Kejahatan Siber Semakin Senyap dan Cepat karena AI dan di Indonesia Meningkat 3 Kali Lipat

Dythia Novianty

Jum'at, 20 Juni 2025 | 14:43 WIB
Kejahatan Siber Semakin Senyap dan Cepat karena AI dan di Indonesia Meningkat 3 Kali Lipat
Ilustrasi hacker (Unsplash/mbaumi)

Organisasi di Indonesia semakin rentan terhadap ancaman yang beroperasi secara tersembunyi.

Ilustrasi malware. [Pixabay]
Ilustrasi malware. [Pixabay]

Ancaman yang paling banyak dilaporkan mencakup ransomware (64 persen), serangan rantai pasokan perangkat lunak (58 persen), kerentanan pada sistem cloud (56 persen), ancaman dari orang dalam (52 persen), serta eksploitasi celah yang belum ditambal dan zero-day (50 persen).

Ancaman yang paling mengganggu kini bukan lagi yang paling mencolok. Di urutan teratas adalah eksploitasi celah yang belum ditambal dan zero-day, disusul oleh ancaman dari orang dalam.

Kemudian, kesalahan konfigurasi cloud, serangan pada rantai pasokan perangkat lunak, dan kesalahan manusia.

Ancaman-ancaman ini sangat merusak karena sering kali luput dari pertahanan tradisional, dengan mengeksploitasi kelemahan internal dan celah visibilitas.

Akibatnya, risiko yang lebih senyap dan kompleks ini kini dipandang lebih berbahaya dibandingkan ancaman yang sudah dikenal luas seperti ransomware atau phishing.

Edwin Lim, Country Director, Fortinet Indonesia, mengatakan bahwa kompleksitas kini menjadi medan pertempuran baru dalam keamanan siber dan AI adalah tantangan sekaligus garis depan pertahanan.

"Ketika ancaman menjadi semakin senyap dan terkoordinasi, Fortinet membantu organisasi di seluruh Indonesia untuk tetap selangkah lebih maju melalui pendekatan platform terpadu yang menggabungkan visibilitas, otomasi, dan ketahanan," katanya.

Dia menamahkan, dalam lingkungan ancaman saat ini, kecepatan, kesederhanaan, dan strategi menjadi lebih penting dari sebelumnya.

baca juga

"Fokus kami adalah membantu pelanggan beralih dari pertahanan tambal sulam ke keamanan berbasis AI yang dirancang untuk skala dan kecanggihan,” ujar Edwin Lim.

Ancaman tradisional seperti phishing dan malware masih mengalami pertumbuhan sekitar kurang lebih 10 persen, namun kenaikan angkanya tidak terlalu signifikan.

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh sistem pertahanan yang sudah matang seperti perlindungan endpoint dan pelatihan kesadaran keamanan.

Sebaliknya, ancaman yang pertumbuhannya paling cepat mencakup ransomware (24 persen), serangan rantai pasokan (22 persen), eksploitasi celah yang belum ditambal dan zero-day (22 persen), serangan terhadap perangkat IoT/OT (20 persen), dan kerentanan cloud (18 persen).

Ancaman-ancaman ini berkembang pesat karena mengeksploitasi celah dalam tata kelola, visibilitas, dan kompleksitas sistem sehingga menjadikannya lebih sulit dideteksi dan berpotensi lebih merusak bila berhasil.

Dampak bisnis utama dari serangan siber mencakup pencurian data dan pelanggaran privasi (66 persen), sanksi regulasi (62 persen), hilangnya kepercayaan pelanggan (60 persen), dan gangguan operasional (38 persen).

Kerugian finansial juga nyata adanya: sebesar 42 persen responden mengalami pelanggaran yang mengakibatkan kerugian materi, dengan satu dari empat kasus menelan biaya lebih dari 500.000 Dolar AS.

Minim Sumber Daya Manusia, Terlalu Banyak Masalah

Tim keamanan siber di Indonesia terus menghadapi keterbatasan sumber daya yang signifikan.

Rata-rata, hanya sebesar 7 persen dari total tenaga kerja suatu organisasi yang dialokasikan untuk TI internal, dan hanya 13 persen dari kelompok tersebut yang berfokus pada keamanan siber.

Ini setara dengan kurang dari satu profesional keamanan siber penuh waktu untuk setiap 100 karyawan.

Hanya sebesar 15 persen organisasi yang memiliki Chief Information Security Officer (CISO) tersendiri, dan sebagian besar (63 persen) masih menggabungkan tanggung jawab keamanan siber dengan peran TI yang lebih luas.

Ilustrasi keamanan siber. [Pexels]
Ilustrasi keamanan siber. [Pexels]

Hanya 6 persen organisasi yang memiliki tim khusus untuk fungsi seperti perburuan ancaman (threat hunting) dan operasi keamanan (security operations).

Tim yang ramping ini juga menghadapi tekanan yang semakin besar akibat lonjakan ancaman.

