Limbah Plastik Jadi Sensor Air: Terobosan Para Peneliti UGM

Agung Pratnyawan | Suara.com

Sabtu, 27 September 2025 | 15:26 WIB
Limbah Plastik Jadi Sensor Air: Terobosan Para Peneliti UGM
Ilustrasi limbah plastik [Pixabay]

Suara.com - Kantong plastik bekas belanja biasanya hanya jadi sampah yang menumpuk di tempat pembuangan. Namun di tangan peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM), limbah plastik itu bisa berubah fungsi menjadi bahan penyelamat hidup: sensor untuk mendeteksi logam beracun dalam air minum.

Riset ini dipimpin oleh Dr. Indriana Kartini dari Departemen Kimia, Fakultas MIPA UGM. Timnya berhasil mengubah kantong plastik berbahan polietilena menjadi carbon quantum dots (CQDs), nanomaterial berukuran lebih kecil dari virus yang bisa menyala di bawah sinar ultraviolet.

Nanomaterial inilah yang kemudian difungsikan sebagai sensor pencemar air.

Hasil penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Carbon Research pada 3 Juli 2025, dengan judul Recycling of plastic bag waste into carbon quantum dots using optimized pyrolysis-hydrothermal methods for selective Fe (III) sensing.

Setiap tahun, jutaan ton plastik sekali pakai berakhir di laut maupun tempat pembuangan akhir. Plastik jenis ini bisa bertahan hingga ratusan tahun tanpa terurai, sementara upaya daur ulang konvensional sulit mengejar laju produksinya.

Alih-alih sekadar menurunkan kualitas plastik menjadi produk lain, tim UGM memilih jalur upcycling: mengubah limbah jadi material bernilai tinggi.

Prosesnya cukup singkat: kantong plastik diproses melalui kombinasi pirolisis termodifikasi dan perlakuan hidrotermal, ditambah kurang dari 7 persen hidrogen peroksida.

Hanya dalam 10 jam, plastik berubah menjadi CQDs fungsional dengan efisiensi cahaya atau quantum yield mencapai 10,04 persen. Lebih penting lagi, material ini stabil saat terkena cahaya UV, garam tinggi, maupun penyimpanan jangka panjang.

Fungsi utama CQDs dari plastik ini adalah sebagai sensor logam berat, khususnya ion besi (Fe³). Uji coba menunjukkan material ini bisa mendeteksi konsentrasi besi sekecil 9,50 mikromol, dengan tingkat akurasi hampir sempurna (R² = 0.9983).

Logam besi berlebih dalam air minum bisa menimbulkan masalah kesehatan, mulai dari rasa dan bau tidak sedap hingga risiko gangguan pencernaan. Dengan sensor ini, masyarakat dapat memeriksa kualitas air secara cepat, murah, dan praktis tanpa perlu laboratorium canggih

Penelitian ini dianggap sebagai terobosan ganda: mengatasi masalah limbah plastik sekaligus memberikan solusi atas keterbatasan akses air bersih.

Mengutip dari Interesting Engineering (24/9/2025), laporan World Health Organization (WHO) mencatat lebih dari 2 miliar orang di dunia masih kesulitan mengakses air minum aman.

Di sisi lain, Program Lingkungan PBB (UNEP) memperkirakan sekitar 400 juta ton plastik diproduksi setiap tahun, dengan sepertiganya hanya dipakai sekali sebelum dibuang.

Penelitian ini memiliki implikasi yang sangat luas dan tidak hanya terbatas pada eksperimen di laboratorium. Ini merupakan contoh nyata dari ekonomi sirkular, di mana limbah tidak dibuang begitu saja melainkan diubah menjadi produk bernilai.

Proyek ini menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan dapat mengubah beban lingkungan menjadi aset teknologi dengan memanfaatkan kantong plastik sebagai alat sensor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Sampah Plastik Memburuk, Mengapa Dunia Masih Terbelah soal Solusinya?

Krisis Sampah Plastik Memburuk, Mengapa Dunia Masih Terbelah soal Solusinya?

