12:39 WIB

Cari HP Baterai Awet? vivo Y31d Pro Punya 7000mAh dan Fast Charge Cuma 58 Menit!

Cari HP Baterai Awet? vivo Y31d Pro Punya 7000mAh dan Fast Charge Cuma 58 Menit!

Tekno | Sabtu, 18 April 2026 | 11:17 WIB

Wamen Komdigi Soroti Bahaya AI Deepfake, Minta Konten Diberi Watermark agar Tak Menyesatkan

Wamen Komdigi Soroti Bahaya AI Deepfake, Minta Konten Diberi Watermark agar Tak Menyesatkan

Tekno | Sabtu, 18 April 2026 | 10:21 WIB

5 HP Samsung dengan Chipset Snapdragon Terbaik, Performa Kencang dan Juara

5 HP Samsung dengan Chipset Snapdragon Terbaik, Performa Kencang dan Juara

Tekno | Sabtu, 18 April 2026 | 10:20 WIB