- Xiaomi memimpin pasar smartphone Indonesia tahun 2025 dengan meraih 19 persen pangsa pasar berdasarkan laporan Omdia.
- Dominasi ini didukung oleh strategi produk agresif, termasuk sub-brand POCO yang menargetkan segmen performa tinggi.
- Pada 2026, Xiaomi akan mengakselerasi ekosistem "Human x Car x Home" didukung oleh sistem operasi HyperOS 3.
“Fokus kami di tahun 2026 adalah memastikan setiap interaksi dalam ekosistem Xiaomi terasa alami dan adaptif terhadap rutinitas harian,” kata Wentao.
“Kami ingin teknologi hadir sebagai pendukung yang bekerja di balik layar, namun kekuatannya nyata dalam memudahkan produktivitas masyarakat.”
HyperOS 3 Jadi “The Great Connector”
Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Xiaomi mengandalkan Xiaomi HyperOS 3 sebagai tulang punggung integrasi.
![Berbagai fitur canggih dalam peluncuran HyperOS 3 di Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/14/11218-peluncuran-hyperos-3-di-indonesia.jpg)
HyperOS 3 dirancang sebagai “The Great Connector”, sistem operasi yang menyatukan seluruh perangkat Xiaomi dalam satu platform terintegrasi.
Bukan sekadar OS, platform ini dibekali kecerdasan buatan (AI) yang mampu memahami pola penggunaan dan gaya hidup pengguna Indonesia.
Dengan pendekatan ini, Xiaomi ingin memastikan transisi antar perangkat berjalan mulus, dari smartphone ke smart home hingga kendaraan, tanpa hambatan teknis yang kompleks.
Menurut Wentao, inovasi tidak boleh berhenti pada spesifikasi di atas kertas.
“Inovasi harus memberikan dampak nyata. Bukan sekadar angka atau fitur kompleks, tetapi solusi yang benar-benar memecahkan kendala sehari-hari,” tegasnya.
Ia pun menutup dengan komitmen jangka panjang Xiaomi di Indonesia.
“Xiaomi akan terus mendengarkan aspirasi konsumen Indonesia, menghadirkan teknologi yang relevan, inklusif, dan siap menemani perjalanan mereka menuju masa depan yang lebih cerdas.”