News | Sabtu, 02 Agustus 2025 | 16:54 WIB

Warga Jakarta Diajak Kumpulkan Botol Plastik, Diubah Jadi Boneka dan Kaus

Warga Jakarta Diajak Kumpulkan Botol Plastik, Diubah Jadi Boneka dan Kaus

Lifestyle | Kamis, 31 Juli 2025 | 13:09 WIB

Dari Botol Plastik ke Sepatu Rajut 3D, Inovasi Berkelanjutan yang Bikin Fashion Lebih Keren!

Dari Botol Plastik ke Sepatu Rajut 3D, Inovasi Berkelanjutan yang Bikin Fashion Lebih Keren!

Lifestyle | Kamis, 03 Juli 2025 | 16:24 WIB

19 Ton Sampah Plastik Berhasil Dicegah Lewat Program Ekonomi Sirkular

19 Ton Sampah Plastik Berhasil Dicegah Lewat Program Ekonomi Sirkular

Bisnis | Senin, 23 Juni 2025 | 13:45 WIB

Benarkah Botol Kaca Lebih Aman dari Plastik? Studi Ini Temukan Fakta Mengejutkan soal Mikroplastik

Benarkah Botol Kaca Lebih Aman dari Plastik? Studi Ini Temukan Fakta Mengejutkan soal Mikroplastik

News | Sabtu, 21 Juni 2025 | 11:53 WIB

Ketika Sampah Plastik Menjadi Solusi: Perjalanan Circlo Mengubah Tantangan Jadi Peluang

Ketika Sampah Plastik Menjadi Solusi: Perjalanan Circlo Mengubah Tantangan Jadi Peluang

Lifestyle | Rabu, 11 Juni 2025 | 12:42 WIB

Terkini

Xiaomi 17 Max Siap Menggila! Bawa Baterai 8.000mAh, Kamera Leica 200MP dan Snapdragon Terbaru

Xiaomi 17 Max Siap Menggila! Bawa Baterai 8.000mAh, Kamera Leica 200MP dan Snapdragon Terbaru

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:59 WIB

Fakta Mengejutkan! Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol, Menkomdigi Beri Peringatan

Fakta Mengejutkan! Hampir 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol, Menkomdigi Beri Peringatan

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:39 WIB

5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian

5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:30 WIB

Harga MacBook Neo Resmi di Indonesia, Pre-Order Dibuka Hari Ini

Harga MacBook Neo Resmi di Indonesia, Pre-Order Dibuka Hari Ini

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 11:12 WIB

TSMC Prediksi Industri Chip Global Tembus Rp24 Kuadriliun pada 2030, AI Jadi Mesin Utama Pertumbuhan

TSMC Prediksi Industri Chip Global Tembus Rp24 Kuadriliun pada 2030, AI Jadi Mesin Utama Pertumbuhan

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:51 WIB

Pre-Order MacBook Neo Resmi Dibuka, Ini Jadwal PO dan Bonus Menarik dari Reseller Apple di Indonesia

Pre-Order MacBook Neo Resmi Dibuka, Ini Jadwal PO dan Bonus Menarik dari Reseller Apple di Indonesia

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:37 WIB

Biwin Pamer SSD PCIe Gen5 Super Kencang di COMPUTEX 2026, Kecepatan Tembus 14.000 MB/s

Biwin Pamer SSD PCIe Gen5 Super Kencang di COMPUTEX 2026, Kecepatan Tembus 14.000 MB/s

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:22 WIB

Dell Rilis Laptop Gaming Alienware 15 Terjangkau, Pakai RTX 5060 dan Desain Lebih Ringkas

Dell Rilis Laptop Gaming Alienware 15 Terjangkau, Pakai RTX 5060 dan Desain Lebih Ringkas

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:29 WIB

3 HP Baru Xiaomi Segera Rilis, Bawa Kamera Leica dan Baterai Jumbo

3 HP Baru Xiaomi Segera Rilis, Bawa Kamera Leica dan Baterai Jumbo

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:24 WIB

55 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 Mei 2026: Klaim Sky Effect, Incubator, dan Skin Eclipse

55 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 Mei 2026: Klaim Sky Effect, Incubator, dan Skin Eclipse

Tekno | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:22 WIB