Apa Itu Peluru Karet? Ini Sejarah, Fungsi dan Bahayanya Jika Terkena

Husna Rahmayunita

Kamis, 04 September 2025 | 16:48 WIB
Apa Itu Peluru Karet? Ini Sejarah, Fungsi dan Bahayanya Jika Terkena
Apa Itu Peluru Karet? Lengkap dengan Fungsi Sebenarnya
Baca 10 detik
  • Mengenal apa itu peluru karet yang dijadikan amunisi untuk mengamankan demontrasi.
  • Peluru karet tetap dapat menyebabkan cedera fatal.
  • Risiko yang terjadi jika terkena peluru karet.

Suara.com - Simak penjelasan tentang apa itu peluru karet dan apa fungsi sebenarnya di bawah ini sebagai pengetahuan.

Demonstrasi yang muncul di Indonesia belakangan ini, membuat rakyat mulai mencari tahu tentang apa itu peluru karet.

Sebagaimana diketahui, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya buka suara soal ramainya isu penggunaan peluru karet dalam mengamankan unjuk rasa di Jakarta dalam sepekan terakhir.

Saat ditemui wartawan di kawasan Monas, Jakarta, Minggu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi tak merespons secara detail pertanyaan wartawan terkait hal tersebut.

Dia hanya menegaskan bahwa pihaknya selalu mengambil tindakan sesuai standar operasi prosedur (SOP).

Memang, di banyak negara, termasuk Indonesia, peluru karet dimaksudkan sebagai teknik pengendali massa.

Meskipun peluru karet dimaksudkan sebagai teknik pengendalian massa yang relatif tidak berbahaya, namun sebenarnya peluru karet bisa sangat berbahaya.

Bahkan menurut Dr. Jose Torradas, juru bicara American College of Emergency Physicians, peluru karet dapat menyebabkan berbagai hal mulai dari patah tulang hingga kematian.

Apa Itu Peluru Karet?

baca juga

Meski disebut sebagai peluru karet, namun peluru ini tidak sepenuhnya terbuat dari karet. Peluru karet biasanya memiliki inti logam berlapis karet, atau merupakan campuran homogen dengan karet sebagai komponen minoritas.

Meskipun dianggap sebagai alternatif yang kurang mematikan dibandingkan proyektil logam, tapi peluru karet tetap dapat menyebabkan cedera fatal serta cedera serius lainnya seperti kebutaan atau cacat permanen lainnya.

Seperti proyektil serupa lainnya yang terbuat dari plastik, lilin, dan kayu, peluru karet dapat digunakan untuk latihan jarak pendek dan pengendalian hewan.

Sejarah Peluru Karet

Dikutip dari Wikipedia, peluru karet ditemukan oleh Kementerian Pertahanan Inggris untuk tujuan pengendalian kerusuhan di Irlandia Utara selama Troubles dan pertama kali digunakan di sana pada tahun 1970.

Waktu ini bersamaan dengan masa di AS ketika terjadi banyak kerusuhan sipil.

Saat itu di beberapa negara, petugas polisi, departemen kepolisian, dan fasilitas penelitian militer serta penelitian senjata mulai mencari opsi senjata yang kurang mematikan.

Beberapa perkembangan awal yang sangat menarik adalah hal-hal seperti pistol yang dapat menembakkan bola berisi air.

Kemudian, ada satu sistem yang sangat baru dan menarik yang pada dasarnya menembakkan bola golf, berdasarkan pengetahuan bahwa ribuan orang telah terkena bola golf dan kurang lebih baik-baik saja.

Dari sanalah mulai muncul ide untuk membuat peluru karet yang semula diklaim lebih aman.

Dan lagi-lagi, tujuannya adalah memiliki senjata yang dapat melukai orang, mendapatkan kepatuhan mereka, tetapi tanpa melukai mereka secara serius.

Apakah Sakit Jika Ditembak dengan Peluru Karet?

Sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa peluru karet tidak sepenuhnya terbuat dari karet, melainkan terbuat dari bahan lain seperti baja dan dilapisi karet.

Para penegak hukum menggunakannya untuk membubarkan massa, sekaligus, secara teori, meminimalkan bahaya. 

Namun bukan berarti peluru karet ini tidak berbahaya sama sekali.

Peluru karet disebut tidak akan melukai kulit jika ditembakkan dari jarak yang cukup jauh. Namun jika ditembakkan dari jarak dekat dan ke organ vital, maka efeknya akan fatal.

Peluru karet juga dirancang untuk ditembakkan ke bagian tubuh bawah seseorang (seperti paha) di mana kecil kemungkinannya menimbulkan kerusakan.

Hal ini karena di bagian paha terdapat otot dan lemak pelindung.

Jika digunakan seperti ini, peluru karet tidak akan melukai kulit atau meninggalkan luka lebih dari sekadar memar, seperti jika terkena bola cat.

Kontributor : Damai Lestari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kampus di Bandung Digeruduk! TNI-POLRI Tembakkan Gas Air Mata ke UNISBA dan UNPAS

Kampus di Bandung Digeruduk! TNI-POLRI Tembakkan Gas Air Mata ke UNISBA dan UNPAS

Video | Selasa, 02 September 2025 | 06:05 WIB

Bolehkah Aparat Polisi Masuk Kampus Sewenang-wenang? Ini Hukumnya

Bolehkah Aparat Polisi Masuk Kampus Sewenang-wenang? Ini Hukumnya

News | Selasa, 02 September 2025 | 16:26 WIB

Bantah Geruduk dan Tembakkan Gas Air Mata di Unisba, Polda Jabar Klaim Penindakan Massa Anarko

Bantah Geruduk dan Tembakkan Gas Air Mata di Unisba, Polda Jabar Klaim Penindakan Massa Anarko

News | Selasa, 02 September 2025 | 15:34 WIB

Terkini

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

BRI Peduli Buka Peluang Bagi Penyandang Disabilitas di Makassar Dengan Pembekalan Kewirausahaan

Jogja | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Emana Wedari Ubud, Vila Privat untuk Menikmati Sisi Tenang Pulau Dewata

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Belanja di Delipark Pakai BRI Berhadiah BMW 218i Gran Coupe

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:09 WIB

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas  Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

BRI Peduli Dorong Keterampilan dan Kemandirian Disabilitas Dengan Bekali 90 Peserta di Makassar

Bogor | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Indonesia Menang 9-2, Mitchell Baker Samai Rekor Dua Legenda Gareng dan Iswadi Idris

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06 WIB

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

FMLK Dukung Perampasan Aset, tapi Minta Kewenangan Negara Dibatasi dan Diawasi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Dukung Kewirausahaan, BRI Peduli Latih 90 Penyandang Disabilitas di Makassar

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:03 WIB

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

RUU Perampasan Aset Dibahas, PERMAHI Dorong Penilaian Aset Objektif dan Proporsional

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:00 WIB

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

BRI KPR Solusi Buka Akses Hunian Terjangkau Lewat Platform Digital

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

Mahasiswa Minta RUU Perampasan Aset Lindungi Pihak Ketiga yang Beritikad Baik

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×