10 Fakta Kereta Petani di China yang Disebut-sebut Menginspirasi Indonesia

Rifan Aditya

Minggu, 16 November 2025 | 05:43 WIB
10 Fakta Kereta Petani di China yang Disebut-sebut Menginspirasi Indonesia
10 Fakta Kereta Petani di China yang Disebut-sebut Menginspirasi Indonesia (YT/Rudy Chen)
baca 10 detik
  • Kereta petani berfungsi sebagai pasar berjalan, menjadi penopang utama ekonomi bagi masyarakat pedesaan China.
  • Bukan sekadar transportasi, kereta ini menjadi pusat layanan sosial, pendidikan, dan kesehatan bagi warganya.
  • Pemerintah China sengaja mempertahankan kereta lambat ini sebagai wujud keadilan transportasi dan pembangunan yang inklusif.

5. Jendela Pendidikan dan Peluang

Bagi anak-anak di pegunungan, kereta ini adalah "bus sekolah" mereka. Setiap hari, mereka menumpang untuk mencapai sekolah di kota terdekat.

Keberadaan kereta memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik, sebuah jembatan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan.

6. Sengaja Dipertahankan di Tengah Gempuran Kereta Cepat

Meskipun jaringan kereta cepat China berkembang pesat, pemerintah dan operator kereta api secara sadar mempertahankan 80 rute kereta lambat ini.

Mereka menyadari bahwa kereta ini bukan soal profit, melainkan layanan publik dan bentuk "keadilan transportasi". Kereta ini adalah simbol bahwa modernisasi harus inklusif.

7. Membantu Pengentasan Kemiskinan Secara Nyata

Kisah sukses para penumpangnya menjadi bukti nyata. Seorang petani bernama Liu Changhe mengaku telah menggunakan kereta ini selama lebih dari 15 tahun, dilansir The Star.

Berkat kereta ini, sayurannya selalu ludes terjual, dan pendapatannya meningkat drastis hingga ia mampu merenovasi rumahnya dari bata lumpur menjadi sebuah vila.

8. Awak Kereta yang Multitasking

Para kondektur dan staf kereta tidak hanya bertugas memeriksa tiket. Mereka seringkali menjadi sahabat, penolong, bahkan pemandu bagi para penumpang.

Kondektur Xiang Baolin, yang telah bekerja di rute ini sejak 1987, sering diundang ke acara pernikahan penumpang dan dianggap sebagai keluarga.

Belakangan ini, para awak kereta bahkan membantu petani melakukan siaran langsung (live streaming) dari dalam gerbong untuk mempromosikan produk mereka, menghasilkan penjualan hingga 11,8 juta yuan tahun lalu.

baca juga

9. Desain Gerbong yang Unik

Beberapa gerbong dirancang khusus untuk mengakomodasi kebutuhan para petani. Terdapat rak-rak yang dimodifikasi untuk menaruh keranjang sayur dan kandang unggas dengan aman.

Papan informasi yang menampilkan harga berbagai produk pertanian juga dipasang untuk membantu transaksi di "pasar berjalan" ini.

10. Simbol Perubahan Sosial yang Terlupakan

Dikutip dari Sixthtone.com, fotografer Qian Haifeng, yang telah menghabiskan bertahun-tahun mendokumentasikan kehidupan di kereta hijau ini, menyebutnya sebagai "metafora kehidupan kelas bawah."

Kereta ini adalah saksi bisu dari Tiongkok yang seringkali tak terlihat di media arus utama—sebuah dunia di mana kemajuan tidak diukur dari kecepatan, tetapi dari kemampuan untuk bertahan hidup dan bermimpi.

Kereta petani di China membuktikan bahwa kemajuan teknologi tidak harus menyingkirkan yang lama.

Di tengah ambisi global, kereta lambat ini menjadi pengingat yang kuat tentang pentingnya pembangunan yang berpusat pada manusia, memastikan setiap roda ekonomi, sekecil apa pun, terus berputar.

Bagaimana pendapat Anda tentang peran transportasi publik bersubsidi seperti ini dalam pembangunan ekonomi di daerah pedesaan? Apakah model serupa bisa diterapkan di Indonesia? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambut Akhir Pekan, Ini 5 Drama China Tayang Bulan November 2025

Sambut Akhir Pekan, Ini 5 Drama China Tayang Bulan November 2025

Your Say | Sabtu, 15 November 2025 | 11:10 WIB

Sempat Tolak, Purbaya Akhirnya Mau Bantu Danantara Selesaikan Utang Whoosh

Sempat Tolak, Purbaya Akhirnya Mau Bantu Danantara Selesaikan Utang Whoosh

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 18:13 WIB

Purbaya Duga Pakaian Bekas Impor RI Banyak dari China, Akui Kemenkeu Lambat Tangani

Purbaya Duga Pakaian Bekas Impor RI Banyak dari China, Akui Kemenkeu Lambat Tangani

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 17:47 WIB

Pertama Kalinya Setelah Pandemi, Pertumbuhan Ekonomi China Melambat

Pertama Kalinya Setelah Pandemi, Pertumbuhan Ekonomi China Melambat

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 14:49 WIB

Tiba di Stasiun Manggarai, Prabowo Jajal KRL Baru dari China dan Tinjau Kereta Khusus Petani

Tiba di Stasiun Manggarai, Prabowo Jajal KRL Baru dari China dan Tinjau Kereta Khusus Petani

News | Selasa, 04 November 2025 | 12:11 WIB

Ini Instruksi Prabowo untuk PT KAI: Mulai dari KRL hingga Kereta Khusus Petani dan Pedagang

Ini Instruksi Prabowo untuk PT KAI: Mulai dari KRL hingga Kereta Khusus Petani dan Pedagang

News | Selasa, 04 November 2025 | 10:11 WIB

Terkini

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:48 WIB

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:32 WIB

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

KPK Tak Sanksi Etik Setya Budi Dias di Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Alasannya

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×