Pertunjukan Kembang Api di Tiongkok Berubah Jadi 'Hujan Api'

Husna Rahmayunita

Selasa, 07 Oktober 2025 | 18:53 WIB
Pertunjukan Kembang Api di Tiongkok Berubah Jadi 'Hujan Api'
Pertunjukan kembang Api di Liuyang, China (2/10/2025) berubah menjadi petaka. Api yang berjatuhan seperti meteor membuat ribuan penonton panik (Gulf News)

Suara.com - Sebuah pertunjukan kembang api di kota Liuyang, Provinsi Hunan, Tiongkok, berubah menjadi adegan menegangkan setelah sistem drone mengalami malfungsi. Peristiwa yang terjadi pada 2 Oktober 2025 di arena Sky Theatre itu membuat ribuan penonton panik ketika api berjatuhan dari langit seperti hujan meteor.

Acara bertajuk “October: The Sound of Blooming Flowers” itu semula dirancang untuk menampilkan efek visual 3D menggunakan ratusan drone dan kembang di atas daratan dan perairan sekitar. Namun dalam hitungan detik, keindahan yang diharapkan justru berubah menjadi kekacauan ketika percikan api mulai jatuh ke arah penonton.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana mencekam di tengah acara. Orang-orang terlihat berlarian, sebagian bahkan menggunakan kursi untuk melindungi diri dari api yang jatuh. Sementara itu, percikan kembang api memicu beberapa titik kebakaran kecil di sekitar lokasi acara.

Menurut laporan The Sun (4/10/2025), kobaran api kecil berhasil dipadamkan dalam beberapa menit oleh tim pemadam kebakaran yang siaga di lokasi. Otoritas setempat memastikan bahwa tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden ini.

Pemerintah kota Liuyang segera menetapkan zona evakuasi sepanjang 1,6 kilometer di sekitar lokasi pertunjukan untuk mencegah risiko kebakaran meluas. Lebih banyak petugas pemadam kebakaran juga dikerahkan guna mengantisipasi kebakaran susulan, mengingat kondisi cuaca saat itu sangat kering.

Biro Kebudayaan dan Pariwisata Liuyang menyebut, cuaca kering dan angin kencang kemungkinan besar menjadi penyebab utama terjadinya insiden tersebut. “Kondisi lingkungan sangat mudah terbakar, dan percikan sekecil apa pun bisa memicu api besar,” ujar salah satu pejabat setempat dalam keterangan tertulis.

Laporan dari Gulf News (6/10/2025) menyebutkan bahwa kejadian ini langsung menjadi pembicaraan hangat di media sosial Tiongkok. Ribuan komentar bermunculan, mulai dari kecaman hingga sindiran lucu. Seorang pengguna menulis, “Ini bencana buatan manusia!” sementara yang lain menyebut peristiwa itu seperti adegan dari film kiamat.

Ada juga yang menyoroti aspek keselamatan penyelenggara, terutama karena pertunjukan dilakukan tepat di atas kerumunan penonton. “Acara seperti ini seharusnya dilakukan di atas air, bukan di atas kepala orang,” tulis salah satu pengguna.

Beberapa komentar bernada ringan juga muncul, seperti “Sekarang mungkin orang akan mulai menjual payung tahan api,” atau “Menakutkan tapi juga agak lucu.”

baca juga

Liuyang bukan kota biasa di Tiongkok — wilayah ini dikenal sebagai “kampung halaman kembang api dunia.” Hampir setiap tahun, kota tersebut menggelar pertunjukan piroteknik berskala besar di sekitar sungai utama mereka.

Pada awal 2025, misalnya, lebih dari 160 ribu wisatawan memadati kota itu untuk menyaksikan perayaan Tahun Baru yang megah. Oleh karena itu, kegagalan pada acara terbaru ini menjadi sorotan nasional, bahkan memicu diskusi tentang keselamatan dan standar teknologi pertunjukan di Tiongkok.

Serangkaian insiden ini memicu kembali perdebatan di Tiongkok tentang keamanan dalam penyelenggaraan pertunjukan piroteknik besar. Banyak pihak mendesak pemerintah agar membuat regulasi yang lebih ketat terhadap penggunaan kembang api dan teknologi drone dalam acara publik.

Meski belum ada korban dalam dua peristiwa terakhir, banyak pengamat menilai bahwa risiko kecelakaan dan potensi kebakaran perlu ditangani lebih serius. Beberapa ahli keamanan publik juga menilai bahwa kombinasi antara kembang api tradisional dan drone modern memerlukan pengawasan yang jauh lebih hati-hati.

Untuk sementara, pemerintah Liuyang dikabarkan akan meninjau ulang semua izin pertunjukan kembang api, terutama yang menggunakan sistem otomatis dan teknologi drone, sampai penyelidikan penyebab pasti insiden ini selesai.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fesyen Lokal Lawan Gempuran Barang Murah Impor: Bisakah Bertahan?

Fesyen Lokal Lawan Gempuran Barang Murah Impor: Bisakah Bertahan?

Lifestyle | Minggu, 05 Oktober 2025 | 20:07 WIB

Tak Hanya Motor, Kawasaki Kini Bikin Mesin Pesawat Nirawak

Tak Hanya Motor, Kawasaki Kini Bikin Mesin Pesawat Nirawak

Otomotif | Rabu, 24 September 2025 | 14:44 WIB

Kematian Yu Menglong: Jatuh Akibat Alkohol atau Ada Misteri Lain?

Kematian Yu Menglong: Jatuh Akibat Alkohol atau Ada Misteri Lain?

Your Say | Selasa, 23 September 2025 | 07:08 WIB

Terkini

Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera

Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera

News | Sabtu, 05 September 2026 | 19:00 WIB

Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka

Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 18:59 WIB

Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar

Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 18:56 WIB

Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta

Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Sandang Gelar Kanjeng Raden Haryo dari Keraton Surakarta

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 18:51 WIB

Adik Kejar Kakak Pakai Sajam di Pringsewu, Hanya Gara-gara Motor Rusak

Adik Kejar Kakak Pakai Sajam di Pringsewu, Hanya Gara-gara Motor Rusak

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 18:49 WIB

Bedak Tabur Wardah Lightening Cocok untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli

Bedak Tabur Wardah Lightening Cocok untuk Kulit Apa? Ini Klaim dan Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 18:45 WIB

Ekonomi yang Membentuk Isi Piring: Mengapa Makan Sehat Jadi Kemewahan?

Ekonomi yang Membentuk Isi Piring: Mengapa Makan Sehat Jadi Kemewahan?

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 18:45 WIB

Lima Parpol di DPRD Sepakati Wacana Memakzulkan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu

Lima Parpol di DPRD Sepakati Wacana Memakzulkan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu

Sumut | Sabtu, 05 September 2026 | 18:44 WIB

Review Baby Udon: Kisah Viral yang secara Emosional Layak Dibuat Sinematik

Review Baby Udon: Kisah Viral yang secara Emosional Layak Dibuat Sinematik

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 18:35 WIB

Link Streaming Pekan I Super League 2026/2027 Borneo FC vs Persija Jakarta Malam Ini

Link Streaming Pekan I Super League 2026/2027 Borneo FC vs Persija Jakarta Malam Ini

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 18:30 WIB

×