Palestinian Voices in Games: Dukungan Industri Game Global untuk Palestina

Agung Pratnyawan

Senin, 22 September 2025 | 16:25 WIB
Palestinian Voices in Games: Dukungan Industri Game Global untuk Palestina
Concept art dari game "Dreams on a Pillow" game Indie karya Rasheed Abueideh (YouTube/Rasheed Abueideh)

Suara.com - Lebih dari 50 profesional di industri game dunia membentuk koalisi baru bernama Palestinian Voices in Games. Jaringan ini hadir untuk mendukung pengembang game asal Palestina yang kerap menghadapi keterbatasan akses dan representasi di kancah global.

Dilansir dari Game Developer (19/9/2025), koalisi yang terbentuk secara sukarela ini melibatkan studio game, kurator, hingga penyelenggara acara. Nama-nama seperti Santa Ragione, Nerial, The Pixel Hunt, Indoor Sunglasses, Lizardcube, dan Deneos tercatat ikut ambil bagian. 

Misi mereka adalah melawan “kurangnya representasi dan dehumanisasi terhadap orang Palestina,” serta membuka jalan bagi talenta baru untuk tampil di panggung dunia.

Menurut pernyataan resmi yang dirilis di situs Palestinian Voices in Games, kelompok ini percaya bahwa minimnya visibilitas warga Palestina dalam budaya populer turut memperparah stigma dan diskriminasi. 

Dehumanisasi ini berdampak pada kehidupan nyata, terutama di tengah situasi sulit di Gaza dan meningkatnya tekanan di Tepi Barat,” tulis koalisi tersebut dikutip dari Game Developer (19/9/2025).

Palestinian Voices in Games juga menekankan pentingnya memberikan dukungan profesional dan ekonomi agar pengembang Palestina dapat menceritakan kisah mereka sendiri. 

Terinspirasi oleh karya-karya intelektual, seniman, dan pembuat game seperti Edward Said, Mahmoud Darwish, Hiam Abbas, hingga Rasheed Abueideh, koalisi ini berharap bisa melahirkan generasi baru kreator Palestina yang mampu menjangkau audiens global.

Saat ini, empat proyek sedang mendapatkan pendampingan dari kelompok ini: Dreams on a Pillow, Being 2, RiYafa, dan Pomegranates.

Mereka juga membuka kesempatan bagi pengembang independen Palestina untuk mengirimkan karya mereka, baik yang masih berupa konsep maupun sudah hampir selesai, untuk mendapatkan bimbingan atau dukungan pendanaan.

baca juga

Selain mendukung proyek, koalisi ini juga mengajak relawan dan mitra pendanaan untuk bergabung. Mereka ingin membangun jaringan yang lebih luas agar keberadaan pengembang Palestina semakin diakui dalam ekosistem game dunia.

Dukungan terhadap pengembang Palestina sebenarnya bukan hal baru. Sejumlah kreator internasional sebelumnya telah menggalang dana melalui paket amal (charity bundles) untuk membantu korban konflik. 

Ada pula yang menyerukan tanggung jawab perusahaan besar, termasuk Microsoft, yang dituding sebagian teknologinya digunakan dalam operasi militer Israel.

Microsoft bahkan menunjuk konsultan independen untuk menyelidiki apakah teknologi mereka dipakai untuk menyasar warga sipil.

Situasi kemanusiaan di Palestina sendiri menjadi sorotan komunitas internasional.

Menurut Press Release Komisi Khusus PBB pada 2024, metode perang yang diterapkan Israel di Gaza dinilai “konsisten dengan tindakan genosida.” Temuan ini memperkuat urgensi memberikan dukungan pada masyarakat Palestina, termasuk di ranah kreatif.

Industri game, yang selama ini dikenal sebagai ruang ekspresi lintas batas, dinilai punya potensi besar untuk memberi panggung bagi cerita-cerita yang jarang terdengar. 

Dengan jumlah pengguna gim global yang terus meningkat, karya dari pengembang Palestina bisa menjadi sarana memperkenalkan perspektif berbeda, sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Langkah Palestinian Voices in Games ini memperlihatkan bagaimana solidaritas dan teknologi bisa berpadu untuk membuka kesempatan. 

Dengan memberikan dukungan langsung, mereka bukan hanya membantu para kreator mengembangkan karya, tetapi juga memperjuangkan hak mereka untuk diakui dan didengar.

Mengutip dari Game Developer (19/9/2025), koalisi berharap keberadaan mereka dapat menginspirasi lebih banyak pihak, termasuk investor dan lembaga pendidikan, untuk berkolaborasi.

Dengan ekosistem yang lebih inklusif, industri gim diharapkan mampu mencerminkan keragaman budaya sekaligus menjadi ruang aman bagi semua pencipta, termasuk mereka yang berasal dari wilayah konflik.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Rekomendasi Game Horor Android Terbaru 2025 yang Layak Dicoba

6 Rekomendasi Game Horor Android Terbaru 2025 yang Layak Dicoba

Tekno | Sabtu, 20 September 2025 | 15:53 WIB

Tencent Tuduh Sony Memonopoli Game usai Digugat, Sebut Horizon Tidak Orisinal

Tencent Tuduh Sony Memonopoli Game usai Digugat, Sebut Horizon Tidak Orisinal

Tekno | Jum'at, 19 September 2025 | 15:54 WIB

Penggemar Bocorkan Game Yakuza Anyar dari Sega, Segera Debut?

Penggemar Bocorkan Game Yakuza Anyar dari Sega, Segera Debut?

Tekno | Kamis, 18 September 2025 | 17:40 WIB

Game AAA Terbaru, Borderlands 4 Panen Keluhan di Steam

Game AAA Terbaru, Borderlands 4 Panen Keluhan di Steam

Tekno | Jum'at, 12 September 2025 | 17:31 WIB

Bocoran Anyar, Banyak Game Resident Evil Dirumorkan Menuju Switch 2

Bocoran Anyar, Banyak Game Resident Evil Dirumorkan Menuju Switch 2

Tekno | Kamis, 11 September 2025 | 17:14 WIB

Tertarik dengan Konsepnya, Sutradara Resident Evil 2 Ingin Kojima Buat Game Mirip PT

Tertarik dengan Konsepnya, Sutradara Resident Evil 2 Ingin Kojima Buat Game Mirip PT

Tekno | Rabu, 10 September 2025 | 16:21 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×