Siklon Tropis di Selatan Picu Hujan Lebat, BMKG dan BRIN Imbau Masyarakat Waspada

Yasinta Rahmawati, Rezza Dwi Rachmanta

Rabu, 19 November 2025 | 14:10 WIB
Siklon Tropis di Selatan Picu Hujan Lebat, BMKG dan BRIN Imbau Masyarakat Waspada
Siklon Tropis FINA terdeteksi di selatan Indonesia pada 19 November 2025. (Kolase BMKG dan BRIN)
baca 10 detik
  • Siklon Tropis FINA memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di Maluku dan NTT.

  • BMKG dan BRIN mengimbau peningkatan kewaspadaan serta penundaan aktivitas di wilayah perairan terdampak.

  • Siklon diprediksi menguat dalam 24 jam, berdampak pada lebih dari 20 provinsi dengan cuaca ekstrem.

Suara.com - Adanya bibit siklon yang berkembang menjadi siklon tropis sekarang berada di selatan Indonesia pada Rabu (19/11/2025). BMKG dan BRIN kompak meminta masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, terutama di wilayah yang terdampak.

Siklon Tropis FINA diprakirakan memicu potensi hujan lebat, sangat lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi berbahaya di wilayah Maluku dan NTT.

Dalam 24 jam ke depan, siklon kemungkinan menguat menjadi kategori 2 sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat menunda aktivitas di wilayah perairan terdampak.

"BMKG mengimbau pemerintah daerah, masyarakat, dan nelayan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, menunda aktivitas di wilayah perairan terdampak, serta terus memantau pembaruan resmi dari BMKG. Kewaspadaan dan langkah pencegahan dini menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem," bunyi keterangan resmi dari BMKG.

Siklon Tropis FINA terdeteksi di selatan Indonesia pada 19 November 2025. (BMKG)
Siklon Tropis FINA terdeteksi di selatan Indonesia pada 19 November 2025. (BMKG)

Ilmuwan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebelumnya juga telah memperingatkan adanya Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di selatan Indonesia pada beberapa hari lalu.

"Update: masih berporos di Laut Timor, badai tropis 97S meningkat menjadi 55 km/jam dg potensi moderat berubah menjadi siklon tropis dalam waktu 24 jam. Sumber data mengacu ke JTWC (Joint Tropical-cyclone Warning Center)," tulis Ahli Klimatologi dan Profesor Riset Klimatologi & Perubahan Iklim di Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer, BRIN, Prof. Dr. Erma Yulihastin melalui akun media sosial resminya pada 17 November 2025.

Peneliti BRIN dengan puluhan ribu follower di X tersebut juga memperingatkan adanya potensi badai di barat daya Banten.

"Update: sesuai prediksi, badai tropis 97S kini berubah menjadi siklon tropis Fina dg kecepatan 85 km/jam. Masih berpusat di Laut Flores dan diprediksi bergerak menuju Darwin hingga 24 November. Selain itu, badai vortek di barat daya Banten juga tumbuh membesar. Waspada ekstrem!" ungkap Prof. Dr. Erma Yulihastin.

baca juga

Peringatan mengenai cuaca ekstrem juga masih berlaku pada pekan ini.

Lebih dari 20 provinsi diprakirakan terdampak hujan sedang-lebat pada 19 hingga 21 November 2025.

BMKG Mendeteksi Siklon Tropis FINA

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa Bibit Siklon Tropis 97S telah mengalami peningkatan status yang signifikan dan secara resmi berevolusi menjadi Siklon Tropis FINA per tanggal 19 November 2025, pukul 01:00 WIB.

Menurut hasil analisis BMKG, posisi Siklon Tropis FINA saat ini terletak di Laut Arafuru, tepatnya di selatan Pulau Tanimbar, tepatnya pada koordinat 9.7oLS, 131.6oBT (sekitar 465 km sebelah selatan barat daya Banda).

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa siklon ini masuk dalam kategori 1, ditandai dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 40 knots (75 km/jam dan tekanan minimum 993 hPa.

Sementara itu, potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan juga terjadi seluruh wilayah NTT. Ancaman gelombang tinggi kategori berbahaya (1.5-4.0 meter) juga berpotensi terjadi di Laut Arafuru bagian barat dan Tengah.

Sementara gelombang kategori sedang (1.25-2.5 meter) berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan NTT, Perairan selatan NTT, Laut Sawu, Perairan Kepulauan Leti hingga Kepulauan Tanimbar, dan Laut Banda.

Mengingat pertumbuhan Siklon Tropis FINA yang cepat dan ancaman peningkatannya, Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengimbau seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di wilayah yang terdampak, khususnya di Maluku dan NTT untuk meningkatkan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan bencana untuk meminimalisir risiko dampak cuaca ekstrem.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BMKG Minta Waspada Cuaca Ekstrem: Potensi Gelombang Tinggi dan Siklon Tropis

BMKG Minta Waspada Cuaca Ekstrem: Potensi Gelombang Tinggi dan Siklon Tropis

Tekno | Jum'at, 14 November 2025 | 17:05 WIB

Darurat Informasi Cuaca: DPR Nilai BMKG Telat, Minta 'Jurus Baru' Lewat Sekolah Lapang

Darurat Informasi Cuaca: DPR Nilai BMKG Telat, Minta 'Jurus Baru' Lewat Sekolah Lapang

News | Selasa, 11 November 2025 | 21:00 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Banten

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Pemprov DKI Lanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Banten

News | Selasa, 11 November 2025 | 09:33 WIB

Terkini

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

×