Riset Deloitte: Teknologi AI Bisa Cegah Kerugian Bencana Alam hingga Rp 1.134 Triliun

Dicky Prastya

Kamis, 26 Juni 2025 | 15:08 WIB
Riset Deloitte: Teknologi AI Bisa Cegah Kerugian Bencana Alam hingga Rp 1.134 Triliun
Ilustrasi AI. [Microsoft Copilot]

Suara.com - Riset dari Deloitte Center for Sustainable Progress mengungkapkan kalau pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) bisa memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap bencana alam.

Dalam laporan yang bertajuk AI for infrastructure resilience itu, Deloitte mengungkapkan kalau pendekatan teknologi AI dapat mencegah kerugian infrastruktur hingga 70 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 1.134 triliun per tahun di 2050.

Deloitte Global Sustainability Business Leader, Jennifer Steinmann menyatakan, ketahanan infrastruktur berbasis AI dapat mentransformasi cara para pemimpin melindungi komunitas mereka dari risiko cuaca ekstrem yang terus meningkat.

"Jika diterapkan secara strategis, AI dapat membantu para pemimpin  mengidentifikasi risiko lebih awal, mengoptimalkan sumber daya, mencegah kegagalan dan gangguan yang merugikan, serta mempercepat waktu respons dan pemulihan saat terjadi bencana alam," kata Jennifer, dikutip dari siaran pers, Kamis (26/6/2025).

Studi Deloitte menjelaskan kalau rata-rata kerugian tahunan akibat bencana alam diperkirakan meningkat hingga 460 miliar Dolar AS (sekitar Rp 7.455 triliun) hingga 500 miliar Dolar AS (Rp 8.103 triliun) pada tahun 2050. Badai dan banjir menjadi penyebab utama kerugian terbesar infrastruktur.

Menurutnya, kerusakan atau gangguan pada infrastruktur dapat semakin menghambat fungsi layanan esensial seperti air, energi, dan transportasi.

Sebagai contoh, pemadaman listrik dapat mengganggu komunikasi. Sementara gangguan pasokan air turut berdampak pada produksi energi.

Selain itu, infrastruktur yang menua dan mengalami penurunan kualitas lebih rentan terhadap bencana alam. Namun demikian, proyek-proyek baru pun tidak sepenuhnya kebal terhadap risiko ini.

Lebih lagi proyek investasi infrastruktur baru dapat menimbulkan kerugian ekonomi hingga mencapai triliunan dolar dalam beberapa dekade mendatang.

baca juga

Jennifer menerangkan, penerapan teknologi AI mulai dari tahap perencanaan hingga operasional infrastruktur dapat menghadirkan  solusi yang bersifat preventif, detektif, maupun responsif dalam menghadapi bencana alam.

Hal ini memberikan opsi bagi para pemimpin di sektor publik dan swasta untuk secara proaktif memitigasi risiko yang ada.

"Manfaatnya pun signifikan, laporan Deloitte Global menunjukkan bahwa AI berpotensi mencegah kerugian akibat badai hingga rata-rata 30 miliar Dolar AS per tahun secara global pada tahun 2050," beber dia.

AI dapat mendukung para pengambil keputusan dalam mengantisipasi risiko melalui berbagai tahap mulai dari perencanaan, respons, hingga pemulihan.

Pertama, solusi seperti digital twins, perencanaan kota berbasis AI, dan pemeliharaan prediktif dapat membantu para pemimpin merancang dan mengelola infrastruktur yang lebih tangguh.

Misalnya melalui manajemen vegetasi yang efisien untuk menjaga jaringan listrik dan mengurangi risiko kebakaran hutan, yang secara proaktif dapat mencegah terjadinya kegagalan sejak dini.

Kedua, sistem deteksi dan reaksi berbasis AI seperti sistem peringatan dini dapat mengurangi risiko akibat kebakaran hutan dan banjir.

Sebagai contoh, deteksi dini kebakaran semak di Australia dapat membantu mengurangi kerugian tahunan antara 100 juta Dolar AS hingga 300 juta Dolar AS, tergantung pada kecepatan deteksi dan respons.

Ketiga, setelah terjadi bencana alam, AI dapat dengan cepat melakukan penilaian kerusakan, memungkinkan para pemimpin untuk segera memulai kembali aktivitas ekonomi penting dan membangun kembali komunitas, sekaligus mengurangi limbah material.

"Investasi dalam solusi infrastruktur berbasis AI, baik yang bersifat preventif maupun reaktif, akan membantu menjaga nilai ekonomi dan meningkatkan ketahanan bisnis," jelasnya.