Tantangan utama yang dilaporkan mencakup volume ancaman yang luar biasa (54 persen), kesulitan mempertahankan talenta keamanan siber yang terampil (52 persen), dan kompleksitas alat (44 persen), yang menyebabkan kelelahan dan fragmentasi dalam tim keamanan siber.

Meskipun kesadaran terhadap keamanan siber meningkat, investasi di bidang ini masih tergolong rendah secara proporsional.

Rata-rata, hanya sebesar 15 persen dari anggaran TI yang dialokasikan untuk keamanan siber, yang mewakili sedikit lebih dari 1,4 persen dari total pendapatan.

Ini adalah angka yang sangat kecil jika dibandingkan dengan skala dan tingkat keparahan ancaman yang dihadapi.

Hampir 70 persen organisasi di Indonesia melaporkan adanya peningkatan. Namun, sebagian besar peningkatan ini masih di bawah 5 persen yang mengindikasikan bahwa investasi tetap dilakukan secara hati-hati.

Organisasi kini semakin beralih dari belanja infrastruktur yang berat menuju investasi yang lebih strategis.

Lima prioritas utama mencakup keamanan identitas, keamanan jaringan, SASE/Zero Trust, ketahanan siber, dan perlindungan aplikasi berbasis cloud, yang menunjukkan pergeseran menuju perencanaan keamanan yang berpusat pada akses dan berbasis risiko.

Meskipun demikian, area kritis seperti keamanan OT/IoT, DevSecOps, dan pelatihan keamanan masih menerima pendanaan yang terbatas, yang mengindikasikan masih adanya ketertinggalan dalam mengatasi kerentanan pada aspek operasional dan sumber daya manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belanja Online Melonjak saat Ramadan, Fortinet Ingatkan Bahaya Phishing AI

Belanja Online Melonjak saat Ramadan, Fortinet Ingatkan Bahaya Phishing AI

Tekno | Kamis, 27 Maret 2025 | 10:30 WIB

Riset: Lebih dari 500 Ribu Serangan Phishing pada Bisnis di Asia Tenggara 2024, Indonesia Nomor Dua di Asia Tenggara

Riset: Lebih dari 500 Ribu Serangan Phishing pada Bisnis di Asia Tenggara 2024, Indonesia Nomor Dua di Asia Tenggara

Tekno | Senin, 10 Maret 2025 | 11:02 WIB

Pakar Keamanan Peringatkan Pengguna iPhone untuk Mematikan Tiga Pengaturan Ini

Pakar Keamanan Peringatkan Pengguna iPhone untuk Mematikan Tiga Pengaturan Ini

Tekno | Jum'at, 07 Maret 2025 | 04:00 WIB

Kolaborasi Dua Perusahaan Ini, Memperluas Portofolio Keamanan Siber

Kolaborasi Dua Perusahaan Ini, Memperluas Portofolio Keamanan Siber

Tekno | Jum'at, 28 Februari 2025 | 18:09 WIB

Ransomware 3.0 Makin Canggih! Begini Cara Kaspersky Bantu Lindungi Data Perusahaan Anda

Ransomware 3.0 Makin Canggih! Begini Cara Kaspersky Bantu Lindungi Data Perusahaan Anda

Tekno | Rabu, 18 Desember 2024 | 13:31 WIB

Hacker Profesional Sarankan Jangan Menyimpan Password Secara Digital, Ini Alasannya

Hacker Profesional Sarankan Jangan Menyimpan Password Secara Digital, Ini Alasannya

Tekno | Rabu, 18 Desember 2024 | 09:22 WIB

Terkini

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Enam Karya Gen Z Raih Penghargaan Video Terbaik di Youth Economic Summit 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 01:24 WIB

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Dunia Kerja yang Semakin Keras Bukan Ancaman bagi Gen Z

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 23:07 WIB

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

PTUN Batalkan Penggolongan Tarif Air Kalibata City sebagai Rumah Susun Menengah

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

PDIP Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Perjuangan Bung Karno Lewat Soekarno Run 2026

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

4 Cara Mengecek E-Meterai Asli, Perhatikan Ciri-ciri yang Palsu!

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 22:50 WIB

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Menko Airlangga Klaim Kasus Sadap Presiden Bisa Berdampak ke Ekonomi Negara

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 22:45 WIB

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

Kebakaran di Hall Selatan Stasiun Gambir, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Tak Terganggu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 22:41 WIB

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Cara Membeli E-Meterai Online untuk Persiapan CPNS 2026, Jangan Sampai Kehabisan!

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:30 WIB

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Literasi Keuangan Sumbar Masih 76,6 Persen, Easycash Sasar Mahasiswa dan UMKM

Sumbar | Sabtu, 07 November 2026 | 22:15 WIB

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

DPP AMPI Tegaskan Soliditas, Tegak Lurus Dukung Kepemimpinan Bahlil Lahadalia di Partai Golkar

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 22:07 WIB

×