Suara.com - Memiliki banyak sekali opsi produk yang tersedia di pasaran, Vivo bisa dikatakan sebagai salah satu brand besar di Indonesia.
Vivo mendukung perangkatnya dengan sistem operasi Android yang mereka kembangkan sendiri, sehingga wajar jika ada cukup banyak pertanyaan tentang apa bedanya Funtouch OS, Origin OS, dan BlueOS yang saat ini digunakan.
Jika dilihat masa kemunculannya, Funtouch OS dan Origin OS merupakan sistem operasi Android untuk smartphone dari Vivo dan iQOO.
Sementara itu BlueOS adalah sistem operasi terpisah yang dirancang untuk perangkat dengan daya komputasi lebih rendah, seperti misalnya smartwatch dan perangkat wearable lain sehingga dapat memberikan performa optimal.
Tak berhenti sampai di situ, publik baru-baru ini juga disuguhi kabar yang menyebutkan bahwa Origin OS akan hadir pada pertengahan Oktober 2025 secara global, disinyalir menjadi pengganti Funtouch OS.
Lalu apa kira-kira bedanya ketiga sistem operasi tersebut secara praktis?

1. Funtouch OS
Funtouch OS adalah sistem operasi berbasis Android yang dikembangkan oleh perusahaan Vivo untuk digunakan pada smartphone yang mereka miliki di luar China untuk saat ini.
Secara mendasar, fungsionalitasnya standar dengan sistem operasi Android lain, hanya dilakukan modifikasi agar menjadi berbeda dan khas smartphone Vivo.
Melihat dari segi tampilan, yang paling mencolok adalah folder yang hanya memiliki satu opsi display dan tidak memiliki fitur dinamis seperti mood cube yang umumnya ditemukan di sistem operasi berikutnya.
2. Origin OS
Origin OS kemudian muncul sebagai sistem operasi berbasis Android yang dikembangkan Vivo, dan dirilis pada November 2020 lalu. Sistem ini fokus pada desain dan pengalaman pengguna yang lebih modern dan menarik, sehingga menonjolkan ciri khas dari Vivo dan iQOO, smartphone lain yang juga turut diproduksi oleh perusahaan tersebut.
Jika dilihat dari segi tampilan, beberapa hal mengalami perubahan. Misalnya, folder yang lebih fleksibel dan memiliki berbagai ukuran serta tampilan, kemudian adanya kit bawaan berisi widget dan mood cube, animasi yang menarik dan desain minimalis dengan efek tiga dimensi, serta kustomisasi ikon yang lebih mudah dan cepat.
Pada dasarnya, Origin OS diluncurkan sebagai pembaruan dari OS yang lama, dan upaya menjaga relevansi Vivo di tengah persaingan yang semakin ketat.
3. BlueOS
Berbeda dengan dua sistem operasi sebelumnya yang fokus pada penggunaan di perangkat smartphone dan perangkat ‘berat’ lain, BlueOS merupakan sistem yang dikembangkan untuk perangkat lebih ringan seperti misalnya jam pintar.
Perangkat seperti ini tidak memiliki beban komputasi yang terlalu berat, sehingga dirasa harus memiliki sistem operasi yang lebih efisien dari segi ukuran, namun efektif dari segi operasional.
Karakteristik yang menonjol antara lain adalah dirancang khusus untuk kebutuhan komputasi rendah, memiliki kecepatan respon lebih baik, memiliki keamanan yang kuat pada ancaman penggunaan memori yang tidak tepat, mendukung BlueXlink Connection Protocol untuk transfer data antar perangkat yang aman dan bebas.
BlueOS pertama kali digunakan pada perangkag Vivo Watch 3.
Update Terbaru dari Origin OS
Vivo kemudian memberikan pengumuman bahwa update terbaru dari Origin OS akan segera diluncurkan dan dinikmati terbatas pada beberapa perangkat unggulannya.
Meski demikian, pada bulan-bulan awal penerapannya, baru akan diberikan pada smartphone kelas atas dan premium. Baru kemudian secara berangsur-angsur diberikan pula pada smartphone kelas setelahnya.
Beberapa pengguna dapat melakukan uji coba pada sistem operasi baru ini melalui smartphone yang dimilikinya pada mode trial.
Itu tadi sedikit penjelasan apa bedanya Funtouch OS, Origin OS, dan BlueOS yang digunakan pada perangkat dari Vivo dan iQOO. Semoga bermanfaat, dan selamat melanjutkan kegiatan Anda berikutnya!
Kontributor : I Made Rendika Ardian