Sementara itu Costi Perricos selaku Deloitte Global GenAI Business Leader mengatakan, meskipun AI dapat menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur kritikal, para pemimpin perlu bekerja secara kolaboratif untuk mengatasi berbagai hambatan adopsi, seperti keterbatasan infrastruktur lama, kesenjangan regulasi, dan kendala pembiayaan.

“Kolaborasi lintas pemangku kepentingan global untuk mengembangkan solusi AI yang melengkapi opsi ketahanan lainnya sangat penting untuk mendorong inovasi dan mewujudkan masa depan yang lebih tangguh,” ujar Costi Perricos.

Dengan adopsi yang lebih luas dan peningkatan kapabilitas AI, lanjut dia, penghematan tahunan yang diproyeksikan dari biaya langsung akibat bencana dapat mencapai hingga 115 miliar Dolar AS pada tahun 2050 yang berpotensi mengeliminasi hampir sepertiga dari total kerugian akibat bencana.

"Penelitian ini menunjukkan nilai ekonomi, lingkungan, dan sosial yang nyata dari pemanfaatan AI, dan para pemimpin perlu mengambil langkah nyata untuk memastikan gangguan yang  minimal di masa depan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AQUA Elektronik Luncurkan Mesin Cuci Front Load dengan Teknologi Color Touch AI

AQUA Elektronik Luncurkan Mesin Cuci Front Load dengan Teknologi Color Touch AI

Tekno | Kamis, 26 Juni 2025 | 13:23 WIB

Samsung Ungkap Teknologi AI Masa Depan untuk Rumah Pintar di 2025!

Samsung Ungkap Teknologi AI Masa Depan untuk Rumah Pintar di 2025!

Tekno | Kamis, 26 Juni 2025 | 11:58 WIB

Video Promosi AI 'Pahlawan Masa Kini' Polri Dihapus, Netizen: Minder Sama Damkar?

Video Promosi AI 'Pahlawan Masa Kini' Polri Dihapus, Netizen: Minder Sama Damkar?

News | Kamis, 26 Juni 2025 | 07:32 WIB

Review Film M3GAN 2.0: Boneka AI Kembali Hidup, Waralaba Jadi Makin Gila!

Review Film M3GAN 2.0: Boneka AI Kembali Hidup, Waralaba Jadi Makin Gila!

Your Say | Rabu, 25 Juni 2025 | 16:48 WIB

Sinopsis M3GAN 2.0, Boneka Seram Kembali untuk Lawan Robot AI Militer

Sinopsis M3GAN 2.0, Boneka Seram Kembali untuk Lawan Robot AI Militer

Your Say | Rabu, 25 Juni 2025 | 15:07 WIB

ASUS Vivobook 14 A1407CA: Laptop AI Terjangkau dengan Intel Core Ultra

ASUS Vivobook 14 A1407CA: Laptop AI Terjangkau dengan Intel Core Ultra

Tekno | Rabu, 25 Juni 2025 | 14:05 WIB

Terkini

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Simposium Khatulistiwa 2026 Refleksikan Etik Perawatan dalam Praktik Kuratorial Melalui Niti Rumat

Jogja | Kamis, 24 September 2026 | 17:48 WIB

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Mantan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Dituntut 5 Tahun Penjara

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:47 WIB

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Slow Dating: Tak Mau Terburu-buru atau Menghindari Hubungan Intens di Awal?

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:45 WIB

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Toyota Wisuda 76 Mahasiswa untuk Memperkuat SDM Industri Otomotif Nasional

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 17:44 WIB

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

Pimpinan DPR Temui Massa Aksi Hari Tani, Kritik Soal UU Reforma Agraria Ditampung

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:43 WIB

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Banding Ditolak, Nadiem Makarim Tetap Divonis 9 Tahun

Foto | Kamis, 24 September 2026 | 17:40 WIB

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 17:36 WIB

Terkuak di Sidang Korupsi Kuota Haji! Ini Arti 'Jurus Tendangan Tanpa Bayangan' Eks Dirjen Kemenag

Terkuak di Sidang Korupsi Kuota Haji! Ini Arti 'Jurus Tendangan Tanpa Bayangan' Eks Dirjen Kemenag

News | Kamis, 24 September 2026 | 17:33 WIB

Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3

Anime From Old Country Bumpkin to Master Swordsman Resmi Berlanjut ke Season 3

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 17:30 WIB

Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo

Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 17:28 WIB

×