-
Pasar smartphone Indonesia tumbuh 12% pada Q3 2024 didorong oleh adopsi Gen AI dan perangkat 5G yang makin terjangkau.
-
Samsung memimpin pangsa pasar, sementara Infinix mencatat pertumbuhan paling agresif.
-
AI semakin merambah perangkat sehari-hari, dan industri gadget merespons dengan menghadirkan kategori serta penghargaan khusus berbasis AI
Suara.com - Di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang masih bergejolak, pasar smartphone justru menunjukkan performa yang mencengangkan.
Riset terbaru Counterpoint Research mencatat bahwa penjualan smartphone di Indonesia tumbuh 12 persen pada Q3 2024, menandai salah satu kuartal paling bergairah dalam beberapa tahun terakhir.
Kenaikan ini tak lepas dari tren baru yang menyapu industri smartphone berbasis Gen AI dan perangkat 5G yang semakin terjangkau.
Tren tersebut dibahas hangat dalam talkshow Gizmotalk bertema “AI Menentukan Masa Depan Generasi Muda Indonesia?” yang dipandu Danang Arradian dari FORWAT.
Dalam sesi ini, pasar AI di perangkat mobile menjadi sorotan utama, terutama karena adopsinya yang makin cepat di kalangan pengguna muda.
Ridwan Kusuma, Senior Analyst Counterpoint Research, menyampaikan bahwa investasi global di bidang AI kini sudah mencapai angka ribuan triliun rupiah.
"Kita berada di era Gen AI, dengan model yang dilatih miliaran data dan mampu memahami bahasa, gambar, video, serta konteks personal pengguna," ujarnya.
Kemampuan tersebut membuka pintu penggunaan AI yang semakin universal, mulai dari pembuatan gambar, pengeditan video, hingga layanan personalisasi yang makin canggih.
Counterpoint bahkan memprediksi smartphone berfitur Gen AI segera hadir pada perangkat di bawah 100 Dolar AS mulai 2028, berkat pesatnya perkembangan cloud AI yang mengurangi beban pemrosesan di perangkat.
Baca Juga: Huawei Mate 80 Diprediksi Usung RAM 20 GB, Andalkan Chip Kirin Anyar
Menariknya, pasar negara berkembang seperti Indonesia dan Thailand menjadi yang paling antusias.
“Indonesia dan Thailand termasuk pasar yang paling terbuka dan cepat mengadopsi fitur Gen AI,” tambah Ridwan.
Namun, tetap ada peringatan dari tokoh teknologi Onno W. Purbo mengenai keamanan data.
“Karena itu sistem, mereka mampu membaca dan menyimpan file yang kita unggah. Jadi jangan sampai mengunggah data pribadi ke AI,” jelasnya.
Fenomena meningkatnya penggunaan Gen AI berbanding lurus dengan meningkatnya minat terhadap smartphone 5G.
Semakin banyak produsen menghadirkan opsi 5G di harga mid-range, mendorong penetrasi 5G di Indonesia tetap bertahan di 35 persen.
“Market smartphone di Indonesia tumbuh sekitar 12 persen pada Q3 2024. Dan pertumbuhan ini dipengaruhi oleh adopsi Gen AI–semakin banyaknya smartphone 5G yang makin terjangkau, serta meningkatnya indeks kepercayaan konsumen,” beber Ridwan.
![Ridwan Kusuma, Senior Analyst Counterpoint Research dalam talkshow Gizmotalk bertema “AI Menentukan Masa Depan Generasi Muda Indonesia?”, Jakarta, Kamis (13/11/2025). [IGA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/14/38343-ridwan-kusuma-senior-analyst-counterpoint-research.jpg)
Dari sisi pangsa pasar, Samsung kembali mempertahankan posisi puncak di Indonesia dengan 20 persen, disusul Xiaomi (17 persen), OPPO (16 persen), vivo (14 persen), dan Infinix (12 persen).
Infinix menjadi sorotan karena pertumbuhan agresif mencapai 45 persen YoY, menjadikannya pemain paling cepat berkembang di Q3 2024.
AI Merambah ke Smart Home
AI kini tidak hanya menjadi fitur penting di smartphone kelas flagship.
Siti Sarifah Aliah, co-founder GadgetDiva, menyoroti bagaimana AI mulai menyebar ke ekosistem perangkat pintar di rumah.
“Peran AI dalam keseharian memang semakin banyak, mulai dari hal kecil seperti menghapus obyek pada sebuah foto, hingga membantu kita dalam mempermudah pekerjaan lewat ekosistem perangkat yang saling tersambung," ucapnya.
IGA 2025 pun merespons tren tersebut dengan kategori khusus seperti Best AI Smartphone.
Tahun ini, OPPO Find X9 Pro menyabet gelar Gadget of the Year 2025, sedangkan Samsung Galaxy Z Flip7 meraih penghargaan Best Gadget for Women.