Startup Lokal Unjuk Gigi di Ekosistem Grab, Dorong Bisnis Lebih Ramah Lingkungan

Dythia Novianty Suara.Com
Kamis, 15 Januari 2026 | 17:21 WIB
Startup Lokal Unjuk Gigi di Ekosistem Grab, Dorong Bisnis Lebih Ramah Lingkungan
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer Grab Indonesia (keenam dari kiri) dalam Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8. [Grab Indonesia]
Baca 10 detik
  • Grab Indonesia mengakhiri GVV Batch 8 dengan meluluskan lima startup fokus keberlanjutan, bertema adopsi operasi hijau oleh UMKM.
  • Lima startup terpilih melalui proses enam bulan intensif, termasuk validasi solusi iklim, energi terbarukan, dan ekonomi sirkular.
  • Beberapa capaian mencakup penanaman pohon, daur ulang sampah, dan pengembangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di ekosistem Grab.

Suara.com - Grab Indonesia resmi menutup rangkaian Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8 lewat acara Graduation Day yang menandai kelulusan lima startup teknologi berorientasi keberlanjutan.

Program akselerator intensif selama enam bulan ini menjadi panggung pembuktian bagi inovasi yang menyasar isu krusial, mulai dari teknologi iklim, energi terbarukan, hingga ekonomi sirkular.

Mengusung tema “Driving a Sustainable Future: Helping MSMEs to Adopt Greener Operations”, GVV Batch 8 menyeleksi lima startup terbaik dari ratusan pendaftar, yakni CASION, Jejakin, Liberty Society, Rekosistem, dan Sirsak.

Kelimanya dinilai mampu menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat dan pelaku UMKM di Indonesia.

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa para peserta GVV Batch 8 telah menunjukkan potensi besar dalam menciptakan dampak jangka panjang.

“Kami bangga melihat para startup terpilih ini berhasil menghadirkan inovasi teknologi berkelanjutan yang akan berdampak jangka panjang. Semangat mereka mencerminkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam mendorong perubahan positif bagi masyarakat,” ujar Neneng, dalam keterangan resminya, Kamis (15/1/2026).

Sejak Agustus 2025, para founder mengikuti rangkaian pendampingan intensif, mulai dari mentorship bersama praktisi industri, integrasi teknologi melalui pilot project di ekosistem Grab, hingga sesi pitching dengan mitra strategis dan investor.

Seluruh perjalanan tersebut berpuncak pada Graduation Day yang digelar di Jakarta Selatan, Selasa (13/1).

Salah satu capaian menonjol datang dari Jejakin, yang berkolaborasi dengan Grab dan Grab For Business menghadirkan fitur Sustainability as a Service.

Baca Juga: Tata Kelola Jadi Kunci Kepercayaan di Ekosistem Venture Capital

“Kolaborasi ini memungkinkan penanaman sekitar 400 pohon mangrove di Bangka Belitung dan berkontribusi pada pengurangan emisi hingga 733 kilogram CO per bulan. Kami optimistis ini menjadi contoh kolaborasi strategis dengan dampak terukur,” kata Arfan Arlanda, CEO & Founder Jejakin.

Sementara itu, Liberty Society memanfaatkan program GVV untuk memperkuat model ekonomi sirkular dengan mengolah jaket mitra pengemudi dan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna.

“Inisiatif ini menghemat emisi karbon hingga 208 kg COe sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi perempuan marginal. Ini bukti bahwa bisnis berkelanjutan bisa menciptakan nilai lingkungan dan sosial secara bersamaan,” ungkap Tamara Soerijo, CEO Liberty Society.

Di sektor pengelolaan sampah, Sirsak berhasil mendorong partisipasi publik melalui pendekatan B2C yang inovatif.

“Melalui kampanye promo-to-donation bersama Grab, masyarakat cukup berdonasi Rp1. Program ini berhasil mendukung pengelolaan 25 ton sampah daur ulang dan memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sampah,” jelas Angeline Callista, CEO & Co-Founder Sirsak.

Adapun Rekosistem memperluas dampak layanan daur ulang lewat integrasi API dengan Grab.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI